
Mereka semua hidup layaknya sebuah keluarga, walaupun sempat bermusuhan, namun kini mereka hidup bahagia tanpa dendam dan rasa benci satu sama lainnya.
Pagi harinya.
Sebuah mobil sport mewah sedang memasuki pekarangan rumah Reihan.
Setelah mobil itu berhenti tepat didepan rumah, dua orang wanita keluar dari dalam mobil.
Dua orang wanita itu tidak lain adalah Alira dan ibunya.
Ketika mereka hendak masuk kedalam rumah, Reihan dan Kairo juga berjalan menuju keluar.
"Ehh kakak, kenapa gak bilang mau kesini" Sapa Aliya ramah ketika melihat Alira dan ibu tirinya yang berada diambang pintu dan menghampiri mereka.
"Kejutan, kakak sudah lama gak kesini. Dimana keponakan ku?" Tanya Alira.
"Ada kak dikamar" Balas Aliya.
"Hai Alira" Sapa Kairo ramah.
"Hai" Balas Alira singkat.
"Yuk,.aku mau melihat keponakan ku" Ajak Alira kembali kepada Aliya tanpa memperdulikan Kairo.
"Yuk, Ayo ma masuk" Ajak Aliya ramah.
Alira dan mama Rosa Tersenyum senang, dan ikut masuk kedalam.
__ADS_1
Nampak Kairo masih menatap punggung Alira yang semakin menjauh.
Reihan nampak menyernyitkan sebelah alisnya, menatap heran kepada Kairo.
Reihan juga ikut melihat kearah Kairo melihat. Nampak Reihan tersenyum manis.
"Hei" Seru Reihan sedikit menepuk bahu Kairo. Seketika Kairo langsung terkejut.
"Kamu melihat apa, kamu liatin Alira ya" Ucap Reihan, sedikit menggoda Kairo.
"Ahh, tidak" Balas Kairo singkat, dan berlalu pergi.
Reihan Tersenyum manis melihat tingkah Kairo, "Dasar ya, sudah tau suka hanya berani diliatin saja" Ucap Reihan lirih, yang masih berdiri ditempatnya.
Reihan sedikit berlari kecil menyusul Kairo. "Kamu naik mobil sendiri" Tanya Reihan kepada Kairo yang ingin memasuki mobil mewah miliknya.
"Hei Kairo" Teriak Reihan lagi, kairo.sedikit menoleh dengan menghentikan langkahnya untuk memasuki mobil.
"Aku saranin, jika kamu menyukainya, kamu harus berani menyatakannya" Teriak Reihan dengan sangat lantang, berharap Alira mendengarnya.
Kairo tidak memperdulikan Reihan, dan masuk begitu saja kedalam mobil dan berlalu pergi.
Reihan sedikit menggelengkan kepalanya, menatap Kairo dengan senyuman manisnya.
"Ngomong-ngomong soal perasaan, aku dulu seperti itu juga kepada Aliya" Ucap Reihan didalam hatinya.
Reihan masuk kedalam mobil, dan melajukan mobilnya menuju kantor.
__ADS_1
Setelah kepergian Reihan dan Kairo. Didalam rumah, Aliya serta Alira masih berbincang-bincang perihal anak bayi kembar Aliya.
Sementara mama Rosa pergi keruang tamu dan ditemani oleh Bik Ina disana.
Setelah lama berbincang-bincang, Aliya memberanikan diri untuk bertanya.
"Kak, apa kakak masih memikirkan Alm, Kak Heru? Apa kakak tidak kepikiran ingin menikah atau mencari pasangan lagi" Tanya Aliya
"Entahlah Aliya, kakak saat ini hanya ingin fokus mengurus perusahaan saja. Kenapa kamu tiba-tiba bertanya sepetit itu" Tanya Alira balik.
"Tidak apa-apa kak, aku hanya merasa hawatir saja jika kakak masih memikirkan kak Heru" Balas Aliya tersenyum ramah.
"Sebenarnya aku ingin memastikan saja, karena Kairo sudah menyukai kakak. Dan aku rasa, kakak dan Kairo sangat cocok jika menikah. Tapi aku tidak bisa begitu saja menjodohkan kakak dan Kairo, sebelum kakak benar-benar sudah melupakan Kak Heru" Batin Aliya.
"Aliya, kamu kenapa" Tanya Alira bingung, ketika melihat Aliya yang terlihat bengong.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Cinta Segi Tiga
__ADS_1
- Queen of death