Menikah Dengan Calon Mertua

Menikah Dengan Calon Mertua
Terbongkar


__ADS_3

Jadi begini Yel, insyaallah hari Minggu aku akan datang dengan papa ku untuk menemui keluarga mu guna untuk membicarakan pernikahan kit....


Buug....


Seketika tas yang berada di tangan Rara terjatuh begitu saja. Seakan aku tidak percaya dengan apa yang aku dengar barusan. Walaupun volume suara itu tidak terlalu besar tapi aku yakin bahwa Suara itu adalah suara yang sangat aku kenali ya karena aku sangat yakin bahwa itu adalah suara mas Hara. Aku tidak salah pasti itu benar suara mas Hara.


Tapi aku harus memastikan bahwa orang tersebut benar mas Hara atau bukan, karena posisi nya membelakangi aku dan Bulan. Dan Bulan juga sama terkejutnya dengan aku hanya saja dia masih mampu bersikap biasa saja walaupun kaku dalam waktu yang bersamaan.


Segera aku memungut isi tas ku yang tadi sempat berceceran dan langsung saja aku berjalan ke meja yang aku yakini tempat orang yang ku duga adalah mas Hara. Namun aku masih berharap bahwa aku salah dengar tadi atau kalau pun benar yang aku dengar aku berharap itu hanya suara orang yang benar-benar sama suaranya dengan mas Hara.


Namun harapan ku menguap begitu saja setelah aku aku sampai di meja tersebut. Aku dapat memastikan bahwa orang tersebut adalah tidak lain tidak bukan merupakan mas Hara. Dan itu semakin di buktikan dengan reaksi mas Hara yang menegangkan seketika seolah baru ketahuan berbuat kesalahan.


Untuk di menit pertama aku benar-benar shock dan pikiran ku bleng seketika.


"Ra... Kamu gapapa" ucapan Bulan sekaligus tepukannya di pundak seketika menyadarkan aku. Dan mas Hara masih dengan ekspresi yang sama namun sekarang ia sudah berdiri. Aku sama sekali tidak menyadari itu.

__ADS_1


Namun sampai saat ini aku belum mampu mengeluarkan sepatah pun kata dari mulut ku. Aku menoleh ke wanita yang berada di hadapan mas Hara tadi dia hanya menunduk.


Aku kembali di sadarkan dengan remasan tangan mas Hara pada tangan ku, aku dapat merasakan bahwa tangan nya begitu dingin. Dan lagi lagi aku tidak menyadari kapan dia menggenggam tangan ku.


"Ra, mas mohon dengar dulu penjelasan mas ya. Jangan membuat asumsi sendiri. Ayo kita omongin baik baik" ucap mas Hara.


Namun aku belum memahami kondisi yang sebenarnya dan kembali aku disadarkan dengan tepukan Bulan di pundak ku untuk yang kedua kalinya mungkin.


"Apa apa yang aku dengar ba barusan mas?" Ucap ku dengan sedikit terbata-bata.


"Ga usah mas, langsung saja. Bisakan mas yang jelasin tanpa aku bertanya terlebih dahulu" ucap ku dengan melepaskan genggaman tangan mas Hara secara halus dan mata ku yang memicing meminta penjelasan kepada mas Hara.


"Ra mas mohon duduk lah dulu. Kita akan bicara baik-baik. Dan kamu sekarang sedang emosi makanya duduk dulu agar lebih baik" ucap mas Hara dan aku dapat melihat bahwa wanita itu berdiri dari tempat duduknya. Seakan mempersilahkan aku untuk duduk di tempatnya.


Namun aku tetap tidak mau duduk apalagi duduk di tempat wanita tadi. Tidak akan pernah.

__ADS_1


"Mas jelasin sekarang" ujar ku dengan nada tegas.


"Mas ga akan jelasin sebelum kamu duduk. Mas tau sekarang kamu lagi emosi dan tidak akan dapat mencerna apa yang akan mas sampaikan dengan baik. Jadi mas mohon duduk lah dulu Ra" ujar mas Hara dengan nada lembut seperti biasa mungkin mas Hara sudah bisa mengontrol dirinya sehingga sudah mampu bersikap biasa saja.


Aku pun menuruti kata-kata mas Hara untuk duduk dan dapat aku rasakan bahwa Bulan menuntun aku untuk duduk dan dia juga duduk di samping ku.


"kamu pun duduk lah Yel, tidak baik kamu terlalu lama berdiri " ucap mas Hara yang membuat aku kembali terpancing emosi. bagaimana dia bisa bersikap demikian sedangkan aku masih berada di hadapannya. Namun aku masih bisa mengontrol emosi dan hanya mengamati dua orang di hadapan ku tersebut. Dan wanita yang di panggil mas Hara si Yal Yel atau entah siapa pun itu pun duduk di samping mas Hara. lagi mas Hara mengarah pandangan ke arah ku dan langsung saja aku membuang muka.


"jadi gini Ra, m mas mas mohon maaf sebelumnya. mas ga tau harus ngomong dari mana. namun mas tau dan sadar sepenuhnya bahwa ini harus mas katakan juga" ucap mas Hara yang hanya aku respon dengan kerutan di dahi. karena aku sedang berpikir kemana arah pembicaraan ini.


"sekali lagi maaf Ra" ku lihat mas Hara menelan ludah seolah susah payah.


"k kami a akan me me menikah Ra"


pyaaarrr....

__ADS_1


__ADS_2