
🌹Mencari tau kebenaran
"Maksud mami apa" Tanya Reihan bingung.
Dengan penuh rasa bersalah, mami menghela nafas berat.
"Mami yang sudah melarang dia untuk menjaga Aliya, mami tidak menyangka bahwa Aliya menjadi seperti ini" Jawab mami sedikit tertunduk.
"Apa? Kenapa mami melarangnya" Tanya Reihan emosi
"Karena mami tidak menyukai Aliya, mami sangat menyesal karena sudah membenci Aliya selama ini. Aliya sudah mengorbankan nyawanya untuk menolong mami, mami juga tidak tau kenapa mobil itu tetap melaju kencang disaat mami melewati jalan itu" jelas mami dengan air mata penyesalan keluar dari pelupuk matanya.
"Benar tuan, dari yang saya lihat, sepertinya orang itu sengaja ingin menabrak nyonya. Tapi waktu itu nyonya tidak menyadarinya, dan nona Aliya yang dengan sigap langsung menolong nyonya dan akhirnya nona Aliya yang malah tertabrak" Jelas bodyguard itu, membenarkan perkataan mami.
Reihan nampak berpikir dalam diamnya.
"Roi" Panggil Reihan namun masih dengan wajah masamnya.
"Iya tuan" Jawab Roi
"Cari informasi mengenai Kecelakaan ini, pastikan orang yang menabrak Aliya kamu dapatkan sebelum polisi mendapatkannya" Perintah Reihan
__ADS_1
"Baik tuan" Jawab Roi tegas, dan sedikit membungkuk kemudian berlalu pergi dari sana.
"Tunggu" Suara seseorang menghentikan langkah Roi, dan semua orang yang ada didalam ruangan itu menatap kearah suara.
"Kairo" Ucap mami lirih dengan mata yang sudah berbinar-binar, menatap anak angkatnya yang selalu dia rindukan itu.
Kairo melangkah mendekati mami dan Reihan, "Tan, tante baik-baik saja kan" Tanya Kairo hawatir. Sambil memeluk tubuh mami dengan erat.
"Tante baik-baik saja nak" Balas mami dengan membalas pelukan hangat putranya itu.
Kairo melepaskan pelukannya dari mami, dan kini dia beralih menatap sendu seorang perempuan yang selalu dia kagumi karena ketulusan hatinya, yang merupakan kakak iparnya sendiri.
"Aku yang akan mencari orang itu, dan menghukumnya atas apa yang dia lakukan untuk Aliya" Ucap Kairo dengan sudah mengepal erat tangannya karena saking merasa geram.
Kairo berbalik badan, dan menghadap Reihan. "Kamu jangan hawatir, selama ada aku disini semua masalah akan aku selesaikan dengan cepat. Kamu harus fokus merawat Aliya saja, biarkan aku saja yang mencari keberadaan orang yang sudah mencelakai Aliya" Ucap Kairo tegas, dengan penuh keyakinan.
"Baiklah, aku serahkan semuanya padamu" Balas Reihan. Dan Kairo hanya mengangguk.
"Ayo" Ucap Kairo kepada Roi yang sejak tadi hanya berdiri mematung diambang pintu.
Roi yang menerima perintah itu langsung mengikuti saja kemana Kairo pergi.
__ADS_1
Masih diruangan rawat Aliya, Reihan masih duduk disamping tempat tidur Aliya dengan masih memegang tangan Aliya dan mencium pucuk tangan Aliya lembut.
Sementara bodyguard itu, masih mematung dengan tangan yang bersilang kebelakang.
"Tuan" Ucap Bodyguard itu memberanikan diri untuk berbicara.
Reihan tidak menjawab, dan hanya sedikit menoleh ke arah suara.
"Ijinkan saya membantu tuan Kairo untuk mencari keberadaan orang yang mencelakai nona muda, saya ingin menebus kesalahan saya dengan menangkap pelaku Kecelakaan itu" Jelas bodyguard itu, dengan wajah sedikit menegang. Pasalnya dia begitu gugup untuk berbicara, namun dia sangat ingin membantu Kairo dalam menuntaskan ini semua.
"Pergilah, dan buatlah dirimu berguna untuk ku" Ucap Reihan dingin.
Bodyguard itu pergi, dengan sedikit membungkuk memberi hormat kepada Reihan.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga