Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
maaf mas Hara


__ADS_3

Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian aku langsung bergabung dengan keluarga ku yang tengah berkumpul di ruang keluarga lagi asik berbincang.


Begitulah kebiasaan kami kalau sudah selesai dari kegiatan masing-masing.Kita akan saling berbagi cerita. Yang kadang akan terdengar gelak tawa akibat ada cerita lucu. seperti saat ini Mama tengah bercerita bahwa ia salah mengenali pelanggan dan mama sudah bersikap akrab dan mengobrol ala-ala bahasa mereka karena mengira itu kawan SMA tapi ternyata mereka hanya dua orang yang mirip saja.


Dan sebagai penebus rasa malunya mama tidak menerima uang atas pembelian bunga oleh pelanggan tersebut. Mama terkadang memang ada-ada saja.


Setelah Hari sudah menjelang Maghrib Mas Hara pun pamit mau pulang karena hari juga sebentar lagi akan malam. Aku pun mengantar mas Hara ke depan.


"Mas pulang ya sayang" kata mas Hara sambil mengelus kepala ku.


Sikap ini lah salah satunya yang membuat aku merasa disayangi oleh mas Hara .

__ADS_1


"Ra kok senyum-senyum sendiri" sambung Mas Hara karena aku ga menjawab perkataan.


"Eh iya hehe hati-hati ya mas kalau udah sampai kabari Rara ya" ucap ku malu.


" iya sayang" ucap nya sambil mendekatkan bibirnya aku pun menghindar dengan cara memperbaiki rambut sebagai pengalihan. "Mas jalan ya" katanya dengan nada yang sedikit nada kecewa mungkin karena penolakan ku tadi.


" Iya mas" jawab ku dengan nada lesu karena selalu seperti ini akhirnya kalau sudah menyangkut dengan mas Hara mau mencium bibir ku.


Dan aku tidak menyadari ternyata mas Hara sudah menghilang dari pandangan.


Kemudian aku masuk ke rumah dengan muka di tekuk karena memikirkan tentang mas Hara. kemudian aku ke kamar untuk berwudhu guna melaksanakan kewajiban dengan berjamaah bersama seluruh anggota keluarga di ruang musholla yang berada di dekat ruang keluarga.

__ADS_1


Setelah siap sholat kami melanjutkan kegiatan dengan makan malam dengan diam karena memang begitu kebiasaan yang berlaku di keluarga kami dari sejak dulu. Siap makan malam aku duluan masuk kamar.


"Bun Rara duluan ke kamar ya, Rara agak capek soalnya" cegirku ke bunda


"iya sayang" sahut bunda.


setelah memasuki kamar aku melihat handphone yang sudah ada notifikasi dari mas Hara yang menyampaikan bahwa dia sudah sampai.


aku pun cuma melihatnya tanpa ingin membalasnya karena aku tau mas Hara masih marah akan kejadian yang tadi dan biasanya kalau mas Hara lagi marah akan lebih baik apabila dibiarkan saja dan tunggu sampai membaik dengan sendirinya. Begitulah hubungan yang sudah lama berjalan akan banyak sekali permasalahan atau salah paham akan terjadi. Akan tetapi sepanjang hubungan ini yang sudah memasuki tahun kelima kami masih bisa melewati berbagai sandungan masalah yang datang menghampiri.


Aku sangat bersyukur akan hal tersebut karena mas Hara adalah sosok yang sangat dewasa dan bisa memahami bagaimana diriku. Satu hal yang aku takutkan mas Hara akan mencari kepuasan pada wanita lain yang tidak bisa aku berikan saat ini karena jika sudah menyangkut hal itu pasti kami akan diam-diaman karena aku dengan rasa bersalah yang belum bisa menjadi seperti keinginan mas hara dan mas Hara yang....

__ADS_1


__ADS_2