
🌹Penderitaan
"Bukan begitu maksud saya tuan, sebenarnya saya hanya merindukan keluarga saya tuan. Itu sebabnya saya menangis" Jawab Aliya
"Ya ampun. Pasti saya akan dihukum lagi" Batin Aliya yang terlihat takut-takut
"Hem, kau merindukan keluargamu ya" Tanya Reihan sedikit mengotak-atik dagu nya pura-pura berpikir.
"Sekarang apa lagi yang ia rencanakan, aku jadi takut" Batin Aliya dengan wajah sedikit menegang
"Bagaimana aku tunjukan sesuatu biar rasa rindumu itu sedikit berkurang" Ucap Reihan sedikit tersenyum manis, seperti memberikan sebuah ide.
"Ya ampun, aku semakin hawatir. Gak mungkin kan Reihan yang kejam itu tiba-tiba menjadi baik, apa yang mau dia tunjukan padaku" Batin Aliya, terlihat jelas kehawatiran diwajahnya.
"Kenapa kau terlihat seperti orang bingung, ayo sini" Reihan menarik tangan Aliya, kali ini tidak dengan kekerasan, melainkan ia memegang tangan Aliya lembut.
"I-iya tuan" Jawab Aliya terbata-bata dan mengikuti saja kemana Reihan membawanya.
Reihan membawa Aliya menuju ruangan kerjanya, disana ia membuka Leptop nya dan membuka beberapa video disana.
"Sekarang lihatlah" Suruh Reihan menyodorkan sebuah bangku dan menyuruh Aliya untuk duduk
Aliya melihat video itu dengan seksama. Mulai dari video orang tuanya diusir dari rumah, video keluarganya yang tinggal disebuah rumah kontrakan, video Alira masuk rumah sakit, hingga video Alira dipernikahan Heru.
Aliya melihat video Keluarga nya satu persatu hingga selesai. Ia hanya menangis tersedu-sedu disana dan menggigit bibir bawahnya agar tidak mengeluarkan suara isak tangisannya.
"Bagaimana? Kamu senang?" Tanya Reihan meringai yang sudah memegang bahu Aliya lembut.
"Kenapa kau hanya menangis, lihatlah keluargamu yang menyedihkan itu. Bukankah kau ingin melihatnya" Tanya Reihan kembali, masih dengan wajah mengejeknya.
__ADS_1
Aliya yang sudah menangis itu, sudah tidak bisa lagi menahan emosinya kepada Reihan.
"Dasar laki-laki brengsek, kamu begitu kejam. Kau menyiksaku, setelah itu kau membuat keluargaku menderita. Apa kamu belum puas jika hanya menyiksa ku? Apa itu kurang untukmu?" Teriak Aliya memukul-mukul tubuh Reihan, namun Reihan tidak menggubrisnya. Ia ingin melihat sampai mana keberanian Aliya.
Aliya memukul-mukul tubuh Reihan hingga iya merasa lelah, dan Aliya kembali menangis dengan tubuhnya yang sudah ambruk kelantai.
"Dengar baik-baik Aliya, aku tidak akan pernah melepaskan keluargamu itu. Sudah ku katakan, aku tidak akan membiarkan keluargamu itu hidup dengan tenang" Ucap Reihan emosi, yang sudah mencengkeram erat dagu Aliya dengan tangannya. Sementara Aliya hanya menangis dan meringis kesakitan.
"Kamu pikir, dengan kamu bersikap baik padaku, itu akan membuat aku melepaskan keluargamu. Kamu salah besar Aliya, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan perbuatan ayahmu dan kakakmu itu. Sekarang pergi dari sini, cepat" Teriak Reihan kembali yang sudah emosi dan membuang dagu Aliya kasar sehingga Aliya terlentang dari duduknya. Mata Reihan yang terlihat merah padam dan sangat menyeramkan, membuat Aliya takut untuk melihatnya.
Aliya segera bangun dan berlari keluar menuju kamarnya dengan isakkan tangisan yang menggema. Seluruh pelayan yang ada disana menatap sendu dan tidak berani bersuara.
Masih diruang kerja Reihan. Reihan terduduk disebuah bangku disana. Perlahan-lahan mengatur nafasnya yang tersengal-sengal akibat terlalu emosi terhadap Aliya dan keluarga Aliya.
Reihan mengambil handphone miliknya,
Tutt
Tutt
"Siapkan mobil untukku" Perintah Reihan
"Baik tuan"
Reihan keluar dari ruangan kerjanya itu, dan pergi kebawah menuju parkiran mobilnya.
"Jalan, pergi ketempat biasa" Perintah Reihan kepada Roi yang sudah ada didalam mobil itu.
"Baik tuan" Ucap Roi sedikit melirik kearah mata Reihan.
__ADS_1
"Sepertinya tuan habis menangis" Batin Roi
Reihan dan Roi pergi kesebuah klub musik. Roi memesan sebuah ruangan VIP khusus untuk orang kaya dan beberapa botol minuman keras.
"Tuan silahkan" Pelayan klub itu mempersilahkan Reihan untuk masuk keruangan VIP itu.
Reihan tidak menggubris dan berlalu masuk begitu saja dan duduk disebuah bangku panjang yang sudah ada minuman keras diatas mejanya.
"Tuan, apa tuan ingin ditemani beberapa wanita untuk menemani tuan minum" Tanya pelayan itu kembali
"Tidak perlu" Jawab Reihan, Reihan memang sangat tampan dan kaya. Banyak wanita yang ingin memilikinya dan menyentuh nya, namun Reihan bukan tipe pria yang suka disentuh oleh wanita sembarangan.
Roi yang sudah mengerti dengan suasana hati tuannya itu, segera iya menjentikkan jari menyuruh pelayan itu untuk keluar. Kemudian Roi menuangkan secangkir minuman itu dan memberikannya kepada Reihan.
"Ini tuan" Ucap Roi menyodorkan sebuah minuman. Reihan hanya mengambil minuman itu tanpa melirik, dan meminum air itu tanpa ada yang tersisa sedikitpun di gelas itu.
Reihan kembali menyodorkan gelasnya kepada Roi. Roi yang mengerti, langsung menuangkan air itu kedalam gelas Reihan.
Reihan meminum air itu hingga iya benar-benar mabuk. Namun dirinya masih tidak ingin menghentikan minumnya itu.
Roi yang melihat kondisi Reihan yang semakin mabuk, dengan segera iya membawa Reihan untuk pulang.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
__ADS_1
- Jodoh Tak Terduga