Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Mengiris hati


__ADS_3

🌹Mengiris hati


Sesampai dirumah,


"Aliya, Aliya" Teriak Reihan kesana kemari mencari Aliya, yang sudah masuk kedalam rumah.


"Dimana Aliya" Tanya Reihan kepada Bik Ina yang masih mengepel lantai


"Dikamar tuan" Jawab Bik Ina


Reihan berlari kecil menuju kamarnya. Reihan membuka kamar dengan kasar. Dan


Bruaaakkkk


Aliya yang masih berbaring, tiba-tiba saja terkejut mendengar suara pintu yang dibanting kuat. Reihan menatap Aliya tajam,


"Ada apa tuan" Tanya Aliya


"Kenapa kau tidak menghentikan aku semalam, kau sengaja mengambil kesempatan disaat aku sedang mabuk" Teriak Reihan yang sudah ada didekat Aliya.


"Maksud tuan apa" Tanya Aliya bingung


"Jangan berlaga sok polos deh" Jawab Reihan ketus.


"Saya benar-benar tidak mengerti tuan" Ucap Aliya


"Kenapa kau membiarkan aku melakukan itu kepadamu, kau sengaja agar aku baik padamu? Dasar wanita licik" Ucap Reihan


"Tidak seperti itu tuan, aku sudah menghalangi mu tapi kau tetap saja memaksa" Jelas Aliya


"Jadi maksud mu aku yang sudah memaksamu" Ucap Reihan dengan sorot wajah tajam.


"Ti-tidak tuan, bukan begitu maksud saya...." Ucap Aliya terbata-bata


"Lalu" Reihan mulai berjalan mendekati Aliya dengan wajah meringainya.


"Maksud saya,.. eeemm maksud saya" Aliya berjalan mundur dengan wajah.

__ADS_1


Langkah Aliya terhenti disaat tubuhnya sudah mencapai tembok.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan" Batin Aliya mulai berpikir keras mencari alasan untuk menjawab pertanyaan Reihan.


Kini Aliya mulai tegang, karena wajah Reihan dan wajah Aliya sangat dekat, hanya tinggal berapa senti lagi.


"Ya Tuhan, jantungku" Batin Aliya memegang dadanya


"Katakan padaku yang terjadi tadi malam" Kata Reihan


"Baik tuan, tapi sebaiknya tuan menjauh dulu karena aku sangat sesak" Jawab Aliya


"Kau mengaturku, biarkan seperti ini" Ucap Reihan sudah mengurung tubuh Aliya dengan kedua tangannya yang iya tumpu dengan dinding.


Aliya sedikit berpikir, "Bagaimana aku menjelaskan nya, sudah jelas-jelas dia yang memaksaku. Harusnya aku yang marah padanya karena sudah menodai diriku" Batin Aliya


"Kau diam lagi, mau bercerita atau tidak" Bentak Reihan lagi yang sudah tidak sabar.


"Semalam tuan mabuk, dan terjatuh saat mau masuk kedalam. Lalu aku membantu tuan untuk pergi kekasur dan menyelimuti tuan. Tapi tuan menarik tanganku hingga aku terjatuh diatas dada tuan, aku benar-benar sudah menolaknya tuan dan aku sudah berusaha untuk menghindar. Tapi tenaga tuan sangat kuat dan aku tidak mampu melawannya" Jelas Aliya pasrah


"Benarkah begitu" Tanya Reihan memastikan


"Apa buktinya jika aku yang memaksamu" Tanya Reihan


Aliya mulai berpikir, namun iya tidak menemukan jawaban dan tidak ada bukti sama sekali.


"Tidak ada tuan" Jawab Aliya


"Berarti memang dirimu yang salah dalam semua ini, karena kau tidak menjaga dirimu dengan baik" Ucap Reihan


"Percuma jika terus berbicara, nanti ujung-ujungnya masih aku yang disalahkan" Batin Aliya


"Apa kau menyesali itu, kau tidak rela jika aku sudah mengambil kesucian mu" Tanya Reihan kembali, Aliya merasa sesak mendengar perkataan Reihan sedikit mengiris hatinya.


"Apa maksud dia, dia pikir itu mudah bagiku menerima semua yang sudah dilakukan nya padaku" Batin Aliya


"Kau diam lagi" Tanya Reihan membuyarkan lamunan Aliya

__ADS_1


"Saya tidak tau tuan" Jawab Aliya tanpa sadar, saat ini Aliya memang tidak bisa berpikir dengan baik.


"Terima atau tidak terima aku tidak peduli" Ucap Reihan


Aliya sedikit terkejut, "Dia tidak merasa bersalah sama sekali, dasar laki-laki kejam" Batin Aliya.


"Kau melototi ku, mau aku hilangkan matamu itu" Ancam Reihan


"Ti-tidak tuan, maafkan saya" Ucap Aliya sedikit menunduk.


"Baiklah, aku punya peraturan baru untukmu" Ucap Reihan sudah melepaskan Aliya, Aliya sedikit bernafas lega. Dia benar-benar tidak memperhatikan kata-kata Reihan barusan.


"Aku akan membuat peraturan itu nanti, kau beristirahat saja dulu" Ucap Reihan


"Baik tuan" Ucap Aliya tersenyum tipis


"Peraturan apa?"Batin Aliya bingung, dan Reihan berlalu pergi dari sana tanpa berbicara lagi kepada Aliya.


Diruang kerja, Reihan sedang duduk dimeja kerja nya dengan menghadapi Leptop miliknya.


Reihan mengetik banyak sekali kata-kata disana, tanpa sadar sudah 4 jam dia mengetik. Sesekali mengotak-atik dagunya sembari berpikir didepan Leptop nya.


"Aku rasa ini cukup" Ucap Reihan sembari tersenyum licik


Reihan kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur yang ada diruang kerjanya.


"Walaupun aku tidak mengingat kejadian semalam, tapi setelah aku melihat rekaman itu aku bisa merasakan semuanya" lirih Reihan yang sudah tersenyum tipis mengingat rekaman cctv itu.


"Apa benar aku sudah menyukainya" Batin Reihan yang masih berpikir.


"Ahhh, tidak mungkin. Aku tidak ingin menyukai musuhku sendiri" Batin Reihan


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia

__ADS_1


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2