
🌹Kehilangan Aliya dan Mami
Sesampainya diruangan Aliya, Dokter Risa terhenti dengan mata membulat sempurna dan mulut menganga.
Sementara Reihan dan juga Kairo masih didalam perjalanan dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Reihan yang terlihat jelas kehawatiran diwajahnya, dia kembali menelpon Dokter Risa.
Tuutttt
Tuutttt
(Tersambung)
Seketika, Dokter Risa yang masih mematung ditempatnya langsung terperanjat dengan suara dering handphone miliknya.
"Bagaimana? Apakah Aliya masih ada diruangan nya?" Tanya Reihan hawatir, ketika Dokter Risa baru saja mengangkat teleponnya.
"Aliya tidak ada diruangannya" Ucap Dokter Risa, seketika Reihan menginjak pedal remnya.
"Apa" Ucap Reihan lirih, dengan perasaan yang amburadulnya.
"Ada apa?" Tanya Kairo penasaran yang berada disampingnya.
"Aliya, Aliya tidak ada didalam ruangan itu" Ucap Reihan.
"Sebaiknya kita memeriksa keadaan disana dulu" Ucap Kairo, Reihan langsung menuju rumah sakit.
__ADS_1
Dirumah sakit,
Reihan dan juga Kairo sudah berada diruangan Aliya. Disana sudah ada Dokter Risa beserta Dokter yang lainnya dan juga pengawal yang bertugas menjaga Aliya yang sudah menunggu sejak tadi.
Reihan menatap mereka dengan tajam, "Apa yang kalian kerjakan, kenapa sampai kalian tidak mengetahui ada penyusup yang membawa istri dan juga ibu saya pergi" Bentak Reihan, namun mereka semua menunduk takut.
"Jawab" Bentak Reihan lagi menggema disana.
Salah satu pengawal maju dengan langkah takut-takut. Reihan menatap tajam pengawal itu.
"Maaf tuan, tadi ada seorang perawat perempuan masuk kedalam ruangan nona Aliya. Kami semua tidak mencurigai itu, karena perawat yang datang kesini selalu berbeda. Lalu setelah perawat itu masuk, saya kebelet dan pergi ke toilet. Setelah saya kembali, nona Aliya dan juga nyonya tidak ada diruangannya, ketika saya akan mencari mereka tiba-tiba saja ada seseorang memukul saya dari belakang dan saya pingsan disini" Jelas pengawal itu kepada Reihan.
"Seperti apa orang itu" Tanya Kairo yang juga berdiri disamping Reihan.
"Dia memakai topeng tuan, melihat dari poster tubuhnya, sepertinya di seorang laki-laki" Jelas pengawal itu lagi.
Kairo dan juga Reihan nampak diam, dengan pikirannya masing-masing.
"Siapa sebenarnya yang membuat kekacauan ini" Batin Reihan.
"Sepertinya kita membutuhkan bantuan polisi untuk mencari Aliya" Ucap Kairo membuka suara.
Reihan nampak masih berpikir, dengan perasaan penuh tanya akan masalah ini.
"Baiklah, kamu urus semuanya. Aku akan mencari Aliya" Ucap Reihan
Kairo mengangguk, "Kalian semua, cek rekaman cctv seluruh ruangan. Jika ada yang mencurigakan, segera hubungi saya" Ucap Kairo lagi. Dan mereka semua mengangguk mengerti dan memberi hormat dan berlalu pergi dari sana.
__ADS_1
Kairo dan Reihan hendak pergi dari sana, namun seseorang menghentikan langkah mereka.
"Rei, aku ikut" Ucap Dokter Risa
Kairo dan Reihan menoleh ke arah suara, "Sebaiknya kamu disini saja, awasi semua orang yang ada disini. Saya takut ada orang dalam yang membantu penculikan Aliya, saya percayakan ini semua untuk mu" Ucap Reihan
"Baiklah" Ucap Dokter Risa pasrah.
Kairo dan juga Reihan berlalu pergi dari sana.
Setelah berada diruangan, Kairo kembali melacak nomor ponsel yang mengirim pesan kepada Reihan tadi.
Namun nomor telepon itu kini tidak terdeteksi, hal itu membuat Kairo mendecah kesal.
"Cih, Ternyata dia tidak seburuk yang aku bayangkan" Ucap Kairo kesal.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga
__ADS_1