
🌹Tender Baru
"Aliya, Aliya" Panggil Reihan kesekian kalinya, sedikit menggoyangkan tubuh Aliya. Karena dari tadi Aliya hanya diam dengan tatapan kosong"
"Haaaa" Jawab Aliya yang baru tersadar.
"Kok bengong lagi, mikirin apa sih" Tanya Reihan kembali, sedikit rasa penasaran.
"Nggak kok" Jawab Aliya berbohong.
"Kamu udah mulai berbohong ya, masak kamu bengong gitu sampai dua kali sih. Ada aku lagi disini, kamu mikirin apa? Ayo cerita" Ucap Reihan dan mulai duduk disamping Aliya.
"Sayang kamu kan mau kekantor hari ini, nanti terlambat. Ayo cepat siap-siap" Ucap Aliya mengalihkan perhatian Reihan. Aliya menarik tangan Reihan dan membawanya menuju kamar ganti.
"Kamu ini aneh banget ya" Ucap Reihan bingung.
"Udah gak usah bicara lagi, cepat ganti bajunya kita sarapan. Aku udah siapin sarapan buat kamu" Ucap Aliya lagi dengan senyuman manisnya.
"Tapi kamu beneran gak apa-apa kan? Kamu gak lagi sakitkan?" Tanya Reihan lagi memastikan. Reihan memutar tubuh Aliya untuk melihat apa ada luka atau memar atau apa gitu yang dapat dia lihat.
"Nggak, aku gak apa-apa" Jawab Aliya meyakinkan Reihan.
Reihan sedikit menghela nafas lega, "Baiklah kalau gitu, ingat ya!!! Jika kamu sakit atau apapun itu cepat hubungi aku" Ucap Reihan
"Hmmm" Balas Aliya, masih dengan senyuman manisnya sambil memasang dasi di leher Reihan.
"Udah selesai, ayo kita kebawah" Sambung Aliya lagi. Reihan hanya mengangguk sambil menatap wajah Aliya.
"Sebenarnya apa yang Aliya sembunyikan" Batin Reihan.
Dimeja makan,,,
__ADS_1
Reihan dan Aliya sudah duduk dimeja makan, "Bik" Panggil Reihan kepada Bik Ina.
Bik Ina yang masih sibuk didapur, Langsung berlari kecil menghampiri Reihan.
"Iya tuan" Jawabnya
"Dimana mami" Tanya Reihan
"Nyonya tadi katanya pergi keluar sebentar tuan" Jawab Bik Ina sambil mengingat-ingat keberadaan Mami.
"Pagi-pagi sekali mami pergi, katanya mau kemana Bik" Tanya Reihan lagi
"Gak tau tuan, nyonya gak bilang apa-apa" Balas Bik Ina
"Ya udah kalo gitu, lanjutin lagi pekerjaan kamu" Ucap Reihan lagi, tanpa menjawab, Bik Ina hanya mengangguk dan sedikit memberi hormat dan berlalu pergi.
Sementara Aliya sejak tadi hanya diam saja, "Sayang" Seru Reihan
"Kamu,,,,,,,," Kata-kata Reihan terpotong.
"Pagi Tuan" Panggil Roi, yang menghentikan kata-kata Reihan.
"Iya, kenapa tidak menunggu di mobil" Tanya Reihan
"Maaf tuan, saya ingin menginformasikan bahwa hari ini akan ada Tender baru yang akan datang dari Singapura" Jelas Roi
"Siapa" Tanya Reihan kembali
"Herman Abimanyu, Tuan" Balas Roi
"Apa? Apa kamu serius" Tanya Reihan memastikan
__ADS_1
"Benar tuan" Balas Roi
"Herman Abimanyu merupakan seseorang yang sangat sulit kita ajak kerja sama, kenapa sekarang malah dia yang mau bekerja sama dengan kita" Ucap Reihan dengan wajah bingungnya.
"Saya tidak tau tuan, menurut rumor yang beredar, Pak Herman Abimanyu hanya mau bekerja sama dengan orang yang menurutnya unik dan berkesan baginya" Jelas Roi
"Benarkah?" Ucap Reihan kembali.
"Kamu tunggu aku di mobil, aku akan menyusul sebentar lagi" Sambung Reihan kembali.
"Baik tuan" Balas Roi, Roi sedikit menunduk memberi hormat kepada Reihan. Lalu setelah itu iya berlalu pergi dari sana.
"Sayang, aku pergi ya. Kamu jaga diri mu baik-baik, dan ingat jaga anak kita ya" Ucap Reihan penuh kasih sayang, mengecup lembut kening Aliya.
Aliya tersenyum bahagia, "Baik suamiku, kamu juga ya. Hati-hati bekerjanya" Balas Aliya membalas dengan senyuman hangatnya.
Setelah mengucapkan kata cinta dan memberikan ciuman paginya, Reihan berlalu pergi dari sana, menuju mobil dan tentunya diantar oleh Aliya kedepan.
Terlihat Aliya melambaikan tangannya melihat Reihan sudah melajukan mobilnya itu. Dan Reihan pun juga membalas lambaian tangannya kepada Aliya, seraya tersenyum manis.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga
__ADS_1