
🌹Pertengkaran
"Bik" Panggil Aliya
Bik Ina menoleh kearah suara, dengan langkah cepat Bik Ina menghampiri Aliya.
"Ada apa non" Tanya Bik Ina
"Bik, tuan Reihan kemana ya sejak tadi kok gak kelihatan" Tanya Aliya
"Tuan masih dikamar nona Sarah, sejak dia datang tadi" Jawab Bik Ina, Aliya diam seribu bahasa. Ketakutannya seperti akan kehilangan seorang suami sepertinya sudah ada didepan mata.
"Nona Aliya, non" Panggil Bik Ina kesekian kalinya dengan sedikit menggoyangkan tubuh Aliya.
Aliya terperanjat dari lamunannya, "Ha, ada apa Bik" Tanya Aliya
"Kok ngelamun? nona Sakit?, Bibik panggil berapa kali nona gak jawab"
"Gak apa-apa kok bik, ya udah aku kekamar ya" Aliya sedikit tersenyum tipis, dan berlalu pergi.
"Sudah 2 jam Reihan dikamar Sarah sejak datang tadi, apa yang mereka lakukan didalam kamar" Aliya berkecamuk dengan pikiran-pikiran buruknya, berjalan mondar-mandir seperti setrika didalam kamar nya.
"Ahhhh, Kepalaku jadi sakit memikirkan ini" Aliya menggelengkan kepalanya beberapa kali kekanan dan kekiri serta memukul kepalanya dengan tangannya sendiri.
Sudah hampir tengah malam, Reihan belum juga kembali. Aliya benar-benar merasa sangat marah, dengan membanting kasar sebuah bantal dari tempat tidur.
"Ahhhhhhh" Suara pekikan seseorang terdengar begitu saja.
"Siapa itu" Teriak Aliya
__ADS_1
Ternyata, semua lampu iya matikan dan hanya tinggal lampu redup saja yang hidup.
Tanpa menyahut pertanyaan Aliya, seeseorang itu berjalan mendekat, dengan langkah kaki sedikit kuat.
Aliya yang merasakan ketakutan, Aliya sudah mengambil aba-aba untuk menyerang balik ketika seseorang itu tiba-tiba menyerang dirinya.
"Huuuuuhhaaaaaaa" Aliya mengayunkan sebuah bantal guling untuk memukul orang itu.
"Berhenti" Ucap orang itu, Aliya seketika menghentikan pukulannya tepat didepan wajah orang itu.
"Reihan". Ucap nya dengan lirih
"Kenapa memukulku" Tanya Reihan ketus
"Ya lagian kamu masuk gak kedengaran" Elak Aliya dengan sedikit cemberut.
"Ya gak ada siapa-siapa, bukannya kamu dikamar Sarah? Ngapain disana, kok lama? Aku pikir kamu tidak akan ingat untuk kesini" Jawab Aliya ketus yang malah balik bertanya.
"Kamu cemburu, aku nungguin Sarah tidur. Dia masih ketakutan, jadi aku menunggunya tidur" Jelas Reihan
"Benarkah? Ahhh aku tidak percaya, lagian aku juga gak cemburu. Gak penting juga"
"Apa kamu bilang? Gak penting?"
"Iya kenapa"
"Udah ah, aku mau mandi siapkan baju tidurku. Aku gak mau berdebat" perintah Reihan, meninggalkan Aliya dan menuju kamar mandi.
Aliya masih diam ditempatnya, dengan pikiran-pikiran buruknya yang tidak kian menghilang.
__ADS_1
"Bukankah tidak bagus jika mandi tengah malam, lalu kenapa dia mandi. Apa jangan-jangan dia......" Aliya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Dengan perasaan yang marah, Aliya pergi kekamar ganti dan memilih baju tidur untuk Reihan pakai.
Dengan langkah yang cepat, Aliya meletakan baju tidur itu tepat diatas meja cermin.
Setelah itu, Aliya pergi kekasur dan berbaring disana dengan membenamkan wajahnya ke dalam bantal.
Aliya memejamkan matanya, "Aku tidak ingin berbicara padanya lagi, sebaiknya aku pura-pura tidur saja" Batin Aliya
Reihan keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, terlihat iya menyernyitkan sebelah alisnya memandang Aliya yang sudah berbaring dan tidur dikasur "Dia sudah tidur, cepat sekali" Ucap Reihan
Tanpa memperdulikan Aliya, Reihan menuju tempat dimana Aliya biasa meletakan bajunya.
Setelah Reihan memakaikan bajunya, Reihan juga ikut berbaring dikasur bersebelahan dengan Aliya.
"Ahhh, aku sangat lelah" Ucap Reihan, sesekali meregangkan sekujur tubuhnya dan tidur dengan nyenyak.
"Hari yang melelahkan? Dasar laki-laki mesum" Batin Aliya penuh amarah.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga
__ADS_1