Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Kabar Duka 2


__ADS_3

🌹Kabar Duka 2


Sore harinya, Alira berjalan dengan riang menuju rumah kontrakan nya.


"Syukurlah, Gajian ku dipercepat oleh bos. Jadi aku bisa membeli obat untuk ayah" Ucapnya masih memegang sebuah kantong plastik yang berisikan obat dari Apotik.


Alira mengetuk pintu luar beberapakali, dan menyeru mama atau ayahnya. Namun sudah lama iya mengetuk dan menyeru, samasekali tidak ada jawaban.


"Aneh, mama sama ayah kemana" Ucapnya heran yang masih didepan pintu.


Alira mencoba membuka pintu itu sendiri, dan ternyata pintu itu tidak dikunci oleh ibunya.


"Gak ada orang, tapi pintunya gak dikunci" Batinnya


Aliya berjalan mendekati kamar milik orang tuanya. Tanpa mengetuk lagi, Alira langsung membuka pintu kamar itu saja.


"Ayah" Panggil Alira


"Ayahhhhhhhhhhh" Teriak Alira kembali, ketika sudah mendapati sosok ayahnya yang sudah tergeletak dilantai dengan banyak darah disekitar mulut dan wajahnya.


Tanpa menunggu lama, Alira langsung membawa ayahnya kerumah sakit dan langsung ditangani oleh Dokter di UGD.


Alira berjalan mondar-mandir didepan pintu ruangan UGD itu, terlihat jelas kehawatiran diwajahnya.

__ADS_1


"Dok, Dok. Bagaimana ayah saya" Tanya Alira ketika melihat seorang Dokter keluar dari ruangan itu.


Dokter itu terlihat menghela nafas berat, membuat Alira semakin hawatir tantang kabar ayahnya itu.


"Maafkan kami nona Alira, ayah anda sudah tidak dapat kami tolong lagi" Ucap Dokter dengan berat hati harus menyampaikan kabar duka itu.


"Apa,,,,, Ayahhhhhhhhh. Ayahku tidak mungkin meninggalkan aku, hik hik. Ayahhhhhh" Teriak Alira yang sudah meraung-raung menangisi kepergian sang ayahanda tercinta.


Alira langsung masuk kedalam ruangan itu, terlihat sosok ayahnya yang terbaring dan sudah ditutupi dengan kain putih polos.


"Ayah, bangun yah. Jangan meninggalkan aku" Ucap Alira masih memeluk tubuh ayahnya itu.


"Alira,,, sayang" Seru Buk Rosa yang baru sampai, dan menghampiri anaknya.


"Mama kemana saja, kenapa ayah terjatuh dikamar mama gak tau" Teriak Alira emosi.


"Ma-maafkan mama sayang, mama pergi kepasar. Tadi sejak mama pergi, ayahmu baik-baik saja" Jelasnya gugup


"Ayah sekarang sudah pergi ma, pergi untuk selamanya. Hik hik hik" Ucap Alira lirih yang sudah tergeletak dilantai. Terasa sudah tidak kuasa lagi menahan kaki ini untuk berdiri


"Maafkan mama sayang, hik hik" Ucap ibunya yang langsung merangkul tubuh Alira.


Setelah tangis mereka mereda, Alira mencoba untuk menguatkan dirinya. Dan membawa jenazah ayahnya pulang dengan menggunakan mobil Ambulans.

__ADS_1


Dirumah, para tetangga sudah banyak yang datang dan menunggu dirumah kontrakan nya, untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Pak Hendra.


Meninggalnya Pak Hendra pun menjadi sorotan di media televisi. Kenapa tidak? Pak Hendra dulunya juga merupakan pengusaha sukses, dan kini kebangkrutan perusahaan nya dan meninggal nya Pak Hendra menjadi perbincangan hangat di dunia sosial media dan televisi.


Alira yang kehilangan ayahnya itu, semakin terpukul dengan ada nya kabar yang menyeleweng tentang ayahnya itu.


"Ini semua terjadi karena salah Reihan, dialah yang menyebabkan semua penderita ini. Aku tidak akan membiarkan kamu hidup dengan tenang Reihan" Ucap Alira geram, dan bercampur marah menatap televisi itu.


Bagaimana tidak? Selain kecurangan yang dilakukan oleh Pak Hendra terhadap keluarga Reihan yang disebut-sebut di media televisi. Namun Pak Hendra juga disebut-sebut sebagai koruptor yang melarikan uang perusahaan.


Banyak para netizen yang berkomentar buruk tentang Keluarga Alira.


"Dasar ya, keluarga Hendra itu gak ada malunya. Udah menipu, mencuri pula. Syukurin deh dia mati" Begitulah kira-kira komentar para netizen, menghujat Keluarga Alira.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga

__ADS_1


__ADS_2