
🌹Kabar Duka 1
Pagi hari, masih dirumah kontrakan.
"Uhuk uhuk" Seseorang terus saja terbatuk tidak ada hentinya, sejak tengah malam Buk Rosa terus saja mengeluh karena tidak bisa tidur semalaman.
"Duh yah, bisa berhenti gak sih batuk nya. Mama benar-benar pusing deh sudah semalaman ini gak tidur" Tegur Istrinya.
"Ma, maafin ayah ya. Ayah gak bisa nahan batuknya, uhuk uhuk" Jelas Pak Hendra
Tok
Tok
Tok
"Ayah, buka pintunya" Seru Alira dari luar kamar.
"Iya sebentar Alira" Teriak ibunya dari dalam kamar.
"Kenapa" Tanya ibunya kembali, ketika sudah membuka pintu
"Ma, ayah sakit lagi. Alira denger kok ayah batuk-batuk terus" Tanya Alira
"Iya, ayahmu itu sejak semalam gak berhenti batuknya. Mama sampai gak tidur semalaman gara-gara ayah" Keluh ibunya
"Udah ma, kita bawa kerumah sakit aja yuk" Tawar Alira
"Mama gak punya uang lagi Alira,,, Terus gimana coba bayarnya" Ucap Ibunya
__ADS_1
"Ya udah ma, besok Alira udah gajian kok. Kita bawa ayah kerumah sakit ya" Ucap Alira
"Baiklah, terserah kamu aja" Jawab ibunya
"Alira berangkat kerja dulu ya ma, yah" Ucap Alira sembari mencium kedua pucuk tangan ayah dan ibunya. Dan setelah itu Alira berangkat kerja.
"Kasian Alira, dia harus banting tulang untuk mencukupi kebutuhan keluarga ini" Batin Pak Hendra, yang menatap sendu punggung belakang Alira yang mulai menjauh.
"Apa ini karma yang harus aku alami, aku kehilangan anakku Aliya, aku juga sudah kehilangan semua hartaku, dan sekarang anakku Alira juga harus berkorban untuk keluarga ini ditambah lagi aku juga sudah sakit-sakitan seperti ini. Aku sungguh tidak berguna, karena kesalahan ku semua anak-anak ku menjadi korban penderitaan ini" Batin Pak Hendra, terlihat Pak Hendra meneteskan air matanya. Menatap sedih dengan tubuhnya yang sudah tidak berdaya ini.
"Yah kenapa" Tanya Buk Rosa, menatap heran kepada suaminya itu.
"Tidak ma, ayah hanya sedih aja melihat keadaan kita seperti ini" Ucap Pak Hendra
"Sudahlah yah, Mama gak mau bahas ini lagi. Yang ada nanti malah mama makin emosi aja sama Ayah" Ucap Istrinya Rosa yang terlihat marah.
Buk Rosa langsung berjalan menuju dapur, Sementara Pak Hendra masih terduduk dikasur miliknya.
Buk Rosa masuk kekamar lagi mengambil sebuah tas kecil yang biasa iya bawa untuk pergi kepasar.
"Kemana ma" Tanya Pak Hendra
"Kepasar, berasnya habis. Ayah dirumah aja ya istirahat" Ucap Istrinya namun tidak menoleh kepada suaminya.
Buk Rosa langsung berjalan keluar, dengan pakaian sedikit rapi. Ya walaupun sekarang hidupnya sudah miskin, namun pakaian yang iya gunakan tetap elegan dan mewah ditubuhnya.
Di persimpangan jalan, Buk Rosa berdiri di halte bus.
"Lama nunggunya" Tanya seorang pria dari dalam mobil yang mewah.
__ADS_1
"Lumayan" Jawabnya
Pria itu turun dari dalam mobil, berjalan memutar dan membuka pintu mobilnya.
"Silahkan masuk" Ucapnya
"Terimakasih sayang" Balas Buk Rosa
Setelah Buk Rosa masuk kedalam mobil, pria itu kembali menutup pintu mobilnya dan berlari kecil memutari mobil itu dan ikut masuk kedalam mobil.
Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, meninggalkan halte bus itu.
Dirumah, Pak Hendra masih memegang dadanya yang sakit akibat batuk yang tidak ingin berhenti.
"Ya Allah aku benar-benar sudah tidak kuat lagi" Ucapnya lirih
"Uhuk uhuk" Pak Hendra terbelalak melihat darah berhamburan yang keluar dari mulutnya, "Astaghfirullah"
Uhuk uhuk, aaaakkkk
Pak Hendra sudah tergeletak dilantai dengan tangan yang masih memegang dadanya.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
__ADS_1
- Jodoh Tak Terduga