Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Cemburu


__ADS_3

🌹Cemburu


"Lalalalallaa....lala"


"Kau tampak sangat senang" Tegur Reihan kepada Aliya yang sedang bernyanyi didepan cermin.


",Haaah" Aliya menoleh kepada pintu kamarnya.


"Maaf, aku tidak tau kalau tuan sudah pulang" Ucap Aliya ketika mendapati sosok Reihan yang sedang berdiri didekat pintu.


"Apa? Kamu memanggilku apa?" Tanya Reihan dengan wajah meringainya


"Ma-maaf suamiku" Ucap Aliya yang sudah menunduk.


"Baiklah aku memaafkan mu, lalu kenapa kau begitu senang? Jangan bilang bahwa kamu senang dengan pernikahan ku bersama Sarah" Tanya Reihan


Deg,,,,,,,,, Aliya merasakan sakit dihatinya, "Aku sangat sakit jika mendengar nama Sarah dari mulut Reihan" Batin Aliya, terlihat jelas diwajah Aliya bahwa iya sangat sedih.


"Tida,,,,,,k," Ucapan Aliya terpotong


"Maksudmu tidak senang dengan pernikahanku" Ucap Reihan memotong perkataan Aliya


"Bukan begitu, aku sangat senang kok" Ucap Aliya dengan senyuman yang dipaksakan.


Reihan sejak tadi, memang menyadari bahwa ada perubahan diwajah Aliya ketika mendengar nama Sarah.


"Apa dia sedang cemburu? Kalau begitu, aku akan bermain-main dengan nya" Batin Reihan

__ADS_1


"Menurutmu Sarah itu bagaimana" Tanya Reihan yang mulai berjalan mendekati Aliya.


"Sarah..?, emmh...... ya Sarah itu menurutku sangat baik dan cantik" Ucap Aliya mulai berjalan mundur.


"Apa cuma cantik dan baik saja" Ucap Reihan dengan wajah meringai


"Suamiku, bisa kau berhenti mendekatiku"Ucap Aliya


"Kenapa" Tanya Reihan menyernyitkan alisnya, yang sudah menghentikan langkahnya.


"Suamiku sebaiknya kau mandi dulu" Ucap Aliya


"Apa kau memerintah ku" Ucap Reihan kembali


"Tidak suamiku, kamu kan baru pulang bekerja. Sebaiknya mandi dulu" Ucap Aliya kembali mencari-cari alasan


Sementara Reihan tersenyum manis mendengar perkataan Aliya, "Baiklah, jika kamu yang memandikan, aku pasti mau" Ucap Reihan yang seperti kegirangan.


"Ya Allah, aku lebih bersedia memandikan suamiku dari pada membahas wanita licik itu" Batin Aliya, sesekali memberikan senyuman manisnya kepada Reihan.


Dikamar mandi, Reihan sudah melepas semua pakaiannya. Kini hanya tersisa ****** ***** yang Reihan pakai. Aliya yang sudah terbiasa dengan hal itu, tidak pernah mempermasalahkannya lagi.


Reihan masuk kedalam bak mandi, dan Aliya menghidupkan shower airnya.


"Suamiku, apa mau aku pijat kepalanya" Tanya Aliya sembari tersenyum ramah.


"Boleh" Ucap Reihan, dan mulai berbaring di bak mandi itu.

__ADS_1


Aliya mulai memijat kepala Reihan dengan lembut dan sangat hati-hati. Terlihat Reihan sangat menikmati pijatan lembut Aliya, hingga akhirnya iya malah terlelap tidur.


Aliya tersenyum manis, melihat wajah tampan suaminya itu yang sangat menggemaskan.


"Disaat kita bersama, rasa benciku kepadamu lenyap begitu saja. Apa ini yang dikatakan cinta" Batin Aliya memandang teduh wajah Reihan


Satu jam sudah berlalu, Aliya sudah merasakan kebas ditangannya. Akibat terlalu lama memijat kepala Reihan.


"Suamiku, bangun" Ucap Aliya dengan menggoyang-goyangkan tubuh Reihan pelan.


Reihan menggeliatkan tubuhnya, mengusap kedua belah matanya.


"Sudah jam berapa sekarang? Kenapa tidak membangunkan aku" Tanya Reihan mulai bangun dan menghadap pada Aliya.


"Sudah jam 7 malam suamiku, kamu terlihat sangat nyenyak dan nyaman dalam tidurmu. Jadi aku tidak ingin mengganggu" Ucap Aliya


Reihan tersenyum manis, " Kau memang istri yang baik" Ucap Reihan dengan mengusap lembut pucuk rambut Aliya.


Aliya tertegun mendengar ucapan Reihan, "Baru kali ini Reihan memuji diriku" Batin Aliya, yang merasakan jantungnya yang berdetak kencang.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili

__ADS_1


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2