Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Ekstra chapter 8


__ADS_3

Alira nampak terdiam mendengar perkataan Anton, "Mungkin kamu benar Anton, aku harus mengikhlaskan kepergian Heru dan tidak menyiksa perasaan ku sendiri" Ucap Alira.


Keesokan harinya, Alira berencana akan pergi kerumah Aliya. Untuk menemui keponakannya sekaligus menemui Kairo tentunya.


Alira sudah memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah Aliya.


Aliya masuk dengan sedikit tergesa-gesa.


Setelah sampai di dalam rumah, Alira menangkap sosok Aliya yang sedang duduk sambil mengasuh kedua bayinya disofa depan TV.


"Kak,.kamu kesini" Seru Aliya, masih dengan menggendong Aldo.


"Iya, apa keponakan ku rewel" Tanya Alira balik


"Iya sedikit, tapi sekarang sudah baikan" Balas Aliya ramah.


"Ohh ya, Kairo mana" Tanya Alira


"Kairo? Dia baru saja pergi ke bandara" Balas Aliya.


"Bandara? Kairo mau kemana" Tanya Alira


"Kairo akan pulang ke Amerika, dan akan menetap disana" Jelas Aliya.


"Apa? Jam berapa Kairo akan cek in" Tanya Alira dengan wajah terkejutnya.


"Jam 09.30 pagi ini kak" Balas Aliya.

__ADS_1


Alira melihat jam ditangannya, yang menunjukan jam 08.40 pagi.


Masih ada waktu 50 menit, dengan jarak tempuh 30 menit menuju Bandara. Berarti masih ada waktu 20 menit lagi untuk mencari Kairo di Bandara.


"Baiklah aku berangkat dulu" Alira langsung pergi dengan sedikit berlari, membuat Aliya menatap heran akan tingkah Alira yang sedikit aneh.


"Apa dia akan menemui Kairo? Kenapa?" Batin Aliya.


Sementara Alira sudah berada didalam mobil, dengan sedikit terburu-buru, dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Berharap ia akan bertemu Kairo, dan mencegah Kairo untuk pergi.


Dengan perasaan panik sekaligus hawatir bahwa dirinya tidak akan bertemu Kairo lagi, Alira dengan cekatan dalam membawa mobilnya melewati jalan dengan kelajuan mencapai maksimum.


Setelah 30 menit, Alira sudah sampai didepan bandara. Untung saja hari ini tidak macet, sepertinya tuhan memang menyertai dirinya untuk bersama Kairo.


Alira keluar dari dalam mobil, dan berlari kecil memasuki Bandara yang ukuran gedungnya begitu besar.


Alira mencoba bertanya ke bagian informasi tentang keberangkatan pesawat sekitar jam 09.30 menuju Amerika.


Seorang perempuan menjelaskan padanya, bahwa hari ini tidak ada keberangkatan pesawat menuju arah Amerika, melainkan besok sore baru ada.


Alira nampak kebingungan, kenapa malah tidak ada keberangkatan pesawat. Begitulah kira-kira pertanyaan didalam hatinya.


Disaat Alira masih dalam masa kebingungan tingkat tinggi, seseorang memanggil nama Alira.


"Alira"

__ADS_1


Alira menoleh kearah suara, "Kairo" Ucapnya lirih, namun apa yang terjadi? Alira berjalan mendekati Kairo dengan perasaan yang masih kacau, karena ketakutannya akan kepulangan Kairo ke Amerika.


Setelah sampai di dekat Kairo, Alira memeluk tubuh Kairo dengan erat disertai deraian air mata bahagianya karena masih bisa melihat Kairo lagi.


Kairo membalas pelukan Alira, "Kenapa kamu mencari ku" Tanya Kairo.


"Aku mencari mu, karena ada yang mau aku bicarakan. Namun disaat aku kerumah mu, Aliya bilang kamu akan pergi ke Amerika untuk selamanya jadi aku mencari mu kesini" Jelas Alira.


"Apa? Tapi Alira bilang padaku katanya kamu mau pergi ke Jerman untuk menemui nenek mu dan menetap disana, jadi aku kesini untuk mencari diri mu, aku pikir kamu tidak akan mau bertemu denganku lagi" Ucap Kairo yang memang juga merasa heran.


"Jangan-jangan Aliya sengaja mengambil kesempatan disaat aku mencari dirimu dan membuat kita bertemu disini" Ucap Alira lagi.


"Aku pikir juga begitu" Balas Kairo.


"Anak ini, suka jaim juga ya" Alira tersenyum senang.


Bersambung......


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.


Terimakasih ❤️


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili

__ADS_1


- Cinta Segi Tiga


- Queen of death


__ADS_2