
Tidak terasa ternyata hari sudah sore dan langsung saja aku bergegas untuk menemui Yelsi di tempat janjian tadi.
Tiba di cafe langsung saja aku turun dan
"mas baru nyampe juga?" Suara sekaligus tanya seseorang yang mengagetkan aku dan orang tersebut adalah Yelsi.
"Eh iya Yel, baru sampe. Kirain kamu udah nunggu dari tadi" jawab ku sambil kami beriringan masuk dan langsung memilih sebuah meja tepat di suatu sudut ruangan cafe ini.
"Kamu mau pesan apa?" Tanya ku setelah kami duduk berhadapan.
"Minum aja mas, ga tau kenapa aku mau minum jus buah naga. Padahal sebelumnya aku ga pernah suka sama buah itu" jawabannya agak heran dengan seleranya.
Dan aku hanya mengangguk dan menyebutkan pesanan Yelsi tadi. Apakah ini ada kaitannya dengan anak yang berada di dalam kandungan Yelsi dan aku baru tersadar buah naga kan buah kesukaan ku apalagi di jadikan jus.
"Hey mas kok bengong? Katanya tadi ada yang mau di omongin" ucapan Yelsi seketika menyadarkan aku dan membuat sedikit tergagap.
__ADS_1
"Tunggu pesanan dulu Yel, kan tanggung nanti kalau kita ngomong tiba-tiba makanan kita datang. Apalagi mas sekarang lagi lapar jadi ga bisa konsen" ucap ku apa ada nya dan Yelsi hanya membalas dengan sebuah kekehan.
Di satu tempat dua wanita sedang berada di kamar mandi. Awalnya hanya Rara saja yang ingin ke kamar mandi namun entah kenapa Bulan juga ikut-ikutan mau ke kamar mandi. Apakah ini tanda bahwa mereka berdua memang besti yang sejati. Entahlah kalau memang sudah menyangkut dua wanita tersebut memang ada-ada saja hal yang ga akan ada habisnya untuk di bahas. Dan dua wanita tersebut sekarang sedang bercermin di toilet cafe tersebut.
Ya Rara ada janji untuk bertemu dengan bulan sore ini.
"Oh iya Ra, udah deh meledek aku tuh. Ngapain sampe sekarang senyum-senyum?" Ucap Bulan dengan bibir di monyongkan
"Iya iya Lan, lagian kamu ngapain juga ikut-ikutan. Aku yang mau ke kamar mandi karena udah kebelet pengen panggilan alam ngapain juga kamu sama" haha tawa ku tak bisa ku hentikan.
"Eh Maemun besti ya besti tapi apa urusan kek gitu juga harus barengan " ahaha tawa ku kembali pecah.
"Udahlah pokoknya besti selalu bersama " sahutnya.
"Oh iya Ra, udah kek mana keadaan Tante sekarang? Maaf ya aku belum sempat jenguk. Ini aja aku bela-belain karena dekat" ucap Bulan setelah tertawa kami reda.
__ADS_1
"Udah lebih baik kok Bunda sekarang Lan, tadi siang juga aku telpon ayah untuk memastikan keadaan Bunda. Dan kata ayah tadi Bunda sudah diperbolehkan untuk pulang" ucap ku seketika ingat percakapan ku dengan ayah. "Aku sudah ada niat untuk izin guna menjemput bunda, eh tapi ga di bolehin sama ayah. katanya biar ayah aja kalau ada aku nanti ganggu" ucap ku geleng-geleng kepala atas tingkah ayah sama Bunda ku yang kadang ga tau umur.
"aku iri loh Ra, sama om dan tante. Walaupun mereka udah di umur yang tidak muda lagi tapi tetap aja sweet. Kalau ibarat kata nih ye tua-tua begitu tetap romantis. Pengen deh nanti dapat yang spek kek om" ujar Bulan dengan pikiran yang sudah melayang.
"Iya sih Lan, benar kata mu aku aja ingin dapat yang seperti ayah. Mudah-mudahan aja disisain satu lagi untuk aku yang kek ayah" ujar ku penuh harap.
"Ye jangan satu juga dong, untuk ku apa?. lagipula kan kamu udah ada mas Hara, aku yakin mas akan akan menjadi sosok suami impian mu" ujar bulan dengan ekspresi kagum.
"aamiin do'akan saja ya Lan, mudah-mudahan rencana kami untuk melangkah ke jenjang selanjutnya disegerakan dan dimudahkan" ucap ku yang diamini oleh Bulan dan kami telah sampai di tempat duduk yang sempat kamu duduki tadi.
"gimana mas udah kenyang?"
Di balas Hara hanya dengan anggukan kepala.
"Jadi begini Yel, insyaallah hari Minggu aku akan datang dengan papa ku untuk menemui keluarga mu guna untuk membicarakan pernikahan kit....
__ADS_1
Buug....