
🌹Tidur Seranjang 2
Aliya berjalan dengan pasrah menuju ranjang Reihan.
"Aku benar-benar sudah gila, jika tidur seranjang dengannya" Batin Aliya
Reihan benar-benar puas melihat ekpresi Aliya, seketika Reihan terkekeh kecil tanpa Aliya sadari, melihat wajah lucu Aliya disaat iya benar-benar terpaksa mengikuti perintah Reihan.
"Tuan, apa kau benar-benar ingin aku tidur disini" Tanya Aliya kembali untuk memastikan, yang sudah berdiri disamping ranjang itu.
"Kenapa, kau tidak mau"
"Bu-bukan begitu tuan" Aliya mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Lalu" Tanya Reihan kembali
"Tidak ada apa-apa" Ucap Aliya dengan wajah yang sudah memerah, dan Aliya langsung naik begitu saja keatas ranjang itu dan berbaring membelakangi Reihan.
"Apa kau tidur begitu saja" Tanya Reihan
"Aku benar-benar belum siap dengan semua ini, apa dia benar-benar ingin aku melakukan kewajiban sebagai istrinya" Batin Aliya yang masih membenamkan wajahnya dibalik bantal.
"Hei apa kau tuli" Bentak Reihan dengan keras ketika Aliya tidak memperdulikannya.
"Ma-maafkan aku tuan" Aliya terkejut langsung berbalik badan memeluk Reihan.
"Kau sudah berani menggodaku ya" Ucap Reihan meringai
Aliya benar-benar terkejut dan melepaskan pelukannya, ketika menyadari tangannya sudah melingkar ditubuh Reihan. "Ma-maafkan saya, aku benar-benar tidak sengaja" Ucap Aliya terbata-bata
"Baiklah karena kau yang memulai, aku akan menerimanya" Ucap Reihan dengan wajah meringainya
__ADS_1
"Apa yang mau tuan lakukan" Tanya Aliya mulai takut dengan ekpresi Reihan yang mulai seperti ingin memangsanya lagi.
"Baiklah aku akan menambah hukuman mu menjadi dua kali lipat" Ucap Reihan kembali
"Aapaaaa......." Reihan langsung mencium bibir Aliya.
Aliya mendorong tubuh Reihan kuat, sehingga Reihan meninggalkan tanda merah kepemilikan nya dileher Aliya.
"Kenapa kau melakukan ini kepadaku" Teriak Aliya yang sudah menangis tersedu-sedu. Dan turun dari atas ranjang itu.
"Kau benar-benar sudah gila, aku bahkan belum mengijinkan mu menyentuh tubuhku, tapi kamu sudah mengambilnya lebih dulu" Teriak Aliya kembali dengan diiringi suara tangisnya.
"Aliya. Tubuhmu itu tidak ada apa-apa nya dengan derita yang ayahmu berikan kepadaku" Ucap Reihan, seketika Aliya merasakan sayatan dihatinya mendengar perkataan Reihan.
"Baiklah jika itu yang kamu katakan" Ucap Aliya, Aliya mengambil sebuah gunting didalam laci yang ada didekatnya.
"Apa yang ingin kamu lakukan" Bentak Reihan
"Tubuhku ini tidak ada gunanya, lalu untuk apa aku mempertahankannya. Bahkan tubuhku ini tidak bisa menukar kesalahan Keluargaku" Ucap Aliya yang sudah memegang gunting tepat didepan dadanya, dengan sudut mata yang sudah memerah dan berderai air mata.
"Aku memang sudah gila, dan aku sudah tidak tahan lagi" Teriak Aliya tidak kalah geramnya akibat emosi.
"Aaaaaaaaaaa" Sebuah gunting sudah menancap diperut kanannya.
"Aliya" Teriak Reihan yang sudah melompat dari atas ranjang, dia benar-benar tidak menyangka Aliya senekat ini. Yang Reihan pikirkan tadi hanyalah akal-akalan Aliya saja untuk menggertak dirinya.
Aliya terjatuh didalam pelukan Reihan, "Aliya kenapa kau sebodoh ini" Ucap Reihan menepuk pelan pipi Aliya, mencoba untuk menyadarkan Aliya yang sudah ingin pingsan akibat darah yang sudah bersimbah dilantai.
Aliya mengedarkan pandangannya kepada Reihan yang sudah memeluk tubuhnya, dan ada sedikit senyuman di bibirnya sebelum akhirnya Aliya menutup matanya.
"Aliya" Teriak Reihan kembali menggema diseluruh ruangan itu. Tanpa sadar air mata Reihan sudah menetes dipipinya begitu saja.
__ADS_1
Reihan dengan cepat mengambil handphone miliknya didalam saku celananya.
Tutt
Tutt
Tuttt
"Roi cepat, kesini" Teriak Reihan dengan suara yang sudah bergetar hebat. Dan langsung mematikan teleponnya.
Roi sedikit kebingungan, tanpa berpikir panjang Roi langsung berlari menuju rumah Reihan. Karena rumah Roi bersebelahan dengan Reihan, maka sangat mudah baginya untuk cepat sampai kesana.
Tanpa mengetuk pintu, Roi langsung membuka pintu kamar Reihan. Roi begitu terkejut dengan situasi yang ada didalam kamar itu.
Aliya yang sudah tergeletak dilantai tidak sadarkan diri, dan Reihan yang sudah menangis dan ada banyak darah di bajunya.
"Tuan apa yang terjadi" Teriak Roi yang berlari menghampiri Reihan
"Sudah cepat, bantu aku membawa Aliya kerumah sakit" Ucap Reihan, tanpa mengangguk Roi langsung membantu Reihan mengangkat tubuh Aliya menuju mobil diparkiran depan rumah.
Setelah keluar dari kamar, banyak pelayan disana menghampiri Aliya. Termasuk Bik Ina yang sangat dekatnya, langsung menangis melihat majikannya itu yang terluka.
"Nona, nona" Panggil Bik Ina yang berusaha mengikuti Reihan, namun ditahan oleh Pak Jaya.
"Bik kita disini saja, nona Aliya pasti akan baik-baik saja" Ucap Pak Jaya berusaha menenangkan Bik Ina.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga