Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Niat Buruk Mami


__ADS_3

🌹Niat Buruk Mami


Keesokan harinya,


"Sayang bangun" Ucap Aliya, sedikit menggoyangkan tubuh Reihan pelan dan berdiri disamping ranjang Reihan.


Reihan sedikit menggeliat, "Ada apa sayang" Balas Reihan, dengan suara seraknya khas bangun tidur.


"Udah pagi nih, kamu kecapekan ya karena semalam bergadang?" Tanya Aliya hawatir.


"Nggak kok, aku mau mandi dulu ya" Ucap Reihan, dan bangun dari tidurnya. Aliya hanya mengangguk mengiyakan.


Setelah itu Reihan pergi kekamar mandi, tidak berapa lama Reihan pun keluar.


Reihan menyernyitkan sebelah alisnya, menatap heran kepada Aliya yang sedang duduk melamun ditepi ranjang tidurnya dengan tatapan yang kosong.


Karena merasa hawatir dan juga penasaran, Reihan mendekati Aliya.


"Sayang ada apa" Tanya Reihan, seketika Aliya terperanjat karena tidak menyadari bahwa Reihan sudah berada didekat dirinya.


"Haaaah, iya" Jawab Aliya spontan.


"Kamu kenapa? kok ngelamun" Tanya Reihan lagi.


"Nggak kok" Jawab Aliya


"Bener gak ada apa-apa" Tanya Reihan lagi memastikan.


"Iya nggak ada apa-apa, aku cuma sedikit bosan aja nungguin kamu lama mandinya" Ucap Aliya manja sedikit terkekek.


"Ya udah maaf ya" Balas Reihan, mencium kening Aliya. Aliya tersenyum bahagia.


"Andai kamu tau yang sebenarnya" Batin Aliya.

__ADS_1


Flashback 🌹


30 menit sebelum membangunkan Reihan.


"Aliya" Panggil mami, sedikit memutar bola matanya malas.


"Iya mam" Jawab Aliya, dan menghentikan kegiatannya menyiapkan sarapan.


"Ikut mami dulu, mami ingin bicara" Ucap mami lagi.


"I-iya" Balas Aliya dengan wajah herannya.


"Tidak seperti biasanya mami ingin bicara kepadaku" Batin Aliya, tanpa berpikir lagi Aliya langsung mengikuti langkah mami. Mami membawanya kedalam kamarnya, hal ini tentu semakin membuat Aliya penasaran.


"Duduk" Ucap mami dingin


Aliya duduk disofa panjang didalam kamar mami, dan mami duduk disamping Aliya masih dengan wajah dinginnya.


"Ada apa mi" Aliya memberanikan diri membuka pembicaraan.


"Apa ini mi" Tanya Aliya bingung.


"Ini obat penggugur kandungan" Ucap mami spontan.


Deg,,,,,,,,Aliya merasa tersambar petir di siang bolong. Aliya membelalakkan matanya, terkejut mendengar perkataan mami. Seketika Aliya memegang perutnya, bagaimana mungkin seorang ibu mertua ingin membunuh calon cucunya sendiri, begitulah yang ada didalam pikiran Aliya.


"Maaf mi, Aliya tidak bisa" Jawab Aliya dengan tegas.


"Heh, kamu berani melawanku. Kamu pikir aku akan mengakui bayi didalam kandungan kamu itu cucuku begitu?" Ucap mami emosi, yang sudah berdiri dari duduknya.


Aliya pun juga berdiri dari duduknya dengan sorot mata tajamnya.


"Maaf mi bukannya aku ingin menentang mami, tapi aku tidak bisa melakukan itu. Apa mami begitu berani melakukan ini semua, Mami tau betul bagaimana sifat Reihan yang sangat temperamen itu. Dia bisa membunuh siapa saja, apalagi menyangkut bayi didalam kandungan ku. Mami tau betul bagaimana Reihan menyayangi anak ini, sekali lagi maafkan aku mi, aku tidak berani. Jika mami memang berani silahkan dicoba, hadapi kemarahan Reihan setelah itu" Ucap Aliya

__ADS_1


Mami nampak diam, sedikit dengan pikirannya entah kemana.


"Aliya memang sudah besar kepala, berani sekali dia berbicara seperti itu. Tapi aku tidak bisa terlalu gegabah" Batin mami.


"Bagaimana mami, apa mami sudah memikirkan nya" Tanya Aliya lagi.


"Pergi dari sini" Usir mami. Nampak Aliya tersenyum tipis.


"Syukurlah mami tidak melanjutkan niatnya yang ingin membunuh anakku ini" Batin Aliya


"Ohh ya mi, mami kemarin ulang tahun ya. Maaf ya mi, Aliya gak bisa dateng karena Aliya seeikit merasa pusing" Ucap Aliya lagi.


"Aku malah bersyukur jika kamu tidak datang, memalukan diriku saja" Jawab mami ketus.


Aliya tidak mendengarkan perkataan mami, karena Aliya tau saat ini mami memang belum bisa menerimanya dirinya.


"Mi aku ada hadiah untuk mami, bentar ya" Ucap Aliya, Sementara mami tidak menjawab perkataan Aliya. Aliya pergi keluar kamar itu dan mengambil sekotak kado bewarna hijau dan berhiaskan pita disana. Setelah itu, Aliya kembali masuk kedalam kamar mami.


"Ini mi hadiahnya" Aliya memberikan sebuah kotak kado kepada mami.


Mami tidak menggubrisnya, iya malah tidak mengambil kado dari Aliya.


"Aku tidak butuh hadiah murahan dari kamu" Ucap mami ketus.


"Ya udah aku letak disini ya, tolong dibuka ya mi" ucap Aliya, setelah meletakan kado itu diatas meja, Aliya langsung pergi dari sana.


Flashback off 🌹


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia

__ADS_1


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2