
🌹Selalu kalah
Pagi harinya Aliya bangun lebih awal. Seperti biasanya, setelah selesai sholat. Aliya pergi kedapur untuk menyiapkan sarapan bersama Bik Ina.
Setelah sarapannya sudah siap, mami dan Sarah sudah datang lebih dulu kemeja makan.
"Aliya dimana Reihan" Tanya mami
"Masih dikamar mami" Jawab Aliya dengan senyuman manisnya.
"Aku tidak perlu senyuman mu, cepat panggil" Perintah mami
"Baik mami" Aliya berjalan dengan menuju kamar miliknya dilantai dua.
"Aliya udah kayak pembantu aja ya mami ? Disuruh sana sini mah dia mau" Ejek Sarah, sambil tertawa kecil. Walaupun Aliya mendengar perkataan Sarah, namun dia masih melangkahkan kakinya dengan menghela nafas berat.
"Dia kan emang hanya pembantu disini, Hahaha". Balas mami
Didepan sebuah pintu, Aliya membuka pintu kamarnya dengan wajah sedikit murung.
"Kenapa?" Tanya Reihan menghampiri Aliya.
"Nggak kok sayang, ayo kita sarapan" Ajak Aliya.
Reihan memeluk tubuh Aliya, "Aku tidak mau sarapan jika kamu murung seperti tadi" Ucap Reihan menggelayut manja.
"Aku tidak kenapa-kenapa kok suamiku, ayo kita sarapan" Ajak Aliya lagi. Dengan wajah dinginnya.
__ADS_1
"Aku mau sarapan, asalkan....." Reihan menggantung kata-katanya, sambil melirik manja kepada Aliya.
"Asalkan apa?" Tanya Aliya bingung.
"Berikan aku sarapan pembuka dulu" Ucap Reihan, berbisik ditelinga Aliya.
"Sarapan pembuka?" Aliya benar-benar bingung kali ini, tidak bisa menebak apa keinginan Reihan.
"Sudahlah lupakan saja, ayo kita sarapan" Ucap Reihan, menampakan wajah kecewanya.
"Kenapa? Kok marah" Tanya Aliya
"Sudah ayo sarapan, jika tidak kamu yang aku makan pagi ini" Balas Reihan, menarik pelan tangan Aliya menuju keluar.
Disaat Reihan dan Aliya menuruni tangga dengan bergandengan tangan serta bercanda ria disana, ada sepasang mata yang sedang menatap mereka dengan tajam.
"Reihan kenapa lama, mami sama Sarah udah nungguin loh dari tadi. Iya kan Sarah" Tanya mami, "Emmmh, iya kami disini sudah lama" Ucap Sarah mengiyakan perkataan mami.
"Maaf sudah membuat kalian menunggu" Jawab Reihan dingin.
Reihan duduk dibangku yang biasa iya duduki, sementara Aliya duduk disamping kanan bangkunya.
"Ini sarapannya" Sarah memberikan sebuah roti yang sudah iya siapkan dari tadi dan sudah iya olesi dengan selai strawberry kesukaannya.
"Maaf Sarah, aku tidak menyukai selai itu. Untuk kamu saja, Aliya ambilkan aku sarapannya" Ucap Reihan dengan tegas.
Sarah mendengus kesal, ini sudah kesekian kalinya Reihan menolak semua pemberiannya. Entah itu disengaja atau tidak Sarah tidak tau.
__ADS_1
Aliya memberikan sebuah roti berisikan selai nanas, "Ini sayang" Ucap Aliya.
"Apa? Apa aku tidak salah dengar, Aliya memanggil Reihan dengan sebutan sayang" Batin Sarah
"Reihan, kapan rencana pernikahan kita akan dilanjutkan. Apa aku juga boleh memanggilmu sayang seperti Aliya" Tanya Sarah, sambil memandang licik kepada Aliya. Bahkan disaat sedang berada dimeja makan pun Sarah tidak mau kalah dengan Aliya.
"Sarah, disaat sedang makan jangan bicara ataupun bertanya, Aku tidak menyukai itu. Masalah pernikahan, nanti kita selesaikan dulu masalah kedua orang tua mu. Apa kau bahagia menikah sekarang? Disaat jasad kedua orang mu saja belum ditemukan. Sebaiknya kau fokus saja mengurus pengambilan jasad kedua orang tua mu dulu dan memakamkannya, baru setelah itu kita bahas masalah pernikahan" Jelas Reihan, dengan hilangnya selera makannya.
"Aliya, antar aku kedepan. Aku akan berangkat kerja" Ucap Reihan, belum sempat Reihan mencicipi makanan nya, namun selera makannya sudah menghilang karena pertanyaan Sarah.
Aliya berlari kecil mengikuti Reihan yang sudah lebih dulu pergi dari sana. Sementara Sarah mendengus kesal dengan ucapan Reihan.
"Kenapa aku selalu kalah dihadapan Aliya" Batin Sarah kesal
Didepan pintu, "Sayang hati-hati dijalan ya" Ucap Aliya
"Iya, jaga dirimu baik-baik" Reihan mengecup kening Aliya lembut, dan Aliya mencium pucuk tangan Reihan.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga
__ADS_1