
🌹Sebuah Pesan
"Hah, apa ini" Ucap Aliya hawatir, pasalnya Aliya belum diberitahu bahwa dirinya sedang mengandung.
"Apa" Tanya Reihan hawatir, yang sudah berada didekat Aliya.
"Ini" Aliya menunjuk perutnya, dan menyodorkan tangan Reihan untuk menempel diperutnya.
Reihan yang sudah menempelkan tangannya diperut Aliya, seketika tersenyum bahagia. Itu membuat Aliya menyernyitkan alisnya, dan menatap heran kepada Reihan.
"Mi, dia bergerak mi" Ucap Reihan, sembari tertawa senang kepada Aliya dan mami. Mami hanya tersenyum bahagia, sementara Aliya masih menatap heran melihat ekspresi Reihan dan juga mami.
"Maksudnya apa" Tanya Aliya, membuka suara, setelah lama berlarut dalam keheranannya.
"Kamu itu hamil sayang, makanya dedek bayinya gerak-gerik" Jelas Reihan masih dengan senyuman bahagianya.
"Aku hamil" Tanya Aliya bingung.
"Iya hamil, sebentar ya mas panggilkan Dokter kandungan untuk memeriksa kehamilan kamu" Ucap Reihan. Semenjak Aliya siuman, Aliya bingung harus memanggil apa kepada Reihan. Akhirnya Reihan menyuruh Aliya untuk memanggil dirinya dengan sebutan mas saja.
Setelah memanggil Dokter, tidak berapa lama Dokter pun masuk dan memeriksa Aliya.
"Bagaimana Dok" Tanya Reihan
"Kandungan nona Aliya sangat sehat, dan sekarang bayi kembarnya sudah mulai aktif" Jelas Dokter itu
"Bayi kembar?" Ucap Aliya lirih, dengan pikiran yang semakin berkecamuk akan sebuah Bayi kembar yang Dokter itu katakan. Kembali Aliya merasakan sakit yang amat sakit disisi kepalanya, bayi kembar yang Dokter itu katakan seperti menusuk kepalanya dengan dalam, kata-kata itu bagaikan sesuatu yang amat dia senangi namun dia tidak dapat mengingat dengan jelas ingatan yang terlihat samar didalam pikirannya itu.
__ADS_1
"Awwwwww" Aliya meringis
"Sayang, kamu kenapa" Tanya Reihan hawatir
"Kepalaku sakit" Jawab Aliya
"Kamu istirahat saja dulu, jangan banyak berpikir nanti kepala mu sakit lagi" Ucap Reihan, sembari membaringkan tubuh Aliya.
Kringggg
Kringggg
Suara dering handphone mengejutkan Reihan yang sedang membantu Aliya merebahkan tubuhnya dikasur itu.
Reihan mengambil handphone didalam saku celananya. Dan dia melihat layar handphonenya itu ada sebuah pesan singkat dengan nomor tidak dikenal, dengan wajah datarnya dia membuka pesan itu.
"Datanglah ke markas, pelakunya sudah ketemu. Dari Kairo" Isi pesan itu
"Pesan dari Kairo" Jawab Reihan
"Reihan pergi dulu" Sambung Reihan lagi.
"Kemana" Teriak mami, ketika Reihan mulai pergi. Namun Reihan tidak menjawabnya dan berlalu pergi begitu saja.
Sementara ditempat lain,
"Jalankan rencana sesuai dengan apa yang telah kita buat, jangan sampai gagal" Ucap orang itu tegas
__ADS_1
"Jangan hawatir, serahkan semuanya padaku" Ucapnya sembari tersenyum licik.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,**********
Diruangan khusus, dimana tempat Kairo menjalankan misinya.
Reihan masuk kedalam sana, dengan wajah penuh amarah.
Dia melihat sosok asing yang sedang duduk disebuah bangku dengan tangan yang masih terikat.
Reihan langsung melajukan langkahnya mendekati orang itu dengan tangan yang sudah mengepal keras.
Bruuakkkkk
Sebuah pukulan mendarat hebat diwajah pria itu, dengan hati yang masih diselimuti amarah yang sangat dahyat, Reihan terus memukul orang itu tanpa henti hingga orang itu beberapa kali berteriak minta tolong.
Kairo yang mendengar teriakan itu, dengan langkah cepat, dia berlari menghampiri arah suara.
"Rei jangan" Teriak Kairo, memegang tubuh Reihan dengan kuat.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga