Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Mencintai Orang salah


__ADS_3

🌹Mencintai Orang salah


"Mami habis dari mana" Tanya Reihan melihat ibunya yang baru datang dan duduk disofa samping Reihan.


"Dari stasiun televisi" Jawab ibunya singkat.


"Ngapain" Tanya Reihan


"Kamu gak tau si Hendra itu meninggal" Tanya ibunya balik.


"Tentu saja aku tau Mami" Ucapnya malas


"Jadi mami ke stasiun televisi itu ingin mengklarifikasi bahwa Keluarga mereka itu adalah penipu, makanya mami kesana" Jelas ibunya


"Untuk apa" Tanya Reihan


"Untuk membuat keluarga Hendra semakin menderita dan tersiksa karna malu atas perbuatan Hendra dulu" Jelas ibunya


"Apa mami sudah memikirkan semua ini" Tanya Reihan kembali


"Tentu saja sudah" Jawab ibunya dengan percaya diri


"Aku udah melihat kabar-kabar yang melenceng di media televisi, apa mami tidak takut jika Alira melapor mami ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik" Tanya Reihan dengan wajah serius.


Seketika ibunya itu terdiam, "Ahh mana mungkin Alira itu bisa melakukan itu, dia kan sudah miskin, mana bisa membayar pengacara untuk melawan mami" Ucap ibunya dengan berani.


"Mami tidak mengenal Alira, dia adalah wanita yang licik dan pandai mengubah situasi" Jelas Reihan


"Sudahlah, mami tidak mau mendengar apapun lagi. Alira hanyalah sampah yang tidak berguna, sama persis seperti Aliya itu" Ucap ibunya dan berlalu pergi menuju kamar miliknya.

__ADS_1


"Ohh ya Reihan, ngomong-ngomong dimana Sarah" Tanya ibunya kembali dengan berbalik badan menghadap Reihan.


"Pergi" Jawabnya singkat


"Kemana"


"Gak tau" Jawab Reihan


"Ahhh, percuma bertanya sama kamu. Ingat ya dua bulan lagi kamu akan menikah bersama Sarah" Ucap ibunya mengingatkan Reihan.


"Mi jangan bahas itu lagi" Ucap nya kesal


Ternyata tanpa Reihan dan ibunya sadari, dilantai atas sudah ada Aliya yang sejak tadi berdiri dan mendengar percakapan mereka.


"Seharusnya aku tidak mencintai orang sepertimu Reihan, Kenapa aku sangat ceroboh dalam menjaga hatiku ini. Ayah maafkan aku, disaat ayah meninggal aku bahkan tidak bisa bertemu ayah hik hik hik" Batin Aliya yang sudah menangis terisak-isak.


"Aku bahkan mencintai orang yang salah, aku harus menghubungi kak Alira" Ucap Aliya lirih dan menuju kamar miliknya.


Aliya membuka beberapa sosial media milik Alira, karena Aliya tidak memiliki nomor teleponnya maka Aliya memutuskan untuk menghubungi Alira dengan akun sosmed nya saja.


"Kak dimana, kak maafin aku ya aku gak bisa kesana untuk mengantar ayah di peristirahatan terakhirnya " Isi pesan yang Aliya kirim.


"Kak gimana kabar kakak dan mama" Aliya mengirim pesan lagi


"Duhh, kakak kok lama bales nya" Gerutu Aliya kesal, sesekali melirik ke pintu.


Aliya mencoba menelpon Alira dengan akun sosmed miliknya, "Angkat kak, angkat...." Ucapnya geram,


"Sebaiknya aku hapus pesan ini agar Reihan tidak tau" Ucapnya lagi

__ADS_1


Sementara Reihan tersenyum licik diruang kerjanya, "Aliya, Aliya, kau ingin menghubungi Alira rupanya. Kau pikir dengan menghapus pesan dan riwayat akun mu itu aku tidak akan tau" Ucap Reihan meringai,


Aliya menghela nafas kasar, "Aku benar-benar tidak mengerti, disaat aku ingin menghubungi kak Alira. Tapi malah tidak bisa" Ucapnya frustasi


Krekkkkk


Suara pintu dibuka, Aliya benar-benar terkejut dan langsung melempar Handphone miliknya kearah pintu.


"Awwwwwww" Yang benar saja, lemparan Aliya benar-benar tepat sasaran.


"Apa yang kau lakukan" Teriak Reihan geram.


"Maaf aku tidak sengaja" Ucap Aliya malas


"Syukurin, walaupun gak sengaja tapi aku senang. Ternyata handphone ku benar-benar mendarat dikepalanya" Batin Aliya


"Iisssss, dasar wanita aneh. Ngapain sih kamu terkejut aku buka pintu? Jangan-jangan kamu lagi ngelakuin sesuatu ya, atau kamu menyembunyikan sesuatu" Ucap Reihan meringai


"Dasar ya pria gila, bahkan dia menebak saja bisa benar seperti itu" Batin Aliya


"Nggak, aku cuma terkejut aja" Jawab Aliya


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili

__ADS_1


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2