
🌹Jasad Kedua orang Tua Sarah Ditemukan
Setelah kepergian Reihan dan Aliya dari meja makan, "Mami gimana dong, Reihan cuek banget sama aku" Sarah merengek, seakan seperti seorang Bayi.
"Tenanglah, nanti kita pikirkan. Yang terpenting kamu harus cepat-cepat menikah bersama Reihan. Mami tidak mau nanti malah Aliya yang mengandung anaknya Reihan" Balas mami
"Sudah, cepat sarapannya. Setelah ini kita pergi shopping, dari pada dirumah sumpek ada wanita hina disini" Sambung mami sambil melirik kearah Aliya yang berjalan masuk kedalam rumah.
"Iya mami, aku juga gak suka lihat wanita j*l*ng itu" Balas Sarah sambil tertawa kecil.
"Aku tau mereka hanya ingin membuat aku tidak betah dirumah ini, tapi aku harus bersabar demi Reihan" Batin Aliya berjalan melewati mami dan Sarah yang masih duduk dimeja makan.
"Aliya" Panggil mami
"Iya mami" Aliya kembali berjalan menghampiri mami.
"Cepat bersihkan semua ini, dan juga cuci semua baju mami dan Sarah ya" Perintah mami.
"Tapi mami, dirumah ini sudah ada pembantu yang mengerjakan itu" Ucap Aliya.
"Kamu ini emang menantu yang pemalas ya, masak disuruh gitu aja gak mau" Ucap Sarah.
"Sarah aku bukannya tidak mau" Elak Aliya, mulai menatap tajam Sarah.
"Hei Aliya, kamu itu hanya pembantu dirumah ini, bukan sebagai menantuku. Jadi kerjakan semua yang aku katakan" Ucap mami
"Baik mami" Ucap Aliya pasrah
Aliya mulai mengemasi piring-piring yang di atas meja untuk dibawa dan dicuci. "Biar saya bantu non" Ucap Bik Ina
"Jangan Bik, biarkan dia mengerjakan itu sendiri. Bibik istirahat saja hari ini, biar Aliya yang mengerjakan semuanya" Perintah mami
__ADS_1
"Tapi,,,,,,"
"Jangan tapi-tapian, kamu mau saya pecat" Ancam mami
"Bik udah, gak apa-apa kok. Hari ini biar aku aja yang ngerjain semuanya" Ucap Aliya tersenyum ramah kepada Bik Ina
"Baik nyonya" Bik Ina berlalu pergi dengan langkah yang ragu-ragu.
"Kasihan sekali nona Aliya" Batin Bik ina
"Sarah ayo kita pergi dulu" Ajak mami
Sarah mengangguk sambil tersenyum manis kepada mami. Tidak lama setelah itu,.mereka berdua pun pergi dari rumah itu.
Setelah merasa agak aman "Non biar Bibik bantu ya" Ucap Bik Ina yang sudah kembali menghampiri Aliya didapur.
"Bik gak usah, nanti Bibik dipecat sama mami" Tolak Aliya
"Ya udah deh, kalo Bibik maksa" Ucap Aliya pasrah.
,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Sementara Sarah dan mami sudah sampai didepan sebuah Mall besar, yang gedungnya menjulang tinggi keatas.
Mall itu juga termasuk aset yang dimiliki oleh Reihan, tentu saja mami akan berbelanja disana.
Karena Sarah sangat jarang ke Indonesia, Ini merupakan pertama kalinya bagi Sarah pergi ke Mall milik keluarga Anggara.
Setelah berbelanja berbagai barang mewah dan branded Sarah dan mami kini sudah keluar dari gedung Mall itu dengan menjinjing banyak sekali barang belanjaan.
Sebagai penghilang setres, mami selalu berbelanja sebanyak mungkin untuk menghilangkan kemarahan nya.
__ADS_1
Diparkir mobil,
*Kringggg
Kringggg*
Sarah dan mami menghentikan langkahnya "Sebentar mami, ada yang menelpon" Sarah mengambil handphone miliknya didalam tas.
"Hallo"
"Iya, dengan nona Sarah"
"Iya"
"Nona, jasad kedua orang tua nona sudah teridentifikasi. Jadi dimohonkan untuk keluarga untuk datang kerumah sakit X untuk mengurus pengambilan jasad korban pesawat X"
"Baik, terimakasih"
Sarah menyeka air matanya pelan, "Ada apa" Tanya mami hawatir
"Jasad kedua orang tua ku sudah ketemu mami" Jelas Sarah.
"Ayo kita segera kesana" Ucap mami, bergegas tanpa menunggu lama lagi menuju mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit X.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
__ADS_1
- Jodoh Tak Terduga