Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Kesedihan Mendalam


__ADS_3

🌹Kesedihan Mendalam


Di rumah sakit, Sarah berlari kecil menuju sebuah kamar mayat yang sudah ditunjuk oleh seorang perawat.


Perawat itu membuka pintunya perlahan, Sarah berjalan dengan langkah kaki yang sedikit ragu. Ketakutannya melihat kondisi kedua orang tuanya, muncul begitu saja dibenaknya.


"Ya tuhan, kuatkan aku" Batin Sarah, sambil memantapkan langkahnya menuju kedepan.


"Sarah, Ayo" Mami merangkul lengan Sarah, dengan hati yang berkecamuk. Pikiran takutnya muncul begitu saja, jujur saja ini baru pertama kalinya bagi mami dan Sarah untuk melihat sebuah mayat orang yang kecelakaan.


Sarah dan mami berjalan sambil mengikuti langkah perawat itu dari belakang dengan tubuh yang gemetar.


"Ini" Perawat itu menunjuk sebuah peti putih yang sudah diberi nama setiap korban kecelakaan pesawat itu.


Mami menghela nafas lega, "Ternyata sudah didalam peti" Batin mami sambil mengelus pelan dadanya.


Sarah meneteskan air matanya, dengan suara isakkan yang kian menggema disana.


Mami berusaha menenangkan Sarah dari kesedihan yang dirasakan Sarah.


"Tenang Sarah, masih ada mami disini yang akan menganggap kamu anak mami" Ucap mami, sambil memeluk tubuh Sarah yang kian ambruk dari pijatannya.

__ADS_1


Tak berapa lama, Bram kakaknya Sarah pun datang menghampiri, disusul oleh Reihan dan juga Roi sekertaris nya dari belakang dengan langkah yang sedikit dipercepat.


"Sarah, ayo bangun" Bram memapah adiknya yang sudah merasa lemah sekujur tubuhnya, dengan deraian air mata serta isakkan tangis yang tidak tertahan.


Reihan beserta yang lainnya menatap pilu kepada Sarah dan Bram, seperti merasakan kesedihan yang Sarah rasakan.


"Memang menyakitkan kehilangan orang yang kita sayangi" Batin Reihan, mengingat kejadian yang menimpa ayahnya beberapa tahun yang lalu.


"Bram, sebaiknya kita segera membawa kedua orang tuamu pulang dan memakannya. Hari sudah hampir sore" Ucap Reihan membuyarkan tangisan mereka.


"Kau benar, Sarah pulanglah dulu bersama Reihan dan mami. Mas yang akan mengurus semuanya disini" Bram mencoba menguatkan diri


"Roi tolong kau urus semuanya disini bersama Bram, kami akan menunggu dirumah" Reihan sedikit menoleh kepada sekertaris nya, dan Roi mengangguk mengerti.


Bram mengangguk, "Terimakasih Reihan" mencoba melukiskan senyuman dibibirnya.


Reihan, mami, serta Sarah sudah kembali kerumah dengan menggunakan mobil mami yang iya bawa tadi.


Sementara Roi dan Bram masih dirumah sakit, sambil mengurus semua administrasi pengambilan mayat kedua orang tuanya.


Sementara dirumah, semua pelayan sudah menyiapkan penyambutan kedatangan jasad kedua orang tua nya Sarah. Karena Roi sudah mengurus dan menghubungi para pelayan untuk segera menyiapkan semuanya. Jadi wajar persiapannya sudah selesai ketika Reihan datang nanti.

__ADS_1


Aliya menuruni tangga dengan wajah sedikit heran, "Ada apa ini" Tanyanya dalam hati


Aliya tidak tau menahu soal kedua orang tua Sarah yang sudah ditemukan, karena tidak seorang pun yang memberitahunya.


"Pak Jaya, ini ada apa" Tanya Aliya, yang sudah berdiri menghampiri Pak Jaya.


"Nona" Pak Jaya baru menyadari keberadaan Aliya.


"Ini non, kedua orang tuanya nona Sarah sudah ditemukan, jadi kami diminta tuan untuk menyiapkan penyambutan untuk kedua orang tuanya nona Sarah" Jelas Pak Jaya kembali.


"Ohh begitu ya, lalu kapan pemakamannya akan dilaksanakan. Bukankah ini sudah hampir sore" Tanya Aliya, sedikit dengan wajah datarnya. Walaupun Aliya juga merasa sedih atas meninggalnya kedua orang tua Sarah, tapi tidak menutup kemungkinan kehawatiran Aliya hilang begitu saja.


Karena setelah ini, suaminya yang iya sayangi itu akan membagi kasih kepada wanita lain. Yang tidak lain adalah Sarah sendiri.


"Menurut informasi dari tuan, hari ini akan dimakamkan langsung" Jelas Pak Jaya, Aliya mengangguk mengerti dan berlalu pergi kembali kekamar miliknya.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia

__ADS_1


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2