
"Tentu saja kamu dong, aku hanya penasaran saja, tidak seperti biasanya dia seperti itu" Balas Aliya
"Ya udah, aku berangkat kerja dulu. Jaga anak-anak ya, jangan lupa istirahat" Reihan berdiri sembari mengecup kening Aliya lembut.
"Iya sayang," Aliya Tersenyum senang.
Reihan berlalu pergi menuju keluar, seperti biasanya Roi sudah menunggu didalam mobil.
Setelah kepergian Reihan, Aliya langsung pergi menuju kamar si bayi kembar yang berada disamping kamar utama.
Disana sudah ada Bik Ina yang menjaga kedua bayi kembar Aliya.
"Bik,.sini gantian," Ucap Aliya yang baru sampai disana.
Bik Ina hanya tersenyum dan meletakan Aldo sang bayi pertama di pangkuan Aliya, walaupun Aldo merupakan anak pertama dari Aliya, namun Aldo begitu rewel. Berbanding terbalik dengan Alvin, yang hanya menangis disaat perutnya kosong saja.
Ditempat lain, tepatnya disebuah kantor yang sangat besar.
Kairo sudah menunggu diruang tunggu sudah lebih dari 2 jam lamanya. Karena Alira dikabarkan masih memiliki jadwal meeting bersama klien nya oleh sekertaris Alira.
Walaupun sudah sekian lamanya dia menunggu, namun tidak membuat Kairo jenuh ataupun berpikir untuk kembali.
Didalam ruangan Alira, disana sudah ada seorang sekertarisnya.
"Apa dia sudah pergi" Tanya Alira kepada sekertaris nya.
"Belum buk, pria itu masih duduk diruang tunggu" Balasnya sedikit menunduk.
__ADS_1
Alira yang tadi fokus bekerja, kini menghentikan kegiatannya dengan sedikit wajah bingungnya.
"Kenapa dia nekat sekali menemui aku" Ucap Alira lirih.
Setelah itu, Alira kembali bekerja tanpa memperdulikan Kairo yang sedang menunggu nya sejak tadi.
Dua jam kemudian, Kairo masih saja menunggu Alira hingga jam makan tiba.
Alira keluar dari ruangan kerjanya, dengan berjalan menuju ruang tunggu.
"Kairo" Seru Alira.
"Alira, kamu sudah selesai bekerja" Tanya Kairo dengan sedikit senang, dia pikir Alira begitu marah hingga sampai siang ini dia belum menemuinya diruang tunggu
"Ayo kita makan makan bersama" Ajak Alira.
"Ayo"
Alira dan Kairo pergi menuju sebuah restoran yang dekat dengan kantor itu.
Setelah sampai disana, Kairo memesan makanan untuk Alira.
"Kenapa kamu ingin menemui ku, apa ada masalah" Tanya Alira membuka suara.
"Aku, aku,,,,,,,,," Kairo nampak ragu-ragu.
Alira menatap wajah Kairo dengan heran, menunggu jawaban dari Kairo.
__ADS_1
"Aku ingin meminta maaf padamu, perihal semalam....." Ucapan Kairo sudah dipotong.
"Aku sudah memaafkan kamu, anggap saja tidak pernah terjadi" Balas Alira dengan wajah dinginnya.
"Tapi,,,,," Kairo nampak ragu menyampaikannya.
"Tapi apa" Tanya Alira bingung.
"Tapi itu adalah ciuman pertamaku" Ucap Kairo.
"Jadi maksudmu aku harus membayarnya" Tanya Alira
"Bu-bukan seperti itu, apa kamu tidak merasakan apapun kepadaku. Selama ini, aku hanya fokus untuk bekerja dan sekolah. Tapi setelah bertemu kamu, aku merasakan hal yang berbeda. Aku mulai menyukai kamu, itu sebabnya aku berani memberikan ciuman pertama ku kepadamu" Jelas Kairo dengan sangat mantap. Ya, walaupun berat menyampaikannya, namun Kairo harus mencoba untuk mengungkapkan perasaan nya.
Alira tertegun mendengar perkataan Kairo. Ya, walaupun dia juga memiliki sedikit perasaan kepada Kairo, namun rasa takutnya selalu saja menghantui hidupnya.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Cinta Segi Tiga
__ADS_1
- Queen of death