
Di jalan yang sudah mulai terlihat sepi, Hendra melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Kebetulan hari ini Hendra lembur karena banyak nya laporan yang harus di periksa nya.
Dia begitu menikmati perjalanan hingga netra nya memindai sosok yang begitu di kenali dan sangat ia kagumi.
Dia hendak menepikan mobilnya namun sebelum itu melihat Rara yang tengah menyebrang tanpa melihat kiri kanan dan sedikit lagi akan ada yang menabrak dia.
"tidaaaaaakkkk......
"heh lo ngapain sih, kalau capek tu istirahat. liburan kek. ini malah tidur di kantor dan lebih parahnya lagi sampai mimpi segala " decak suara Andi menyapa pendengaran ku.
"Dari kapan lo disini " tanya Hendra yang sudah mulai bisa mengendalikan diri walaupun belum sepenuhnya karena mimpi tadi benar-benar terasa seperti nyata. Dan ketakutan dalam dirinya pun belum hilang sepenuhnya.
"mimpi apa sih lo? sampe teriak teriak segala?" tanya Andi yang belum mendapatkan jawaban.
"gimana yang gue perintahin tadi?" tanya ku guna mengalihkan pembicaraan.
"ckckck apa yang di tanya apa yang di bahas" ujar nya sambil memutar bola mata malas.
"gue bos nya disini kalau lo lupa"
"iya bos iya, maaf" kata Andi dengan nada meledek.
"jadi mana yang ku minta tadi?" tanya ku ulang karena belum juga mendapatkan jawaban.
"ndeh lu tanya kek dulu, apa gue udah dapat atau gimana?"
"ck disitu ga ada pilihan tapi sebuah keharusan"
"tap....
__ADS_1
"bisa urus surat kepindahan....." belum selesai Hendra ngomong di telpon gagang tersebut sudah di rebut oleh Andi.
"iya deh iya. nih yang lo minta. jangan asal main pindahin dong" ujar nya dengan nada cengar-cengir.
"dari tadi kek"
"iya tapi ga usah main ancam ancam segala juga kali, kan bisa di omongin secara baik-baik" sewot Andi.
"jidat lo baik baik. sekarang lo keluar atau ga...." belum selesai aku menyelesaikan kalimat Andi sudah ngacir dari ruangan ku karena takut di pindahkan. hahaha.
Puas sekali rasanya mengerjai Andi.
Segera ku raih map du depan ku, setelah membaca selama beberapa saat aku menganggukkan kepala tanpa sadar.
Aku begitu puas dengan kerja Andi, walaupun dia rese tapi untuk kerjaan dia bisa di andalkan meski harus pake depe ancaman dulu. hahaha.
Setelah menghabiskan waktu berkutat dengan berbagai laporan aku mulai merasakan pegal di leher. Segera ku lepaskan kacamata yang bertengger di hidung ku dan melakukan sedikit peregangan guna untuk melenturkan tubuh ini kembali.
Ketika di perjalanan menuju lobby aku melewati kubikel Yang di isi oleh karyawan karyawati yang begitu fokus dengan apa yang di depannya.
Melihat karyawan ku yang seperti ini terasa aku begitu beruntung memiliki mereka. karena tanpa kerja sama mereka aku tidak akan bisa mengembangkan perusahaan ini.
Namun kini pandangan ku tertuju pada seorang wanita yang mengenakan atasan kemeja toska yang di balut dengan blazer hitam yang begitu imut dengan kacamata yang bertengger di hidung mungil nya.
Terlihat dia begitu fokus dengan apa yang ada di depannya.
suara dering telpon dari saku jas membuyarkan kekaguman ku. Dan setelah melihat id si penelepon aku mengerutkan dahi.
"ada apa....
__ADS_1
"ok"
Akhirnya aku terpaksa mengundurkan niat untuk pergi makan. karena ada Pekerjaan tiba-tiba yang mendesak untuk di selesaikan.
Setelah jam setengah lima baru pekerjaan itu selesai dan aku berniat meninggalkan ruangan.
Kembali ku edarkan pandangan ke arah kubikel yang tadi walaupun aku tau orang nya sudah pasti pulang karena jam kantor juga sudah lewat.
Namun ternyata aku salah karena orangnya masih di situ dan sepertinya dia juga mau pulang terlihat dari dia yang sedang membereskan meja kerjanya.
Aku melanjutkan langkah ku setelah dia berjalan di depan.
namun ketika dia sampai di lobby hujan turun dengan begitu lebat. terdengar ******* dari nya karena jarak kami begitu dekat.
"Kenapa pulang nya lama?" tanya ku yang sedikit membuat ia terkejut.
"eh mas, maaf aku sedikit terkejut. kirain tadi sudah ga ada orang" jawab Rara dengan suara yang lembut.
"mas ada urusan apa disini? atau jangan-jangan mas yang akan memegang proyek besar dengan perusahaan kami?" tanya nya dengan antusias.
Aku hanya sedikit tersenyum menanggapi nya.
" pulang pake apa?"
"nah itu dia mas, saya tadi sudah pesan taksi online tapi di cancel bapaknya. mungkin karena hujan"
"sama Saya saja"
"ga....
__ADS_1
"aaaaaaa......