
🌹Kembali Tidur Sekamar
"Kasihan sekali Sarah, harus kehilangan kedua orang tuanya" Aliya menjadi murung, dengan kepala yang sudah menunduk.
"Kenapa kok sedih" Tanya Reihan heran, Aliya hanya menggeleng.
"Tidak suamiku, aku hanya kasihan kepada Sarah" Jelas Aliya
"Sebenarnya aku teringat dan sangat merindukan ayah, hingga saat ini aku belum pernah pergi ke makam ayah" Batin Aliya
"Sudahlah, ayo kita kembali kekamar utama" Ajak Reihan, sembari tersenyum manis.
"Kamar utama" Tanya Aliya ragu. Aliya benar-benar bingung. Di satu sisi, iya ingin sekali bisa tidur ke kamar itu lagi, tapi di sisi lain ada mami yang selalu mengancam Aliya dengan ingin menceraikan Aliya dan Reihan jika Aliya pindah dan tidur bersama Reihan lagi. Karena mami tidak ingin Aliya hamil anaknya Reihan.
"Kenapa? Kok bingung gitu" Tanya Reihan
"Suamiku, kenapa harus pindah kesana. Disini juga nyaman" Jelas Aliya
"Ada apa, bukankah itu kamar kita. Kenapa tidak ingin pindah" Tanya Reihan menyelidik.
"Takut sama mami?" Sambung Reihan lagi.
"Ahhhh, nggak kok suamiku" Elak Aliya.
"Udah ayo, jangan pikirkan mami" Reihan menarik tangan Aliya menuju keluar kamar Aliya.
"Tapi barang-barang ku" Ucap Aliya sambil menahan langkahnya.
"Biar Bik Ina yang mengurus itu semua" Balas Reihan.
Aliya kini tinggal pasrah, mengikuti langkah Reihan menuju kamar utama milik Reihan.
__ADS_1
Didalam kamar, Reihan memerintahkan Aliya untuk mandi. Setelah Aliya selesai mandi, kini giliran Reihan yang mandi.
Setelah selesai mandi, jam makan malam pun tiba.
"Sayang, ayo kita kebawah untuk makan malam" Ajak Aliya.
"Makan disini saja, biar Pak Jaya yang mengantarnya kesini. Kamu cukup duduk manis disini dan menunggu makanannya" Jelas Reihan.
Reihan menghubungi Pak Jaya menggunakan telepon khusus memanggil pelayan. Reihan menyuruh Pak Jaya untuk mengantarkan makanannya ke kamar.
Tidak beberapa lama, Pak Jaya pun datang dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman.
Sementara dimeja makan, "Dimana Reihan Bik" Tanya mami yang sudah duduk di meja makan bersama Sarah.
"Tuan Reihan ada di kamarnya nyonya" Balas Bik Ina
"Cepat panggil, dan suruh untuk makan malam" Perintah mami
"Tuan sudah makan nyonya" Jelas Bik Ina
"Di kamarnya nona, tadi tuan minta diantarin makanannya kekamar"
"Apa dia makan sendiri, sebaiknya aku kesana mami" Ucap Sarah yang sudah berdiri, mami mengangguk mengiyakan.
"Tapi nona,,,,,," Bik Ina menjeda perkataannya.
"Kenapa" Tanya Sarah heran.
"Dikamar tuan sudah ada nona Aliya yang menemaninya" Jelas Bik Ina
Wajah Sarah berubah menjadi masam, kini iya kembali duduk ke bangku miliknya.
__ADS_1
Sementara didalam kamar, Aliya dan Reihan bercanda ria sambil mengiringi makanan yang mereka makan.
"Sayang aku sudah kenyang" Ucap Aliya, menolak disuapi oleh Reihan lagi.
"Baiklah, Sekarang minum" Reihan memberikan segelas air untuk Aliya.
Setelah selesai makan, Reihan dan Aliya sudah berbaring dikasur dengan posisi yang sudah berpelukan dan kepala Aliya sudah bersandar didada bidang Reihan.
"Huuuuuaaaaahammmm" Aliya menepuk bibirnya pelan beberapa kali.
"Sudah mengantuk" Tanya Reihan. Aliya hanya mengangguk dan sesekali mengusap pelupuk matanya yang sudah mulai gatal akibat mengantuk.
"Tidurlah" Ucap Reihan, mengusap lembut pucuk rambut Aliya.
Aliya tersenyum manis kepada Reihan, "Selamat malam suamiku" Ucap Aliya, mengecup lembut pipi Reihan.
"Selamat malam juga istriku" Ucap Reihan, sembari membalas senyuman manis dari Aliya.
Aliya mulai memejamkan matanya, disaat Reihan terus menerus mengusap lembut pucuk kepalanya. Terasa ada kenyamanan disaat Reihan membelai lembut rambutnya itu.
Setelah Aliya mulai tertidur pulas, Reihan merebahkan kepala Aliya ke bantal dengan hati-hati.
Reihan mengecup lembut bibir serta kening Aliya, namun Aliya tetap saja tertidur pulas disana.
Kini Reihan pun mulai tertidur dengan memeluk tubuh Aliya layaknya sebuah guling.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga