Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Hasil malam itu


__ADS_3

"Maaf sekali lagi bukan maksud ku untuk merendahkan mu. aku benar-benar minta maaf dan aku juga tidak mungkin bertanggung jawab akan hal itu, karena aku sudah memiliki seorang kekasih yang sangat aku sayangi dan aku tidak mungkin mengecewakan dia. Aku tidak bisa membayangkan betapa terpuruk nya dia jika mengetahui hal ini. Kami juga sudah merencanakan akan menikah dalam waktu dekat ini, jadi tidak mungkin aku menghancurkan itu semua" ucap ku lirih dan menundukkan, karena aku tidak mempunyai keberanian untuk melihat raut wajahnya yang mungkin saat ini sangat tersakiti akan semua yang aku ucapkan tadi.


Aku sebenarnya tidak tega tapi ya mau bagaimana lagi.


"Jadi mas bilang tidak mungkin menghancurkan apa yang telah kalian rencanakan iya? Lalu bagaimana dengan aku mas? Bagaimana aku yang sudah kau hancurkan? Tidak kah engkau berpikir sedikit pun tentang aku disini" ucap wanita itu dengan menggebu-gebu.

__ADS_1


Ya aku paham betapa marahnya dia saat ini makanya aku hanya diam saja dan membiarkan dia meluapkan semua yang ada di hatinya.


"Kenapa diam mas? Kenapa? Aku yang paling di rugikan disini mas. Karena apa yang sudah kamu ambil itu sudah tidak dapat di kembalikan lagi" ucap nya dengan nada yang semakin melemah di ujung kalimatnya, mungkin begitu menguras emosi nya meluaskan apa yang bercokol di hatinya. Namun hal itu tidak akan merubah apapun keputusan ku. Karena aku begitu komitmen dengan Rara wanita pujaan ku.


"Maaf untuk yang kesekian kalinya, tapi aku benar-benar tidak sengaja akan hal itu dan ini semua bukanlah keinginan ku. Hal ini masih dalam proses penyelidikan, penyelidikan nya sempat tertunda karena ada pekerjaan yang mendesak tapi aku berjanji penyelidikan ini akan kembali dilanjutkan setelah masalah yang aku hadapi selesai " papar ku panjang lebar dan berharap itu akan bisa sedikit menenangkan ia.

__ADS_1


Aku hanya diam karena tidak tau harus memberikan jawaban yang seperti apa kepada wanita yang dihadapan ku ini. Namun aku tidak berdaya dengan semua itu. Andai aku bisa mengendalikan diri ku. Andai aku bisa menahan hasrat ku pada malam itu dan masih banyak andai-andai ku yang lain, ini semua ga akan pernah terjadi dan tidak akan berakhir seperti ini.


"Jadi aku harus bagaimana? Apa yang bisa aku perbuat untuk mu? Apa yang harus aku lakukan aga bisa sedikit mengobati kegundahan hati mu?" Tanya ku dengan nada yang frustasi, ya frustasi karena aku sudah tidak tau lagi jalan apa yang aku tempuh dan solusi apa yang bisa menyelesaikan masalah ini.


"Mas harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi kepada ku dengan jalan menikahi aku" ucap nya mantap dan langsung disambut dengan gelengan kepala ku. Dari awal aku sudah menyebutkan bahwa aku tidak mungkin melakukan itu semua.

__ADS_1


"Karena ini bukan hanya menyangkut tentang diri ku saja mas, bukan hanya tentang kesucian ku yang telah engkau renggut tapi ini mengenai buah dari kejadian malam itu mas. Ya aku hamil mas, 2 Minggu setelah kejadian itu aku merasakan gejala yang sebelumnya tidak pernah aku rasakan dan aku memberanikan diri untuk mencoba memakai tespect dan hasilnya...." ucapnya dengan bibir yang bergetar seolah tidak mampu untuk melanjutkan kalimatnya.


Braaaakkk.....


__ADS_2