
🌹Flashback 2
Anton membawa Alira kesuatu tempat, Alira awalnya begitu bingung dan karena Anton melarangnya untuk bertanya saat dijalan jadi Alira hanya diam dan mengikuti kemana Anton membawanya.
Anton membawa Alira ke pusat pelabuhan kapal pembawa barang-barang. Hal itu membuat Alira bingung.
"Kenapa membawaku kesini" Alira membuka suara.
"Kamu turun dulu, dan ikuti aku" Titah Anton masih dengan mewaspadai keadaan sekitar.
Disebuah kapal, tepatnya didalam ruangan yang ada didalam kapal pengangkut barang.
Alira sudah duduk didalam ruangan itu, tidak lama setelah itu, seorang pria datang dengan senyuman mengembang diwajahnya.
Namun Alira malah menatap benci kepada pria itu. Pria itu tidak lain adalah Heru yang dulu sangat Alira cintai dan sekarang Alira sudah membencinya.
Alira bangun dari duduknya, "Aku mau pulang" Ucapnya seketika Anton kembali menarik tangannya dan membawanya duduk kembali dibangku itu.
Heru duduk, namun sedikit jauh dari Alira, karena Alira nampak masih marah kepadanya.
"Alira" Seru Haru dengan lirih dan menatap Alira penuh cinta dan kasih sayang.
__ADS_1
"Aku minta maaf, Aku,,,,,,,,,,," Ucap Heru sudah terpotong oleh Alira.
"Aku sudah tau semuanya, jadi jangan berharap lebih lagi padaku. Aku tidak ingin mendengar penjelasan apapun lagi" Ucap Alira memotong perkataan Heru dan masih melayangkan tatapan elangnya.
"Alira, kamu tenang dulu. Dengarkan Heru menjelaskan semuanya dulu" Ucap Anton menenangkan Alira dari kemarahannya.
"Alira, sebenarnya"............(Heru menceritakan semua kejadian sebelum dia menikahi Celsi, mulai dari perjanjian yang Reihan paksakan, serta pernikahan yang Reihan atur untuknya agar menyakiti perasaan Alira)
"Begitulah ceritanya" Ucap Heru diakhir ceritanya dengan memasang wajah bersalahnya karena ketidak berdayaan dirinya.
Alira meneteskan air matanya, setelah mendengar cerita yang sebenarnya terjadi.
"Reihan begitu kejam, dia tidak hanya menghancurkan keluarga ku tapi juga menghancurkan masa depan ku" Batin Alira
Alira menatap Heru dengan wajah penasaran, " Apa" Tanyanya
"Kami mendapatkan informasi, serta data-data yang ibumu sembunyikan selama ini. Kamu sebenarnya bukan anak Pak Hendra" Balas Heru dengan ragu-ragu, karena takut akan kemarahan Alira yang tidak percaya akan kata-kata dirinya.
"Apa maksudmu" Ucap Alira dengan mata tajamnya.
Heru memberikan sebuah kertas serta bukti-bukti yang sudah diberi map mengenai informasi Alira.
__ADS_1
Alira membaca semua isi kertas-kertas bukti yang Heru berikan. "Jadi aku bukan anak Ayah, dan aku adalah anak Jorhan Pratama" Ucap Alira lirih dengan sudah berderaian air mata.
"Iya Aliya, kamu adalah anak Pak Jorhan Pratama, kami sudah menemui beliau, dan sekarang beliau sedang sakit dan iya juga tahu mengenai ini. Pak Jorhan ingin bertemu denganmu, dia berada dikota xx dan kita semua sekarang sedang menuju kesana agar tidak dicurigai oleh Reihan" Balas Heru
Setelah selesai berbincang-bincang, mereka semua pergi ke kota xx dengan menggunakan kapal laut pengangkutan barang.
Sesampainya dikota xx, mereka bertiga pergi kerumah kediaman Jorhan Pratama.
Disebuah kamar mewah bernuansa modern, sesosok pria paruh baya sedang berbaring lemah ditempat tidur dengan banyak sekali alat-alat medis mengelilingi tubuhnya.
"Pak Jorhan" Seru Haru
Pak Jorhan menoleh ke arah suara, dan dia menangkap sosok gadis cantik yang sangat mirip dengannya yang tidak lain adalah Alira.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga