
Alira tertegun mendengar perkataan Kairo. Ya, walaupun dia juga memiliki sedikit perasaan kepada Kairo, namun rasa takutnya selalu saja menghantui hidupnya.
"Alira, apa kamu tidak mendengarkan aku" Tanya Kairo lagi.
"Ha, maaf Kairo aku tidak bisa menerima cintamu" Balas Alira, Alira berlalu pergi begitu saja dari sana.
"Alira tunggu" Teriak Kairo lagi, dan menyusul Alira.
"Alira, Alira dengarkan aku" Kairo menghentikan Alira dengan sudah memegang bahu Alira lembut.
"Alira tidak apa jika kamu tidak menerima cintaku, aku akan tetap menjadi temanku. Kamu tidak keberatan kan jika kita berteman" Sambung Kairo lagi.
Nampak semua mata sedang menatap kedua insan itu, seorang wanita cantik yang sangat modis dan pria tampan yang sangat berkarisma.
(Kok ditolak pria seganteng dia.)
(Wah, sangat disayangkan ya. Coba aja dia nembak aku, pasti aku wanita yang paling beruntung.)
Begitulah cibiran para wanita yang ada disana.
"Lepaskan aku Kairo, permisi" Alira melepaskan tangan Kairo dan berlalu pergi dari sana.
Setelah kepergian Alira, Kairo juga pergi. Namun tidak kekantor atau pun kembali kerumah.
Melainkan Kairo pergi kesebuah klub malam, dan meminum berbagai minuman yang membuat pikirannya melayang.
Ditempat lain,
"Bagiamana, apa dia melakukan sesuatu disana" Tanya Alira melalui handphone miliknya.
"Tidak buk, dia hanya sedang minum saja" Balas orang itu.
__ADS_1
"Baiklah, tetap awasi dia. Jika terjadi sesuatu cepat bawa dia pulang saja" Perintah Alira.
Ya, Alira mengutus seseorang untuk selalu mengawasi Kairo dari kejauhan. Selain untuk mengetahui privasi Kairo selama diluar, Alira juga ingin mengetahui keseriusan Kairo kepadanya, tanpa sepengetahuan Kairo.
Setelah merasa cukup, Kairo pergi lagi. Namun tidak pulang kerumahnya, melainkan pergi kerumah Alira.
Didepan pintu rumah Alira.
Tok
Tok
Tok
Kairo mengetuk pintu rumah Alira berkali-kali, namun tidak seorang pun membukanya.
"Kemana dia pergi" Ucap Kairo lirih.
Sudah larut malam Kairo duduk disana, hingga dia tertidur.
Alira terus saja memperhatikan Kairo dari balik CCTV.
"Dia benar-benar nekat sekali" Ucap Alira lirih.
Alira pergi kebawah dan membuka pintu utama rumahnya, seketika Kairo terkejut dan terbangun dari tidurnya.
Senyum Kairo mengembang, setelah ia melihat Alira. Sementara Alira masih dengan wajah dinginnya.
"Kenapa lagi kamu kesini" Tanya Alira
"Alira aku benar-benar sudah mencintai kamu, tolonglah percaya padaku, jangan menjauh dariku"
__ADS_1
"Maaf Kairo, sebaiknya kamu lupakan saja aku. Aku tidak mencintai kamu" Balas Alira dingin.
"Kalau begitu, ijinkan aku menjadi temanmu" Pinta Kairo.
"Aku tidak bisa Kairo, aku hanya akan fokus bekerja, aku tidak ada waktu untuk itu" Balas Alira
"Sekarang kamu pergi dari sini" Usir Alira.
"Tapi,,,,"
"Pergi dari sini" Bentak Alira, Kairo pun mau tidak mau harus pergi, karena Alira nampak sangat marah akan kehadiran dirinya.
Setelah Kairo pergi, nampak Alira meneteskan kristal bening miliknya.
"Lebih baik tidak memiliki, dari pada setelah memiliki kamu hanya akan merasakan kehilangan" Ucap Alira lirih.
Setelah Kairo benar-benar pergi, Alira pun masuk menutupi pintunya.
Bersambung......
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Cinta Segi Tiga
__ADS_1
- Queen of death