
🌹Rencana Busuk Sarah
Didalam sebuah kamar, Sarah berdiri didepan cermin dengan senyuman yang mengembang diwajahnya.
"Aku akan memanfaatkan kematian mama sama papa dengan pura-pura sakit akibat kehilangan mama dan papa untuk membuat Reihan jatuh kedalam pelukanku, sepertinya rencana ku akan berhasil. Reihan selalu memperhatikan aku semenjak kematian kedua orang tua ku, dan itu akan aku gunakan untuk membuat Reihan menikahi ku secepatnya" Ucap Sarah, tanpa menyadari ternyata dibalik pintu kamarnya ada seseorang yang berdiri disana dan mendengar perkataan Sarah.
"Apa, jadi Sarah selama ini hanya berbohong" Aliya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Aliya hendak pergi dari sana, namun baju yang Aliya bawa malah terjatuh.
Sarah hendak keluar ketika mendengar suara dibalik pintu kamarnya, Sarah memutar bola matanya kekiri dan kekanan, namun tidak melihat siapapun disana dan hanya ada satu baju yang tercecer dilantai.
"Bukankah ini baju yang Aliya cuci kemarin, apa dia mendengar semua perkataan ku. Ahhh ceroboh sekali aku, kenapa juga aku tidak mengunci pintu kamar" Gerutu Sarah kesal.
"Sepertinya aku harus mengubah rencana ku" Batin Sarah
Sarah kembali masuk kedalam kamar, setelah merasa aman, Aliya keluar dari persembunyiannya dengan menghela nafas lega.
"Syukurlah dia tidak melihat ku, aku harus memberitahu ini semua kepada Reihan" Batin Aliya dan berlalu pergi dari sana.
Sore harinya, seperti biasa Aliya menyambut kedatangan Reihan dengan menunggunya didepan pintu rumah.
"Sarah" Ucap Aliya dengan lirih, dengan sorot mata tidak suka.
__ADS_1
"Kenapa? Aku juga akan menyambut calon suamiku" Ucap Sarah, tidak memperdulikan tatapan tajam Aliya.
Tidak berapa lama, Reihan pun sampai didepan rumah.
"Reihan" Aliya tersenyum manis, ketika melihat Reihan turun dari mobil.
Dengan langkah seribu, Sarah berlari kecil menghampiri Reihan. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan.
"Reihan, apa kamu lelah. Sini aku bawain tas nya" Sarah menggelayut memeluk lengan Reihan.
"Tidak usah Sarah, kamu kan lagi sakit"
"Ahhh, aku sudah agak mendingan kok" Sarah tersenyum manis
"Benarkah? Bagaimana perasaan mu sekarang, apa kamu masih memikirkan kedua orang tua mu" Reihan berjalan beriringan dengan Sarah.
"Aliya, sejak kapan kamu disini" Tanya Reihan. Belum sempat Aliya menjawab, Sarah sudah lebih dulu berbicara.
"Reihan ayo masuk, kakiku sakit nih lama-lama berdiri" Ucap Sarah
"Kalo sakit kenapa tidak masuk aja sendiri, punya kaki kan" Balas Aliya ketus.
"Reihan anterin yuk, aku kan udah menyambut kamu sekarang kamu harus anterin aku kekamar" Ucap Sarah dengan sangat manja.
__ADS_1
"Sudah ayo, Aliya kamu duluan kekamar ya" Balas Reihan.
Reihan dan Sarah hendak pergi dari sana, "Aku juga menunggumu sejak tadi disini, kenapa kamu tidak memperdulikan aku" Batin Aliya, menatap sedih pucuk punggung mereka yang sudah menjauh.
Aliya berjalan kembali kekamar miliknya dengan membawa kesedihan.
Didalam kamar, Aliya duduk disofa dengan wajah tanpa ekspresi.
"Aku harus melakukan sesuatu, jelas-jelas Sarah hanya memanfaatkan keadaan ini untuk mendekati Reihan. Aku harus memberitahukan semuanya kepada Reihan tentang Sarah" Batin Aliya, terlihat Aliya sangat berpikir keras
Tidak berapa lama, Reihan pun masuk kedalam kamar. Matanya menatap sosok Aliya sedang duduk di sofa.
Reihan menyernyitkan sebelah alisnya, "Ehem ehem"
Aliya tidak menggubrisnya, dan masih duduk dengan posisinya. Entah itu disengaja atau memang tidak mendengarnya.
"Aliya, kau mengacuhkan aku"
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga