
aku Tau ini semua pasti akan menyakitkan bagi mu Ra. Tapi ini semua tidak ada hubungannya dengan apa yang kamu maksud tadi. ini tidak seperti yang kamu bayangkan dan ini juga di luar kehendak mas. Dan jika bisa memilih mas juga ga akan mau pernah mau ini terjadi "ucap mas Hara lirih.
"ini semua juga bukan keinginan ku Ra, aku terpaksa untuk bertanggung jawab kepada nya" sambung nya lagi.
"Apa yang membuat kamu berbicara seperti ini, bisa tolong jelaskan se detail mungkin " balas lu dengan nada yang masih dingin.
Ku dengar mas Hara menghirup oksigen kemudian mengeluarkan dengan kasar, namun aku tidak berminat menegur nya.
__ADS_1
"Jadi kurang lebih sebulan yang lalu, ketika mas ada proyek ke luar kota. Malam hari mas ada mengadakan meeting dengan client. Sesaat sebelum siapnya pertemuan tersebut mas bjsa merasakan ada yang aneh dengan tubuh mas yang semakin lama rasanya semakin ga enak. Sampai akhirnya mas menyudahi kegiatan tersebut, namun di tengah perjalanan mas tidak sengaja bertabrakan dengan seorang wanita yang sebelumnya mas ga kenal. Jangankan kenal pertama bertemu aja engga Ra. Entah bagaimana kejadian yang sesungguhnya mas tidak bisa mengingat dengan jelas Ra. Yang jelas Yelsi sempat teriak dan memberontak agar bisa terlepas dari nafs* binatan* mas" paparnya dengan wajah yang sangat kentara akan penyesalan namun lidah ku masih kelu untuk memberikan sebuah respon.
Sampai akhirnya di saat pagi menjelang mas bangun dengan keadaan yang sedikit linglung apalagi setelah mas menoleh ke samping..." Mas Hara menjeda ucapan nya dan menatap mata ku namun segera aku membuang pandangan dengan mata yang berkaca-kaca seakan terbayang kejadian yang diceritakan mas Hara tersebut.
"Terlihatlah seorang wanita dengan rambut yang acak-acakan yang memunggungi mas kemudian ingatan mas langsung kembali kepada kejadian semalam dan potongan demi potongan kejadian tersebut mulai berlintasan di kepala mas. Mas segera ke kamar mandi dan meninggalkan kamar tersebut namun sebelum itu mas meninggalkan kartu nama mas dan beberapa jumlah uang. " Helaan nafas mas Hara kembali terdengar
"itu lah yang terjadi diantara kami Ra, dan pada saat itu mas mas sama sekali tidak pernah kepikiran bahwa akibat tindakan tersebut bisa saja membuat dia hamil" dan aku tentu saja terkejut dengan penjelasan mas Hara tersebut dan tangis ku tidak terbendung lagi.
__ADS_1
"Jangan menangis Ra, mas rapuh ketika melihat mu begini. Mas sungguh menyayangi mu Ra dan sampai saat ini mas ga akan bisa tanpa kamu Ra. Begitu banyak kejadian yang sudah kita lewati bersama dan kamu tetap setia berada di samping mas. Kamu selalu bisa menerima mas bagaimana pun keadaan mas baik dengan keadaan terpuruk sekalipun. Tapi mas juga ga pernah berpikir akan menghadapi permasalahan yang sebegini rumitnya Ra, coba kasih saran untuk mas apa yang harus mas lakukan? apa Ra? apa?" ujar nya nada yang frustasi.
Aku hanya diam dengan tangis yang belum reda. Terlalu sulit bagi ku untuk menerima semua ini.
" Satu hal yang pasti Ra, jangan pernah berpikiran bahwa ini semua kejadian yang disengaja apalagi keinginan mas. Tapi Ra bagaimana pun keadaan kita nanti nya mas akan tetap berharap kita akan memiliki kesempatan untuk bisa bersama dan yakinlah jika pun kita tidak memiliki kesempatan itu kamu akan menempati salah satu ruang di hati ini dan tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan posisi mu " sambung mas Hara dengan suara yang serak dan bisa ku lihat dia mengusap matanya.
"Sesakit inikah....
__ADS_1