
🌹Aku Bangga Memilikimu Aliya
Setelah Reihan selesai, Reihan keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada.
Terlihat, Aliya masih duduk membelakangi Reihan. Tidak seperti biasanya, yang melayani Reihan dan mengambilkan bajunya. Tapi kini Aliya nampak sangat diam dan murung, bahkan tidak ada baju sama sekali yang harus Reihan pakai.
"Sepertinya Aliya sangat marah padaku, sebaiknya aku ambil sendiri saja bajuku. Biarkan dia tenang dulu" Batin Reihan masih memandang sedih belakang istrinya itu.
Reihan melewati Aliya dengan santainya, sehingga Aliya sedikit menoleh kepada Reihan.
"Dia sudah selesai mandi, ahh aku tidak menyadarinya. Ahh sepertinya Reihan ingin mengganti baju" Aliya berdiri dan menyusul Reihan kedalam kamar ganti.
Reihan celingak-celinguk mencari keberadaan baju santainya.
"Nih bajunya" Ucap Aliya datar, Reihan menatap Aliya sedikit senyuman manisnya.
"Aku tidak pergi bekerja hari ini" Ucap Reihan.
"Kenapa" Tanya Aliya bingung.
"Aku ingin menemanimu hari ini" Balas Reihan dengan senyuman manisnya.
"Tapi itu tidak perlu" Jawab Aliya ketus. Sok jual mahal ya, padahal dalam hatinya seneng banget.
"Benarkah, apa perlu aku kekamar Sarah lagi" Goda Reihan.
"Pergi saja sana" Usir Aliya dengan wajah cemberutnya.
__ADS_1
"Kamu menggemaskan kalo lagi cemburu, Aku hanya mau menemani kamu kok" Jawab Reihan
"Terus mana bajunya" Tanya Reihan lagi
Aliya berjalan mendekati sebuah Rak baju, "Nih bajunya" Aliya menyodorkan sebuah baju santai.
"Kamu mau jalan-jalan gak" Tanya Reihan
"Emang aku boleh pergi keluar" Tanya Aliya kegirangan.
"Boleh, asalkan bersama aku"
"Hmmm, iya" Jawab Aliya, kini Aliya juga mengganti bajunya dan sedikit polesan dandanan natural diwajahnya.
Setelah selesai mengganti baju, Reihan dan Aliya keluar kamar dengan senyuman yang mengembang diwajahnya.
"Aku mau keluar bentar sama Aliya" Jelas Reihan.
"Apa? Sama dia?" Tanya mami dengan wajah tidak suka.
"Iya mami, aku pergi ya" mereka Berlalu pergi.
"Hei tunggu, tunggu" Reihan dan Aliya menghentikan langkahnya.
Mami berbalik, menghampiri Reihan. "Reihan, jika kamu pergi bersama dia, semua orang akan mengetahui status Aliya. Dan itu akan merusak citra kamu dimata semua orang" Ucap mami
"Reihan tidak perduli mam" Balas Reihan, Aliya tersenyum tipis.
__ADS_1
"Apa Reihan benar-benar berubah sekarang" Batin Aliya
"Reihan sadar nak, Aliya itu anak musuh kita" Ucap mami menyadarkan Reihan, yang sudah memegang kedua pipi Reihan dengan kedua tangannya.
"Mami, keputusan ku sudah bulat. Aku sudah terlanjur mencintai Aliya, dan aku tidak mau ada yang memisahkan kami. Termasuk mami" Balas Reihan penuh penekanan.
"Kamu lihat Aliya,.Reihan sekarang sudah berani melawan aku. Itu semua karena kamu" Mami benar-benar marah, dengan berbagai hinaan terlontar untuk Aliya.
"Mami cukup, Aliya tidak salah" Bentak Reihan
"Sayang, tolong kamu sabar. Aku gak apa-apa kok" Jawab Aliya menenangkan suaminya.
"Ayo kita pergi" Ucap Reihan dan berlalu pergi dengan menarik tangan Aliya. Aliya yang ditarik tangannya hanya mengikuti saja.
Didalam mobil, Reihan dan Aliya sudah masuk kedalam mobil.
Aliya memegang tangan Reihan dengan lembut, "Suamiku, kamu gak boleh membentak mami. Walaupun mami tidak menyukaiku, aku akan menerimanya dengan lapang dada. Jadilah anak yang berbakti, jika mami salah berbicaralah dengan tenang" Ucap Aliya
Reihan menatap Aliya dengan dalam, "Hatimu memang sangat baik Aliya, selama ini kamu selalu menderita. Tapi kamu selalu memaafkan semua orang. Aku begitu beruntung menjadi suamimu" Batin Reihan, memandang Aliya penuh rasa bangga.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
__ADS_1
- Jodoh Tak Terduga