
Aku berniat untuk melanjutkan kembali langkah yang sempat terhenti tadi, namun langkah ku terhenti ketika merasakan pelukan yang ternyata berasal dari mempelai wanita di hadapan ku. Ya pelukan itu dari Yelsi.
"Maafkan aku mbak, aku merasa menjadi wanita paling jahat saat ini. Sedikitpun aku ga maksud untuk itu" ujar Yelsi dengan tergugu masih memeluk ku.
"Sudah mbak. Saya ikhlas mungkin ini memang sudah jalan nya. Mbak ga usah merasa bersalah" balas ku dengan mata yang berkaca-kaca kembali.
"Saya pamit mbak kalau begitu. Sekali lagi selamat dan semoga kalian bisa menggapai surga-Nya bersama " pamit ku kemudian.
Dapat ku lihat bahwa mas Hara terkesiap mendengar omongan ku
"Kan baru datang Ra, kok langsung pamit " ujar nya dengan nada tidak rela.
"Iya mas aku lupa tadi aku juga sempat ada janjian sama temen " jawab ku tanpa melihat ke arah mas Hara.
Aku pun turun dan ternyata di ikuti oleh mbak sindy.
"Ga makan dulu Ra?" Tanya mbak sindy
"Ga mbak aku buru-buru, baru ingat aku ada janji"
"Kamu pasti bisa melewatinya Ra, dan sampai kapan pun kita akan tetap seperti ini. Jangan pernah berubah hanya karena ini" mata mbak sindy sudah berkaca-kaca lagi.
"Mbak ngomong apa sih, ga ada yang berubah mbak. Mbak kan sudah kenal aku jadi ga usah ragu tentang itu. Aku pamit ya Mbak " ujar ku sambil memeluk mbak sindy.
__ADS_1
Sebelum mbak sindy menjawab aku sudah jalan duluan karena takutnya aku akan di tahan kembali.
Aku sampai lupa pamitan kepada binda, dan baru tersadar setelah sampai di parkiran.
Nanti saja aku bilang sama bunda aku pulang duluan. Sekarang aku mau nenangin diri dulu dan aku berencana untuk mengunjungi tempat yang biasa aku datangi di kala aku ingin menyendiri.
Aku berniat untuk memundurkan mobil guna meninggalkan tempat ini namun, Braaakkkk....
terdengar suara yang cukup keras di belakang mobil ku.
Astaghfirullah, segera saja aku keluar.
Dan ternyata aku telah menabrak mobil orang. Eh bukan menabrak sih, kalau menabrak kan dari depan tuh lah ini kan di belakang. Apa tu namanya?
"Mbak hati-hati dong, jadi lecet kan mobil saya" ujar suara yang rasanya pernah aku dengar sebelum nya.
Langsung saja ku angkat wajah ku yang tadi nya masih memandangi bagian mobil yang penyok tersebut.
"Mas...
"Mbak...
Ucap kami bersamaan setelah sama sama sadar siapa orang di hadapan masing-masing.
__ADS_1
"maaf mas saya ga sengaja, mas nya juga sih kenapa ga tunggu saya jalan dulu siap keluar dari parkir baru mas nya datang" ucap ku dengan puppy eye dan sedikit nyolot. Berharap dia kasihan jadinya dan lagian aku juga ga mau di salahin.
POV Hendra
Huh... beginilah kalau berurusan dengan cewek ketika mereka salah mereka memang kadang kala akan minta maaf namun di ujung kalimatnya akan ada kata-kata pembelaan.
Namun untuk saat ini rasa kagum ku lebih mendominasi.
Betapa terpesona nya aku melihat wanita yang sudah mencuri perhatian ku sejak saat pertama bertemu di cafe waktu itu. Dia terlihat imut dengan setelan dewasa yang dikenakan nya saat ini.
Namun kenapa matanya menyiratkan kesedihan. Apa yang membuat air mata melewati pipi nya ya walaupun sekarang hanya jejak nya saja yang terlihat. Sungguh aku tidak rela dia bersedih untuk alasan apapun"
"Mas hallo kok malah bengong sih" ucap gadis kecil di hadapan ku ini.
"engga heran aja gitu kamu yang membuat mobil saya penyok kok kamu pula yang marah dan menyalahkan saya ya'' jawab ku dengan dingin guna menutupi kegugupan ku saat ini. wanita memang begitu.
"Dasar mas es, dinginnya melebihi kulkas dua pintu" gerutu ku dalam hati.
"udah ya mas, kan saya udah minta maaf. Dan ini kartu nama saya nanti kita selesaikan. sekali lagi maaf dan sekarang saya buru-buru" ucap ku sambil menyerahkan kartu nama yang ku ambil dari tas ke tangan nya.
Tanpa menunggu jawaban dari nya aku langsung saja masuk mobil dan berniat segera meninggalkan tempat ini.
"Tunggu...
__ADS_1