Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Bertemu Wanita itu


__ADS_3

Tidak terasa aku pun telah sampai di tempat aku dengan wanita itu janjian.


Sampai ada suara yang memanggil nama ku dan dia adalah rival ku, ya rival karena aku dan dia selalu berjuang dalam segala hal baik itu prestasi Waktu sekolah atau pun proyek pekerjaan pada saat sekarang ini dan yang paling lucu nya lagi bahkan dalam memperebutkan Rara kami juga masih rival. Kalau bersaing secara sehat sih gapapa lah ini dia selalu curang.


"Har, hallo kok malah bengong sih" ucap Rafa sambil melambaikan tangan ke muka ku.


"Eh Raf sorry lagi ga fokus tadi. Kamu bilang apa tadi?" Tanya ku dengan kaku.


"Ada apa disini? Bukan masalah pekerjaan kan? Atau menemui wanita mu di belakang Rara ya? " Tanya nya yang membuat aku gelagapan dan tidak tau mau menjawab apa.


Tapi tunggu-tunggu apa kah dia mengetahui tentang kejadian sebulan yang lalu atau dia dalang di balik semua ini. Tidak tidak aku tidak boleh berfikiran negatif dulu.

__ADS_1


"Darimana kamu tau bahwa aku mau menemui cewek?" Tanya ku dan setelah mengucapkan hal tersebut barulah aku sadar bahwa aku telah mengaku dengan sendirinya


"Nah kan aku aja ga ada bilang kamu mau menemui cewek, kamu sendiri yang bilang. Senjata makan tuan kan" katanya dengan senyum yang aneh.


"Ok lah aku duluan ya selesaikan masalah mu dengan baik sebelum semua terlambat " ujarnya sambil menepuk pundak ku mungkin berniat menenangkan. Tapi hal tersebut bukannya menenangkan tapi malah menambah rasa khawatir ku karena itu bukan tepukan menguatkan tapi mencemooh.


Tanpa memperdulikan perkataan Rafa aku pun melanjutkan langkah yang sempat tertunda tadi.


Langsung saja aku menghampiri nya dan aku melihat dia sedang fokus ke handphone nya tanpa menyadari kedatangan ku.


Sebenarnya aku juga belum kenal betul dengan nya, hanya saja ketika janjian dia sudah mengatakan ciri-ciri nya dan dia akan memakai baju apa.

__ADS_1


Dan juga di yakinkan dengan potongan-potongan ingatanku yang tidak begitu jelas.


"Ekhem... maaf sudah membuat mu menunggu" ucap ku membuka obrolan dan hal itu membuatnya sedikit terkejut.


"Eh iya mas gapapa, duduk aja mas" kata dan hanya ku angguki tanpa berniat merespon ucapannya.


"Aku minta maaf dengan kejadian waktu itu, aku benar-benar tidak sengaja dan kamu pun mungkin akan hal tersebut" ucap ku langsung saja tanpa basa-basi dan langsung ke inti permasalahanya.


"maaf juga bukan maksud ku untuk merendahkan mu, kalau mau minta pertanggung jawaban aku tak bisa melakukannya tapi kamu jangan khawatir aku bertanggung jawab dengan memberikan kompensasi atas sesuatu yang sangat berharga telah hilang dari mu gara-gara perbuatan ku walaupun itu bukan salah ku apalagi keinginan ku" sambung ku dan ku lihat muka wanita itu memerah seketika.


"Tuan yang terhormat ini bukan masalah tentang materi tapi ini menyangkut harga diri saya sebagai seorang wanita. Apa yang akan tuan rasakan kalau hal seperti ini terjadi pada saudari anda? Aku tidak menyangka bahwa anda memiliki pikiran sesempit itu "ujar nya dengan menggebu-gebu dan ini merupakan kalimat terpanjang nya membuat aku sedikit terperangah oleh kalimat yang seolah menyadarkan aku.

__ADS_1


"Maaf sekali lagi bukan maksud ku untuk merendahkan mu. aku benar-benar minta maaf dan aku juga tidak mungkin bertanggung jawab akan hal itu, karena....


__ADS_2