Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
curhatan Bulan


__ADS_3

Seminggu berlalu setelah kejadian tersebut dan selama itu hubungan kami baik-baik saja dan malahan semakin maju dari yang sebelum-sebelumnya nya.


Aku pun sudah memantapkan hati ku pada mas Hara dan aku rasa sudah tidak ada lagi yang perlu aku ragu juga risaukan mengenai mas Hara. Aku sudah sepenuhnya yakin kepada mas Hara.


Aktivitas kami berjalan dengan lancar bahkan terkadang kami bagaikan anak SMA yang baru mengenal yang baru mengenal apa itu cinta seperti lima tahun yang lalu sewaktu kami masih awal-awal berpacaran.


Sore ini aku sudah bilang ke mas Hara bahwa aku ada janjian sama Bulan yaitu sahabat baik aku Dan kami juga sudah mulai berteman dari sewaktu SMA namun kita dipisahkan oleh pekerjaan dan kebetulan mas Hara juga lagi ga bisa jemput aku karena ada pekerjaan yang mendesak dan ga bisa ditinggalkan.


Oh iya semenjak kejadian seminggu yang lalu mas Hara yang mengantar sekaligus menjemput aku kerja. Sudah ku bilang kami bagaikan anak SMA yang masih manis-manisnya ketika berpacaran. Aku pun geleng-geleng dengan pemikiran ku itu.


Ku edarkan pandangan setelah sampai di tempat yang menjadi pilihan kami mengadakan janjian tersebut.


aku belum melihat Bulan, apakah dia belum sampai tapi biasanya kami akan sama-sama on time apabila ada janjian seperti ini.


Saat akan mengambil handphone di tas untuk menelpon Bulan guna memastikan keberadaanya namun sebelum itu terjadi pandangan ku sudah menemukan dia yang berada di tempat duduk bagian pojok cafe tersebut.

__ADS_1


Nampak lah Bulan yang tengah melamun dengan dunianya sendiri sambil mangaduk minumannya terlihat pandangannya yang kosong karena dia tidak menyadari kedatangan ku sementara aku berada di hadapannya dan juga bahkan tidak peduli dengan keadaan sekitar.


"Hai Lan, sudah lama? Maaf ya aku telat karena ada beberapa pekerjaan yang harus aku siapkan hari ini" ucapku sambil memegang bahu nya.


"Eh Ra udah datang, ngagetin aja. Ga kok aku juga baru datang, santai. Tapi kok aku ga lihat kamu datang ya'' ucap Bulan setengah kaget.


"Makanya jangan melamun jadi ga sadar kan aku datang" ucap ku kemudian.


"Siapa juga yang melamun orang aku hanya terlalu fokus mengaduk minuman ku" elak Bulan tapi masih kentara dia menyembunyikan sesuatu.


Bulan pun menarik nafas dengan pelan dan juga panjang seolah ga bisa lagi menyembunyikan dari aku.


"Aku ga tau harus mulai dari mana Ra, yang jelas sekarang aku kecewa banget sama mas Aji dan aku berharap tidak akan pernah bertemu lagi sama dia. Tapi aku masih sayang Ra" ujarnya dengan mata yang memerah dan berkaca-kaca dan diakhiri dengan nada pilu.


"Kenapa Lan? apa yang terjadi? Kalian lagi ada masalah?" Ucapku dengan tidak sabaran. Aku kenal mas Aji karena pernah beberapa kali bertemu walaupun ga sering dan selama yang aku kenal dia selalu bersikap lembut.

__ADS_1


"Mas Aji selingkuh Ra, kemarin aku mergokin dia lagi makan sama selingkuhannya". Bulan masih bisa menahan tangisnya tapi suara sudah mulai bergetar.


" Siapa tau mereka hanya teman Lan, jangan membuat asumsi Dulu" ucap ku sambil mengusap lengannya berharap itu bisa membuatnya tenang.


"Mana ada teman sambil rangkul-rangkulan Ra dan mana ada juga teman yang memanggil bee. Ga ada Ra, ga ada" ucapnya dengan air mata yang sudah mengenang dipelupuk matanya.


Kembali ku erat kan pegangan ku di tangannya guna memberi ia kekuatan


"Udah di tanya sama mas Aji nya langsung Lan?"


"Aku ga punya keberanian Ra, aku takut jawaban mas Aji benar dengan apa yang aku pikirkan dan aku tidak siap dengan itu" ia sudah tidak dapat membendung air matanya.


"Keluarkan saja Lan jangan di tahan biar kamu merasa plong" aku pun berpindah tempat duduk ke samping dan merangkul bahunya dan tangisnya semakin terdengar.


Aku hanya diam sambil terus memberikan usapkan di bahunya berharap itu memberikan kekuatan sekaligus ketenangan.

__ADS_1


Tangisan Bulan pun mereda setelah menangis sekitaran lima belas menit mengeluarkan sesak di hati nya.


__ADS_2