Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Kabar Mengejutkan Untuk Reihan


__ADS_3

🌹Kabar Mengejutkan Untuk Reihan


"Halo"


"Halo tu-tuan" Tubuhnya langsung gemetar ketika mendengar suara Reihan.


"Iya, ada apa. Apa Aliya baik-baik saja" Tanya Reihan.


Seketika pertanyaan itu seperti mencekik lehernya secara tiba-tiba.


"Ini tuan, nona Aliya" Ucapnya dengan ragu-ragu.


"Ada apa dengan Aliya" Ucap Reihan yang terdengar sudah hawatir.


"Nona Aliya Kecelakaan, dan dia berada dirumah sakit, sekarang masih ditangani oleh Dokter diruang operasi. Maafkan saya tuan, karena saya sudah teledor. Saya sudah siap menerima hukuman apapun dari tuan" Jelas bodyguard itu dengan mantap, ya walaupun dia sedikit menahan sesak di dadanya karena merasa takut.


"Apa? Aliya Kecelakaan? Apa yang sudah kamu perbuat" Teriak Reihan dari seberang sana, seketika bodyguard itu menggosok telinganya pelan ketika terdengar suara Reihan yang begitu memekik telinganya.


Belum sempat bodyguard itu menjawab, handphone nya sudah dimatikan oleh Reihan.


Bodyguard itu hanya tinggal duduk termenung didepan sebuah ruangan operasi dengan wajah yang murung, untuk menunggu kabar Aliya dan juga menunggu mautnya yang seperti sudah didepan matanya. Yang iya lakukan sekarang hanya tinggal pasrah saja.

__ADS_1


Sementara ditempat lain,


Reihan yang baru saja sampai dikota Jerman, kini kembali dengan langkah cepat menuju pesawatnya dan kembali menerbangkan pesawat itu menuju Indonesia.


Bibirnya terasa kelu, tubuhnya seketika gemetar dengan pikiran yang melayang entah kemana.


"Tambahkan kecepatannya" Teriak Reihan menggema disana, dengan wajah marahnya, dan mata yang sudah memerah karena menahan tangisnya.


"Ba-baik tuan" Ucap pilot itu ketakutan.


Berbagai doa dan harapan dia ucapkan didalam hatinya dengan tubuh yang masih gemetar, ketakutannya akan kehilangan seseorang kembali menyeruak didalam pikirannya.


Roi yang masih berdiri disamping bangku Reihan, hanya diam dan menatap Reihan dengan sendu dan tidak berani bersuara.


Sementara dirumah sakit,


Mami yang sudah terlihat sedikit tenang, dia menghampiri bodyguard itu dan menunggu kabar Aliya.


"Kenapa nyonya kesini" Tanya bodyguard itu hawatir. Dan langsung berdiri.


"Tidak apa-apa, aku ingin menunggu Aliya" Ucap mami, masih dengan suara sedihnya dan duduk dibangku depan ruangan operasi itu.

__ADS_1


"Duduklah" Sambung mami lagi, menyuruh bodyguard itu untuk duduk.


Bodyguard itu duduk sedikit jauh dari mami, mereka berdua duduk dengan tidak berbicara satu sama lain. Dengan rasa yang penuh dengan kehawatiran, mami terus saja berdoa agar Aliya dan calon bayi Aliya baik-baik saja. yah, walaupun awalnya dia menginginkan Aliya hilang dari kehidupannya, tapi sekarang berbanding terbalik, mami malah berdoa agar Aliya baik-baik saja dan kembali pulang dengan selamat.


Sudah satu jam lamanya mami menunggu disana, namun tidak seorang pun keluar dari ruangan itu.


Hal itu membuat mami semakin hawatir dan gelisah, namun iya tetap menguatkan hatinya agar tetap berdoa yang terbaik untuk Aliya dan bayi Aliya.


Tidak berapa lama, seorang Dokter keluar dari ruangan itu. Mami dengan sigap langsung menghampiri Dokter itu dan langsung bertanya.


"Bagaimana keadaan menantu dan calon cucu saya dok" Tanya mami, masih dengan perasaan hawatir.


Nampak Dokter itu menghela nafas berat.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.


Terimakasih ❤️


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia

__ADS_1


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2