Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Hari itu


__ADS_3

Hari itu pun telah tiba, yaitu hari dimana orang yang dulunya sangat spesial bagi ku melangsungkan pernikahan guna untuk menyempurnakan agama, walaupun perjalanannya sedikit rumit dan di warnai dengan beberapa tragedi.


Tadi malam sempat bunda mendatangi kamar ku guna untuk berbicara empat mata mengenai perihal acara mas Hara ini.


Dan setelah berpikir berulang kali aku memutuskan untuk menghadiri pernikahan mas Hara. Memang agak sedikit berat namun aku sudah memantapkan hati untuk datang.


Kembali aku memanut dan kembali memeriksa diri di depan cermin, aku begitu anggun dengan balutan blouse Sabrina berwarna coklat susu di padukan dengan rok batik warna dasar navy dengan motif batik berwarna coklat.


Sekilas memang aku nampak fresh tanpa beban namun siapa yang tau bahwa dalam hati ku sedang menahan kabut yang siap berubah menjadi butiran butiran air.


Ayah sama bunda sudah lebih dulu berangkat sejak tadi pagi. Mereka sampai mau libur dari pekerjaan mereka hari ini.


Setelah menghela nafas yang untuk kesekian kalinya aku kemudian mengambil tas berwarna coklat susu yang sudah aku persiapkan tadi.


Dan aku akan berangkat sendiri kesana, tadi memang sempat mas Dera teman se-profesi ku di SMP menawarkan untuk pergi bersama namun aku tolak secara halus dengan mengatakan bahwa nanti kita akan bertemu disana.


Bukan aku tidak tau bahwa laki-laki berbadan jangkung itu menaruh hati pada ku. Aku sadar namun aku memilih pura pura tidak tau dan lagi pula aku tidak mau memberikan harapan palsu dengan terlalu dekat dengannya.

__ADS_1


Di tengah perjalanan sewaktu lampu merah menghentikan kegiatan Lalu lintas aku melihat perawakan seorang laki-laki yang sedang membantu seorang nenek untuk melewati jalan.


Sontak saja aku melengkung senyum, ternyata masih saja ada orang baik yang mau membantu sesama.


Namun seketika senyum ku pudar ketika melihat laki-laki yang aku yakini adalah laki-laki yang membantu nenek tadi adalah laki-laki dingin itu dan sialnya baju yang dipakainya juga tidak jauh berbeda dengan yang aku pakai pada saat ini yaitu dia menggunakan baju batik dengan aksen yang walaupun tidak sama persis namun sangat mirip dengan rok yang aku gunakan dan dia juga mengenakan celana kain yang berwarna coklat susu seperti baju ku saat ini.


Dan di tambah lagi ternyata mobil nya adalah mobil yang berada tepat di samping mobil ku.


Entahlah memang mungkin dunia se sempit itu.


Ketika lampu lalu lintas telah berubah warna mobil mas dingin itu duluan seolah olah sedang terburu-buru. Aku bersikap tidak peduli toh apa pentingnya bagi ku.


Sekali lagi untuk yang terakhir kali aku memastikan diri bahwa tidak ada yang kurang pada penampilan ku sebelum aku benar-benar keluar dari mobil.


Setelah tiba di tempat acara dilangsungkan aku di suguhkan dengan konsep pernikahan yang sederhana namun elegant dan tampak tamu nya tidak begitu banyak mungkin hanya orang orang tertentu saja yang di undang.


Aku mengedarkan pandangan kesegala penjuru untuk mencari keberadaan bunda. Seketika pandangan langsung bertubrukan dengan laki-laki yang membuat luka yang begitu besar dan sampai sekarang masih menganga.

__ADS_1


Sontak saja aku mengalihkan pandangan dan setelah menemukan keberadaan bunda aku berjalan menuju ke arahnya.


"Eh udah nyampe Ra" sambut bunda dengan memperkenalkan aku kepada teman teman nya yang berjumlah empat orang itu.


"Rara semakin cantik aja dari yang terakhir kita jumpa kan jeng" Ucap seorang wanita paruh baya yang tau aku namanya adalah Tante Fina.


Yang kemudian diangguki oleh teman mereka yang lainnya dan aku balas hanya dengan senyuman.


"tau sendiri gimana Rara jeng, maklum anak rumahan" sahut bunda menjawab pertanyaan temannya.


"Anak Tante ada yang bekerja di perusahaan tekstil lo ra, mau ga fi jodohin dengan anak Tante?" Tanya Tante yang kalau ga salah namanya Tante Reni.


"Eh jangan jeng untuk anak saya saja, anak saya juga ga kalah tampan dan juga mapan" sahut Tante Erma yang memakai baju berwarna maroon dan jangan lupakan selera fashion nya ala mak mak sosialita.


Aku hanya tersenyum menanggapi nya.


Inilah sebenarnya yang membuat aku malas bertemu dengan teman teman bunda.

__ADS_1


Dan bunda juga tidak jauh berbeda respon nya dengan ku.


"Ra aku mau ngomong sama kamu sebentar boleh ya" Ucap seseorang yang berasal dari belakang ku dan orang itu adalah...


__ADS_2