
🌹Pemeriksaan Aliya
"Jika itu benar tentu aku merasa bahagia, tapi apa hubungannya denganku jika Aliya hamil" Tanya Reihan bingung
"Tentu saja ada hubungannya, karena kamu kan ayah dari anaknya. Hal seperti ini sering terjadi, istrinya yang hamil dan suaminya yang ngidam. Begini saja, kita pergi memeriksa Aliya saja" Saran Dokter Risa.
"Baiklah, aku juga tidak sabar menunggu kabar bahagia ini" Ucapnya, sedikit bersemangat.
Reihan dan Dokter Risa pun pergi dari sana, menuju rumahnya.
Setelah sampai dirumah, Reihan dan Dokter Risa pun masuk dan mencari keberadaan Aliya.
"Bik, dimana Aliya" Tanya Reihan ketika berada diruang tengah.
"Dikamar tuan" Jawab Bik Ina, sambil memandang heran menatap Dokter Risa.
"Siapa yang sakit? Aku rasa nona Aliya tidak sakit" Batin Bik Ina.
Reihan dan Risa pun pergi kekamar Reihan dengan menaiki tangga.
"Aliya" Seru Reihan, ketika sudah membuka pintu kamarnya.
Aliya tengah menonton TV, refleks langsung terkejut.
"Sayang, ada apa? cepat sekali pulangnya" Tanya Aliya bingung
"Dokter Risa juga disini" Sambung Aliya lagi, ketika melihat Dokter Risa juga ikut mengekor di belakang Reihan.
Dokter Risa hanya tersenyum tipis,
__ADS_1
"Iya, dia ingin memeriksa kamu" Balas Reihan
"Aku?" Tanya Aliya bingung sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Aku tidak sakit" Sambung Aliya lagi
"Gak apa, saya hanya memeriksa keadaan nona Aliya saja" Balas Dokter Risa.
"Tapi saya benar-benar tidak sakit" Ucap Aliya membantah ingin diperiksa.
"Sudah ayo, sekarang kamu duduk disini dan Dokter Risa akan memeriksa kamu, Ok" Ucap Reihan, dengan membawa Aliya duduk diatas kasur.
Aliya hanya pasrah, dan mengikuti saja kemauan Reihan.
"Silahkan diperiksa" Ucap Reihan kepada Dokter Risa.
Dokter Risa hanya mengangguk mengiyakan, dan mulai memeriksa Aliya.
"Kenapa, aku kan suaminya" Protes Reihan
"Ini demi kelancaran pemeriksaannya, jika tuan ingin hasilnya bagus maka tuan harus keluar dulu" Ucap Dokter Risa. Dokter Risa sengaja menyuruh Reihan keluar, karena Dokter Risa ingin lebih leluasa mengobrol dengan Aliya sambil memeriksa Aliya. Jika Reihan tidak keluar, itu akan menyulitkan dia untuk berbicara dengan Aliya, apalagi dengan sifat Reihan yang sedikit cerewet.
"Iya sayang, tidak apa-apa. Kamu keluar saja dulu" Ucap Aliya
Reihan dengan terpaksa harus keluar, tanpa menjawab Aliya, Reihan pergi begitu saja.
Namun setelah berada diluar, Reihan malah tidak merasa tenang. Rasa ingin tahunya membludak, iya mengepal tangannya yang terasa panas dingin, serta wajahnya yang terlihat tidak sabaran.
Reihan membuka pintu kamarnya perlahan, berniat ingin mengintip dan menguping pembicaraan Dokter Risa dan Aliya.
__ADS_1
Namun, niatnya itu diketahui oleh Dokter Risa. "Ehem, ehm" Dokter Risa sengaja berdehem.
"Sampai segitunya rasa penasaran kamu Reihan, hik" Batin Dokter Risa, tertawa geli didalam hatinya melihat tingkah Reihan.
Reihan yang tadinya ingin menguping, membatalkan niatnya. Karena sudah lebih dulu ketahuan oleh Dokter Risa.
"Ada apa Dok" Tanya Aliya bingung.
"Tidak, sekarang kamu berbaring ya. Saya mau periksa perutmu dulu" Ucap Dokter Risa. Tanpa membantah, Aliya langsung berbaring ditempat tidurnya.
Dokter Risa mulai memeriksa perut Aliya perlahan, sedikit guratan senyuman diwajahnya. Sementara Aliya malah merasa heran, kenapa Dokter Risa tersenyum? Itulah pertanyaan didalam hatinya.
"Sudah, sekarang sudah boleh duduk" Ucap Dokter Risa.
Aliya mulai duduk, "Saya tidak sakit kan dok, saya bilang juga apa" Ucap Aliya
Dokter Risa tidak menggubrisnya.
"Kapan terakhir nona Aliya mentruasi" Tanya Dokter Risa.
"Saya rasa bulan lalu Dok, sekitaran tanggal 27 Maret" Jawab Aliya sambil mengingat-ingat tanggalnya.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
__ADS_1
- Jodoh Tak Terduga