Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Menantu Terbuang Mendadak Kaya


__ADS_3

Assalamualaikum.


Author kembali lagi hadir untuk kalian. Maaf sebelumnya. Author mau promosi Karya terbaru lagi nih.


"Loh. kok promosi terus thor? Cerita yang lainnya gimana? Pada belum selesai?"


Tenang!


Author akan melanjutkan semua novel yang masih ongoing ya.


Author terpaksa bikin karya baru karena mengikuti lomba Kategori pria (Mengubah Takdir).


Mohon dukungannya ya!! Author berharap kalian bisa mampir kesana dan menambahkan kedaftar favorit kalian.


Dan Jangan lupa juga untuk meninggalkan jejak kalian dengan Like dan Komen ya.


Disana sudah ada 10 episode.


Sebagai pengenalan, Author kasih episode pertama disini.


Judul: Menantu Terbuang Mendadak Kaya


Bab 1


Wisnu Delio Haris. Seorang pria tampan bertubuh jangkung itu berniat menikahi seorang wanita cantik dari keluarga Buana yang terkenal kaya raya.


Wisnu merupakan anak yatim piatu. Hidupnya yang miskin dan serba kekurangan, apakah bisa untuknya menikahi seorang gadis dari keluarga yang berada?


Genisa Angelia Putri. Merupakan seorang wanita cantik membahana dari keluarga Buana.


Genisa merupakan seorang desainer terbaik dikotanya. Diumurnya yang sudah menginjak 28 tahun, Genisa memilih untuk menikah bersama seorang pria miskin yang bernama Wisnu.

__ADS_1


Hal itu tentu ditentang oleh pihak keluarga Genisa. Namun karena kegigihannya dalam membuat keputusan, akhirnya ia menikah bersama Wisnu.


Herlangga Abimanyu. Seorang pria dengan tubuh kekar sedikit berotot. Atas dasar dukungan dari keluarga Genisa. Herlangga berniat untuk merebut cinta lamanya dari Wisnu.


Dengan pendidikan yang tinggi serta merupakan ahli waris tunggal dari keluarga Abimanyu, menambah kekuatan untuknya merebut kembali Genisa dari Wisnu.


*********


Disebuah rumah besar keluarga Buana. Riuh picuh keluarga besar Buana terdengar sangat ramai memenuhi Aula tengah dan nampak mereka dengan santai menikmati segala hidangan yang ada.


”Wisnu! Tolong ambilkan air minum ke dapur” Titah nyonya Rosa. Wisnu yang berdiri disampingnya hanya mengangguk lalu melangkah kedapur dengan sedikit berlari.


“Ini Mi air nya!” Ucap Wisnu setelah kembali ke Aula tengah. Wisnu menyodorkan segelas air dimeja makan depan nyonya Rosa.


Nyonya Rosa mendelikkan matanya, “Aku menyuruhmu mengambil air untuk semua orang” Bentak nyonya Rosa kasar.


Terdengar beberapa orang terkekeh melihat ekpresi wajah Wisnu. “Jika ingin menjadi menantu, kamu harus patuh kepada Mami” Ucap Joni kakak ipar kedua Wisnu.


“Maaf mi. Akan aku ambilkan untuk yang lainnya!’’ Balas Wisnu dengan wajah tertunduk.


Wisnu hanya menghela nafas panjang mendengar cacian mereka, lalu melanjutkan langkahnya menuju dapur.


“Sabar ya mas!” Ucap Genisa dengan wajah bersalah. Karena ulah keluarganya, Wisnu sebagai suaminya sama sekali tidak dihargai disana.


Wisnu tersenyum, “Tidak apa sayang! Ini sudah menjadi sekuwensi untuk mas yang tidak bisa memberikan apa-apa kepadamu dikeluarga ini” Balas Wisnu tegar. Walaupun sebenarnya ia juga merasa sakit, namun demi Genisa ia akan terus bertahan walau terus dihina.


“Mas mengantar ini kedepan dulu!” sambung Wisnu. Genisa hanya mengangguk pelan seraya menatap kepegian suaminya menuju Aula.


Di Aula.


****

__ADS_1


“Nah, itu dia orangnya” Ucap Yunma. Wisnu merasa bingung kala semua orang menatap dirinya penuh selidik.


“Ini airnya” Ucap Wisnu mencoba untuk bersikap santai tanpa memperdulikan tatapan mereka.


“Kamu nyuri uang Mami ya?” Tanya Joni dengan wajah merah padam. Wisnu membulatkan mata, “Tidak kak. Aku tidak akan berani” Jawab Wisnu cepat.


“Alah...Maling mah mana ada ngaku” Timpal Yunma.


“Udah ngaku aja! Lagipula kami semua tau kok kamu itu menganggur selama ini. Dari mana coba kamu mendapatkan uang kalau tidak mencuri” Sambung Anis dengan menatap Wisnu sinis.


“Tidak. Mami percayalah! Aku tidak akan berani melakukan itu” Ucap Wisnu membela diri.


“Laporkan aja dia kekantor polisi Mi! Biar tau rasa dia hidup dipenjara” Ujar Yunma mengompori.


“Wisnu. Aku sudah mengijinkan kamu untuk menjadi menantu dirumah ini. Jadi jangan menjadi benalu yang tidak tau malu dan mencoreng nama baik keluarga Buana” Ucap Nyonya Rosa tegas.


“Tapi aku benar-benar tidak mencuri Mi” Ucap Wisnu masih kekeh dengan pendiriannya. Karena memang dia tidak merasa mengambil uang itu.


.


.


.


.


.


Bersambung.


__ADS_1


Mampir ya!


Author tunggu kehadiran kalian


__ADS_2