Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
untuk yang terakhir


__ADS_3

Ketika aku sudah tiba di lobby aku melihat sepasang pengantin yang aku duga baru saja melaksanakan pesta pernikahan sama hal nya dengan Hara dan Yelsi karena mereka berdua masih menggunakan baju pengantin.


seketika ingatanku kembali kepada kejadian pagi tadi, dimana Rara keluar dari sini dengan mata sembab.


apakah pengantin ini adalah hubungan nya dengan matanya yang sembab itu?


bisa saja kan dia menangis karena di tinggal nikah sama pacar nya?


atau bisa juga dia belum bisa melupakan mantannya?


ah entah lah tapi yang pasti aku kepikiran kenapa dia menangis tadi pagi.


Di tempat yang berbeda ditemani dengan buku yang sudah lama di buka namun tidak di baca dan di iringi dengan bunyi rintik hujan seorang wanita tengah melamun untuk yang kesekian kalinya.


seorang yang masih belum bisa mengikhlaskan semua yang sudah menjadi ketetapan.

__ADS_1


Dia tau ini salah dan tidak benar. Namun tetap saja dia belum bisa mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.


Ingatan Rara seketika kembali kepada kejadian di taman tempat dia melarikan diri ketika sedang sedih dan butuh waktu untuk menyendiri.


Waktu dia asik dengan berbagai pikiran yang rumit Dera menghampiri nya. Dan ia merasa sedikit membaik setelah mengobrol dengan Dera yang notabene nya adalah seorang yang mempunyai humoris yang tinggi dan bisa mencair kan suasana.


mereka telah bercerita banyak hal tanpa menyangkut hal yang sedang menganggu pikiran Rara.


memang di awal sempat Dera bertanya masalah apa yang tengah di hadapi oleh Rara namun Rara seolah menghindar dan Dera dapat memaklumi itu dan jadilah Dera ngalor ngidul untuk menghibur Rara.


Namun itu tidak bertahan lama karena tiba-tiba Dera mendapat telpon dari kepala sekolah tempat nya mengajar katanya ada hal yang mau di bicarakan.


Setelah sampai di rumah belum nampak keberadaan orang di sana karena keadaan rumah masih sangat sepi.


Setelah mandi Rara Rara berencana untuk membaca saja guna untuk mengalihkan pemikiran.

__ADS_1


Namun apalah daya baru setengah jam membaca dan di dalam halaman ke dua puluh lima dari buku tersebut dia menaruh buku itu kembali karena bacaan dalam buku tersebut entah kebetulan atau gimana sama dengan perasaan nya saat ini.


Terkadang memang semesta seperti mendukung dan seakan mengerti dengan kondisi kita saat ini.


contohnya saja buku yang baru di taruh nya tersebut, belum lagi di scroll suatu aplikasi pada handphone disana juga banyak menampilkan hal yang sama dengan perasaan nya saat ini.


Aku berjanji ini adalah kesedihan terakhir ku. ya walaupun ini sudah janji entah yang untuk keberapa kalinya.


Aku terlalu lemah dalam hal mengontrol perasaan ini. aku terlalu rapuh untuk menjadi kuat setelah apa yang terjadi.


Namun aku harus pasti bisa menghadapi semua ini dan ini akan segera berlalu.


Setelah puas menangis aku merapikan buku itu kembali dan meletakkan ke tempat semula. kemudian aku meraih handphone tujuan pertama ku adalah aplikasi yang menyajikan berbagai nomor handphone yang berguna untuk berhubungan dengan orang lain.


Segera saja ku cari no orang yang membuat aku bodoh seperti ini. ingin ku hapus nomor handphone nya langsung, namun aku kembali ingat bahwa kita sudah sama-sama dewasa dan aku hanya mengubah namanya saja.

__ADS_1


Kemudian aku berpindah aplikasi hijau yang menyajikan pelayanan berbagi pesan.


Namun sebelum tangan ku menyentuh aplikasi tersebut ekor mata ku sempat memindai sesuatu yang.....


__ADS_2