Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Ruthless Mafia In Love


__ADS_3

Hai teman-teman. Rafizqi mau promo novel terbaru nih. Siapa tau ada yang mau mampir ya!


Ini cuplikan bab:


Kisah ini bermula di saat kejadian pembunuhan malam itu di rumah kediaman keluarga Vandalas.


Seorang anak bernama Reynand Vandalas berteriak ketakutan, di saat beberapa orang memukul sang ayah hingga babak belur. Senjata tajam yang mereka pegang pun membuat anak itu semakin gemetar ketakutan.


Dewi meraih Reynand dan membawanya lari menjauhi perkelahian, walaupun berat meninggalkan sang suami, namun Dewi tetap melangkah pergi demi untuk menyelamatkan anaknya Reynand.


Sesampainya di sebuah ruangan rahasia yang ada di lantai bawah tanah, Dewi duduk berjongkok seraya memeluk Reynand dengan erat.


Kedua tangannya melekat kepada kedua pipi anak laki-lakinya itu, dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipinya. Dewi berkata dengan lembut, "Anak mama yang pintar, kamu sembunyi dulu ya sayang. Mama mau menolong papa dulu" Ujar Dewi membujuk anaknya yang masih gemetar ketakutan. Air mata Reynand pun masih membasahi pipinya, dan tidak berhenti menangis.


"Husss, jangan nangis. Nanti penjahat itu mendengar kita disini. Sekarang diam ya, dan kamu harus sembunyi, mama janji akan kembali bersama ayahmu" Janji Dewi kepada anaknya.


Reynand pun berangsur diam setelah ibunya menenangkan dirinya. Reynand bersembunyi di balik lemari yang di dalamnya terdapat ruangan kecil dan cukup untuk dua orang didalamnya.


Dewi pergi dari sana dan menyusul sang suami.


Doarrrrrr.


Doarrrrrr.


Suara tembakan pun menggelegar, membuat anak itu semakin ketakutan dengan kedua tangannya menutupi kedua telinganya.

__ADS_1


Setelah 40 menit bersembunyi, Reynand keluar dari persembunyiannya. Setelah semuanya terdengar sunyi, Reynand yang tidak tau bagaimana keadaan ayah dan ibunya, segera keluar dari ruangan itu.


Reynand berlari menghampiri ayah dan ibunya yang sudah tergeletak tidak bernyawa. Darah bersimbah dimana-mana, anak itu tidak bergeming atau pun takut melihat darah yang banyak di seluruh ruangan. Hanya Suara teriakan Reynand yang memanggil ibunya dengan begitu memilukan. Anak yang baru berumur 7 tahun itu sudah menyandang sebagai anak yatim piatu tanpa ayah dan juga ibu.


****


"Reynand!"


Reynand seketika tersentak, lamunannya terbuyar seketika dikala seseorang meneriakinya dari ujung Pintu dapur.


"Kamu itu lagi ngapain sih? Disuruh ngambil minuman tapi gak di antar keluar. Kamu mau saya hukum lagi"


"Maaf Tante. Reynand lupa!" Jawab Reynand dengan takut.


"Apa? Lupa?"


Reynand membungkuk memohon ampunan kepada Renata, bibinya. Reynand yang masih menginjak umur 9 tahun, tidak tau apa-apa dunia diluar sana seperti apa. Dia selalu dikurung di rumah itu tanpa di ijinkan keluar oleh Renata.


"Maafkan Reynand Tante. Reynand janji gak akan melakukan kesalahan lagi" Ucap Reynand masih memohon kepada Renata.


Renata tersenyum miring, "Baik. sepuluh kali cambukan, maka aku akan memaafkan mu!" Ujarnya.


Reynand hanya terdiam, lalu mengangguk pelan. Hukuman seperti ini sudah biasa Reynand rasakan. Cambukan itu sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Reynand jika melakukan kesalahan.


***

__ADS_1


Malam hari.


Reynand duduk di di sebuah kursi di taman seraya menengadahkan kepalanya keatas. Bintang dan bulan itu terlihat begitu indah menghiasi langit.


"Ayah, Ibu. Aku merindukan kalian. Apa kalian juga merindukan aku? Kenapa kalian meninggalkan aku di dunia ini sendirian. Kalian pergi tanpa berpamitan kepadaku, kalian sudah berjanji akan kembali lagi. Tapi kenapa kalian tidak kembali? Aku sendirian, aku tidak punya siapa-siapa disini. Tante selalu menghukum ku jika aku melakukan kesalahan. Tidak ada yang menyayangiku disini ayah, ibu. Mereka semua jahat kepadaku. Apa kalian mendengar ku, aku merindukan kalian" Lirih Reynand dengan air mata yang sudah menjatuhi pipi. Suara tangis didalam kediaman, sangat menyiksa Reynand. Hidupnya bagaikan di dalam penjara, walaupun dia sendiri belum mengerti sebuah penjara.


Reynand pun menangis hingga ia tertidur pulas di bawah hamparan bintang. Angin malam yang menusuk jiwa, sudah tidak terasa lagi oleh Reynand. Karena setiap malam, ia selalu di suruh tidur di luar rumah atau disuruh tidur di gudang oleh Renata. Selama beberapa tahun terakhir, semenjak kedua orang tua Reynand meninggal, rumah itu sudah di ambil alih oleh Renata. Reynand tidak di ijinkan sedikit pun menyentuh barang-barang yang ada di dalam rumah.


Tubuh kecil itu meringkuk, dengan kedua tangannya memeluk kakinya yang kedinginan.


Sementara di tempat lain. Terlihat Renata menatap Reynand dengan tatapan tajam penuh kebencian.


"Maafkan aku kakak. Aku akan membuat anakmu menderita seumur hidupnya. Bahkan membunuhnya secara perlahan" Lirih Renata dengan tersenyum licik.


.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Yang penasaran, boleh mampir dan tap love nya di novel iniπŸ‘‡πŸ‘‡



__ADS_2