
🌹Panggilan Suami
Risa mulai duduk disamping Reihan.
"Senyum-senyum sendiri, ada apa" Tanya Risa sembari dengan senyumnya yang manis.
"Nggak ada" Jawab Reihan
"Tumben kesini, ada apa" Tanya Reihan kembali
"Cuma mampir aja, tadi aku kebetulan lewat sini" Jawab Dokter Risa
"Ohh" Jawab Reihan
"Kenapa kamu senyum-senyum sendiri tadi, lagi jatuh cinta ya" Ucap Dokter Risa. Seketika Reihan tersipu malu, pipinya memerah.
"Nggak" Jawab Reihan menyangkal
Dibalik pintu, tepat dibelakang Reihan dan juga Risa. Ternyata sudah ada seorang wanita yang sedang berdiri, sambil memandang haru. Melihat betapa akrabnya Reihan bersama Dokter Risa, Namun Aliya tidak bisa mendengar percakapan mereka. Karena posisi Aliya sedikit jauh kebelakang.
"Reihan sangat akrab dengan Dokter Risa, bahkan Reihan selalu tersenyum ramah padanya. Aku sampai tidak bisa melihat sisi kekejaman nya disaat bersama Dokter Risa. Apa kesalahan Keluargaku terlalu besar, sehingga membuat Reihan berubah 180 derajat disaat bersamaku" Batin Aliya, tidak berapa lama Aliya pun pergi dari sana menuju dapur. Karena merasa haus makanya iya turun dan keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum.
"Tidak usah berbohong, aku sangat hafal dengan dirimu. Dulu waktu kau menyukai Alira, kau juga seperti ini" Ucap Dokter Risa
"Benarkah" Tanya Reihan memastikan, sedikit tidak percaya kepada Dokter Risa.
"Iya benar, kamu kok gak percaya" Ucap Dokter Risa.
__ADS_1
"Katakan padaku, siapa gadis yang kau sukai itu" Tanya Dokter Risa lagi
"Tidak ada, aku tidak menyukai siapa pun" Elak Reihan
"Kau pikir kau bisa membohongi aku. Jangan bilang bahwa kau menyukai Aliya" Ucap Dokter Risa menebak-nebak
"Sudah, aku tidak mau membahas ini lagi. Sebaiknya kau pulang, karena hari sudah hampir malam" Ucap Reihan dan berlalu pergi dari sana.
"Kau mengusirku, hei Reihan, Reihan" Teriak Dokter Risa, namun Reihan tidak menghiraukan nya dan masih saja berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
"Dasar laki-laki, aku bahkan belum selesai bicara. Ahhh, sudahlah, sebaiknya aku pulang saja" Gerutu Dokter Risa kesal. Dan berlalu pergi.
Sementara Reihan sudah membuka pintu kamarnya, namun dia tidak mendapatkan sosok Aliya disana.
"Dimana dia" Lirih Reihan
Reihan pun naik keatas ranjangnya, dan bersandar disana sembari membaca buku. Reihan memang suka membaca buku, sejak ia kecil Alm, ayahnya selalu menemaninya membaca buku hingga Reihan merasa bosan.
Aliya sangat gugup untuk masuk, mengingat peraturan baru yang telah Reihan berikan padanya tadi.
"Kau dari mana saja, suamimu sudah berada dikamar sudah lama tapi kau malah menghilang begitu saja" Ucap Reihan
"Sejak kapan ia menganggap bahwa dia itu suamiku" Batin Aliya sedikit kesal mendengar kata suami yang diucapkan oleh Reihan.
"Hei, Aliya kau tuli ya" Teriak Reihan sama kesalnya karena tidak dipedulikan oleh Aliya
"Haa iya tuan, maafkan saya. Saya baru saja mengambil air minum kedapur" Jelas Aliya terkejut karena dibentak oleh Reihan.
__ADS_1
"Mulai sekarang jika kamu ingin pergi harus ijin dulu, dan satu hal lagi jika berada diluar jangan panggil aku tuan lagi" Jelas Reihan masih dengan posisi membaca buku.
"Lalu saya harus memanggil apa tuan" Tanya Aliya.
"Aku sudah katakan, jangan bertanya jika aku memerintah mu. Panggil sesuka hatimu saja" Ucap Reihan sedikit geram, karena tidak ingin menjelaskan semuanya kepada Aliya.
"Baik tuan" Jawab Aliya pasrah
"Bagus, apa kau sudah mandi" Tanya Reihan
"Belum" Jawab Aliya
"Kau sangat jorok, cepat mandi sana" Perintah Reihan, mengibaskan tangannya mengusir Aliya untuk mandi.
"Baik tuan" Jawab Aliya, dan berlalu pergi.
"Geli sekali aku jika harus memanggilnya dengan panggilan sayang aku merasa ingin muntah saja" Batin Aliya, sembari berjalan menuju kamar mandi.
Aliya mandi dengan membawa kekesalan dihatinya. Tidak berapa lama
Aliya sudah mandi dan memakai baju tidur. Dan keluar dari ruang ganti.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga