Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Suasana Haru Dan Menyedihkan


__ADS_3

🌹Suasana Haru Dan Menyedihkan


Nampak Dokter itu menghela nafas berat.


"Ayo buk pergi keruangan saya dulu, ada yang perlu saya jelaskan mengenai kondisi nona Aliya" Ucap Dokter itu.


Mami hanya mengangguk mengiyakan, dan mengikuti Dokter itu menuju ruangannya.


Setelah sampai diruangan kerja Dokter itu, "Silahkan duduk buk" Dokter itu mempersilahkan mami untuk duduk.


Setelah mami duduk, Dokter itu pun mengambil sebuah dokumen mengenai kondisi Aliya.


"Begini buk, bayi didalam kandungan nona Aliya sekarang baik-baik saja. Untung saja nona Aliya cepat dibawa kesini, jadi kami masih bisa menyelamatkan calon bayi dan memberikannya obat menguat janin. Namun,,,,,,,,,," Ucap Dokter itu sedikit menggantung kata-katanya.


"Namun apa Dok." Tanya mami penasaran. Dan juga rasa hawatir.


"Namun,,,,,,,, Keadaan ini bisa saja berubah sewaktu-waktu, karena nona Aliya masih dalam masa kritis. Pendarahan dikepala nona Aliya cukup berakibat fatal jika keadaan nona Aliya semakin memburuk, dan itu juga sangat mempengaruhi janin yang ada didalam perutnya. Dan saya juga harus menyampaikan kabar buruknya,,,,," Jelas Dokter itu sedikit dengan wajah sedihnya.


"Apa Dokter" Tanya mami, semakin merasa hawatir.

__ADS_1


"Kabar buruknya, setelah nona Aliya melewati masa kritisnya dan sadar dari koma. Kemungkinan nona Aliya akan kehilangan ingatannya, karena benturan dikepalanya begitu kuat dan hal itu akan mempengaruhi daya ingatnya" Jelas Dokter lagi.


"Apa" Ucap mami dengan mulut menganga, dan mata yang sudah meluncurkan kristal bening miliknya.


Malam harinya,


Reihan yang baru sampai dirumah sakit, dengan mata merahnya karena menangis sepanjang perjalanan. Dengan langkah seribu dia menuju sebuah ruangan yang sudah maminya beritahu tadi melalui sebuah pesan singkat.


Di kamar VIP khusus Keluarga Anggara, Reihan sudah berdiri diambang pintu masuk dengan langkah yang berat dan air mata yang sudah meluncur dari pelipis matanya.


Dia menangkap sosok yang sudah iya cintai dengan sepenuh hati, sedang terbaring lemah tidak berdaya dikasur rumah sakit dengan banyak peralatan rumah sakit yang mengelilingi tubuh istrinya itu, serta suara monitor hemodinamik yang terdengar nyaring didalam ruangan itu.


"Aliya" Ucapnya lirih, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Aliya maafkan aku, maafkan aku yang tidak bisa menjaga kamu dengan baik" Ucap Reihan dengan suara isakkan tangisannya dikala mengiringi rasa bersalah nya.


Mami yang melihat itu menatap sedih kepada anak semata wayangnya itu. "Rei, sabarlah. Aliya akan baik-baik saja" Ucap mami mencoba menenangkan Aliya.


"Mi, apa yang terjadi sebenarnya, dan apa kata Dokter" Tanya Reihan sedikit menoleh ke arah mami, namun tangannya masih memegang erat tangan Aliya.

__ADS_1


Mami mulai menceritakan semuanya kepada Reihan, termasuk awal mula mereka berada dirumah sakit hingga Aliya mengalami kecelakaan dan menolong dirinya dari tabrakan mobil itu.


Lalu setelah itu mami menceritakan semuanya yang Dokter katakan kepadanya diruangan Dokter tadi.


Reihan menatap tajam kepada bodyguard itu, "Kenapa kamu membiarkan Aliya sendirian, bukankah sudah saya ingatkan bahwa kamu harus menjaga Aliya dan jangan sampai dia terluka walau seujung kuku pun" Teriak Reihan emosi, yang sudah memegang kencang kerah baju bodyguard itu.


"Ma-maaf tuan" Ucap bodyguard itu ketakutan.


"Rei, Rei, tenanglah nak. Semua ini bukan salah dia, tapi ini semua salah mami" Ucap mami dengan penuh rasa bersalah. Reihan menatap bingung kepada mami.


"Maksud mami apa" Tanya Reihan bingung.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.


Terimakasih ❤️


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia

__ADS_1


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2