Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Tidak Cukup Pintar


__ADS_3

🌹Tidak Cukup Pintar


"Aliya" Reihan memegang bahu Aliya yang sedang duduk membelakangi dirinya.


"Haaaa" Aliya terkejut dan langsung menoleh kebelakang.


"Kamu memikirkan apa? Aku panggil dari tadi gak denger-denger" Tanya Reihan sedikit menaikan sebelah alisnya.


"Ahhhh iya maaf ya, apa aku boleh berbicara" Tanya Aliya


Reihan dibawa Aliya untuk duduk disampingnya.


"Mau bicara apa?" Tanya Reihan balik, namun masih dengan penuh tanya.


"Aliya tidak biasanya mengajakku berbicara" Batin Reihan


"Suamiku, aku ingin berbicara tentang Sarah" Ucap Aliya


"Tentang Sarah? Ada apa dengannya, apa dia sakit lagi?" Tanya Reihan


"Ahhh tidak suamiku, bukan itu yang ingin aku bicarakan"


"Lalu...." Reihan menyernyitkan sebelah alisnya, menatap Aliya dengan heran.


"Duuh aku harus memulai dari mana ya untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Reihan" Batin Aliya


"Aliya, kamu mau bicara apa. Malah bengong" Reihan mulai menatap wajah Aliya yang seperti sedang berfikir.

__ADS_1


"Aahhh, Suamiku sebenarnya aku ingin mengatakan bahwa Sarah itu sudah berbohong kepada kita semua"


"Maksud kamu" Tanya Reihan bingung.


"Jadi gini, aku tadi pergi kekamar Sarah. Tapi aku menghentikan langkah ku disaat dia berbicara sendiri didepan cermin, ya aku awalnya bingung aja kenapa dia berbicara sendiri. Tapi setelah lama dia berbicara, ternyata dia hanya memanfaatkan kematian kedua orang tuanya dengan berpura-pura sakit untuk mendapatkan kamu" Jelas Aliya panjang lebar.


"Apa benar begitu" Tanya Reihan memastikan.


"Hmmmmm" Aliya mengangguk mengiyakan.


"Kamu tunggu disini dulu, aku akan menemui Sarah sekarang" Ucap Reihan, dan berlalu pergi.


Tok


Tok


Tok


"Boleh aku bicara sebentar" Tanya Reihan


"Hmmmm,. silahkan masuk" Sarah mempersilahkan Reihan untuk masuk.


Disebuah sofa panjang, Sarah dan Reihan duduk berdampingan.


"Reihan, aku senang kamu kesini. Mau aku ambilkan minum" Tanya Sarah dengan senyuman manisnya.


"Tidak usah Sarah, Sarah apa benar kamu hanya berpura-pura sakit hanya untuk mendekati aku" Tanya Reihan

__ADS_1


"Siapa yang memberitahumu" Tanya Sarah balik, namun sedikit dengan wajah sedihnya.


"Itu tidak penting, yang terpenting jawab dulu pertanyaan ku" Balas Reihan.


Sarah memegang tangan Reihan dengan lembut,


"Reihan, apa kamu melihat kebohongan dimata ku. Aku,,, Aku sangat sedih dengan pertanyaan mu itu. Aku baru saja kehilangan kedua orang tua ku, mana mungkin aku tidak merasa sedih dan kehilangan mereka. Bahkan aku belum sempat melihat wajah mereka Reihan, tapi mereka sudah meninggalkan aku sendirian. Disaat kamu kehilangan ayahmu dulu apa yang kamu rasakan Reihan, bukankah itu menyakitkan? Seperti itulah yang aku rasakan saat ini. Reihan, aku sangat merasa bersalah, seharusnya aku tidak menyuruh mereka untuk datang ke pernikahan kita,,,,hik hik hik...Tapi jika kamu merasa aku hanyalah beban, sebaiknya kamu jangan perdulikan aku lagi" Sarah sudah menangis dipelukkan Reihan.


"Sarah maafkan aku, aku tidak bermaksud membuatmu semakin sedih" Ucap Reihan


"Sekarang kamu istirahat ya, aku percaya sama kamu" Sambung Reihan lagi.


"Hmmmm" Sarah mengangguk sambil menyeka air matanya dengan lembut.


"Aku pergi dulu" Reihan berlalu pergi dari kamar Sarah.


Setelah Reihan berlalu pergi, Sarah mengunci pintu kamarnya.


"Untung saja aku pandai berekting" Ucap Sarah setelah kepergian Reihan.


"Huhhh, Aliya Aliya. Kamu tidak cukup pintar dalam semua ini, kamu tidak mengenal Reihan dengan baik. Mana mungkin Reihan mempercayai kamu disaat seperti ini. Dia pikir hanya dengan berbicara Reihan akan mudah percaya, dan dia hanya percaya kepadaku saja karena aku tau kelemahan Reihan" Ucap Sarah dengan wajah meringainya, penuh kemenangan.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia

__ADS_1


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2