
🌹Sesuatu Bergerak
"Tuan, saya permisi dulu" Ucap Dokter itu, namun Reihan masih terhanyut didalam pikirannya.
Karena tidak mendapat jawaban dari Reihan, Dokter itu pergi begitu saja setelah berpamitan kepada Reihan.
Nampak mami yang sedang berjalan menuju kamar Aliya, menatap heran dan mempercepat langkahnya mendekati Dokter itu.
"Dok apa yang terjadi" Tanya mami
Dokter itu menghentikan langkahnya, dengan sedikit memberi hormat.
"Nona Aliya sudah sadar nyonya" Jawabnya
"Benarkah" Balas mami dengan senyuman sumringah, tanpa berbicara lagi, mami langsung berlari dengan perasaan bahagia dan masih memegang sebuah tas berisikan makan yang dia bawa.
Didalam Ruangan rawat Aliya.
Mami menyipitkan matanya, menatap Reihan penuh tanya.
"Rei, kenapa kamu mematung seperti itu. Bukankah Aliya sudah sadar" Tanya mami yang sudah berada didekat Reihan.
Reihan seketika terkejut akan kehadiran mami diruangan itu, "Mi, kapan datangnya" Tanya Reihan
__ADS_1
"Dasar ya, maminya datang dia malah gak sadar. Kamu kenapa, dan kenapa Aliya masih tertidur? Bukankah dia sudah sadar" Tanya mami bingung.
"Aliya memang sudah sadar mam, sekarang dia sudah diberi obat dari Dokter agar dia bisa istirahat dengan cukup. Tapi,,,,,," Ucap Reihan menggantung kata-katanya. Dan hal itu tentu membuat mami begitu penasaran.
"Tapi apa" Tanya mami tidak sabaran.
"Tapi Aliya tidak mengenaliku mi" Jawab Reihan dengan wajah sedihnya.
Setelah mendengar perkataan Reihan, mami nampak diam dengan menatap Aliya dan Reihan secara bergantian.
Mami mendekati Reihan dan memeluk Reihan dengan erat, seketika Reihan yang dipeluk maminya kini sudah menangis tersedu-sedu, mengeluarkan kesedihan dan tangisnya yang sejak tadi iya tahan.
"Mi, bagaimana jika Aliya melupakan aku untuk selama-lamanya mi" Ucap Reihan disela tangisannya.
Mami mengusap punggung Reihan, sembari menenangkan Reihan.
Mami melepaskan pelukannya, kini dia menatap wajah Reihan dengan dalam, dan mengusap air mata Reihan dengan kedua tangannya.
"Aliya sudah banyak menderita selama ini, mungkin ini adalah karma untuk kita karena telah menyiksa dia yang jelas-jelas tidak bersalah. Kamu harus semangat, buat Aliya kembali mencintai kamu, buat dia bahagia, dan yang paling penting sekarang Aliya masih baik-baik saja dan buatlah lembaran baru bersama Aliya" Ucap mami, sembari tersenyum manis kepada Reihan untuk menyemangati Reihan.
"Baik mi, Reihan berjanji akan membuat Aliya bahagia" Balas Reihan dengan penuh keyakinan. Mami tersenyum manis kepada Reihan dan mengusap kepala Reihan dengan lembut.
Malam harinya,
__ADS_1
Aliya sudah bangun dari tidurnya, mami sudah memperkenalkan dirinya kepada Aliya. Nampak Aliya masih canggung kepada Reihan yang mengatakan bahwa dirinya adalah suaminya sendiri.
Berselang beberapa hari,
Aliya sudah semakin membaik, kini dia sudah bisa bangun dan duduk. Tentunya dengan bantuan dan perhatian Reihan yang diberikan penuh untuk dirinya, sehingga Aliya bisa memulihkan tubuhnya lebih cepat dari perkiraan Dokter.
"Ini gado-gadonya, kamu menyukai ini kan" Tanya Reihan dengan menyodorkan sebungkus gado-gado kepada Aliya.
Aliya nampak tersenyum manis, tanpa menjawab Aliya langsung mengambil gado-gado itu dan memakannya hingga habis.
Reihan tersenyum bahagia melihat Aliya yang sudah mulai mempercayai dirinya, "Aku tau kamu begitu menyukai gado-gado itu, untung saja Dokter itu mengingatkan aku untuk memberikan apa yang kamu sukai, agar pemulihan ingatan kamu semakin membaik" Batin Reihan
Setelah selesai memakan gado-gado itu, Aliya merasakan seperti sesuatu bergerak diperutnya.
"Hah, apa ini" Ucap Aliya hawatir, pasalnya Aliya belum diberitahu bahwa dirinya sedang mengandung.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga