
🌹Terpojokkan
Kairo berjalan, dengan sedikit guratan senyuman terlukis diwajahnya.
"Kairo kamu udah pulang" Tanya mami yang masih duduk didepan tv ruang keluarga.
"Iya tan" Jawab Kairo singkat.
"Kamu dari mana? sudah seharian ini kamu pergi" Ucap mami lagi.
"Ada urusan diluar, Tante, Kairo mau kekamar dulu ya tan" Mami mengangguk, sementara Kairo berlalu pergi dari sana menuju kamar miliknya.
Sementara ditempat lain, Reihan yang sejak tadi sudah berada dirumah masih tetap berdiam diri saja, tidak mau bicara atau sekedar menegur Aliya.
Reihan menatap tajam kepada Aliya yang sedang mengeringkan rambutnya didepan cermin. Sementara Aliya mengacuhkan Reihan dengan hanya bersikap santai seperti biasanya.
"Hmmm, sebaiknya aku pergi kebawah. Kairo mungkin sudah pulang" Batin Aliya.
Setelah mengeringkan rambutnya, Aliya berlalu pergi begitu saja tanpa menoleh atau memperhatikan Reihan yang sedang duduk di ranjang tidurnya.
Reihan menatap Aliya yang ingin pergi dari sana, ingin rasanya iya bertanya, namun iya urungkan karena saat ini dia sedang marah kepada Aliya. "Huhhhh, Sabar Reihan. Jangan luapkan emosimu lagi" Ucap Reihan lirih didalam hatinya.
Sampai disebuah pintu, Aliya mengetuk pintu itu pelan sambil memanggil Kairo pelan.
Tok
Tok
__ADS_1
Tok
"Kai.......Kairo" Seru Aliya pelan.
Kairo membuka pintu kamarnya, "Ehh Aliya, sebentar ya kebetulan banget kamu kesini, ada yang mau aku omongin" Ucap Kairo, Aliya hanya mengangguk dan menunggu Kairo keluar dengan masih berdiri didepan pintu kamar Kairo.
Disaat Aliya masih berdiri di depan pintu Kairo, seseorang menarik tangannya secara tiba-tiba.
"Eeehhhh ehhh" Aliya ditarik secara paksa, mau tidak mau Aliya terpaksa mengikuti langkahnya.
"Kamu mau menggoda Kairo ya" Ucap mami yang sudah membawa Aliya ke pintu taman samping rumah.
"Nggak kok mi"
"Terus ngapain kamu berdiri didepan pintu kamar Kairo, kamu pasti mau menggoda Kairo bukan. Kamu memang wanita penggoda, dari anak saya Reihan kamu goda hingga dia berubah seperti sekarang. Dan sekarang kamu juga mau menggoda Kairo" Ucap Mami sedikit meninggikan suaranya karena terlalu emosi.
"Ada apa sih mi" Tanya Sarah yang baru sampai disana.
"Aliya ketahuan mau menggoda Kairo, mami lihat sendiri tadi dia berdiri didepan pintu kamar Kairo" Jelas mami
"Nggak mi, nggak seperti itu"
"Alahhh, ngaku aja deh kamu. Wanita penggoda ya tetap penggoda" Ucap Sarah, sedikit memutar bola matanya, menatap sinis kepada Aliya.
"Jaga ucapan mu Sarah, Wanita penggoda hanya patut diberikan kepada wanita yang suka menggoda suami orang lain, bahkan harga dirinya dia jual demi mendapatkan suami orang. Dan itu sama persis dengan dirimu" Ucap Aliya yang tidak terima dikatai wanita penggoda.
Reihan yang baru saja akan keluar kamar, mendengar suara ribut-ribut dibawah. Dia menyernyitkan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Siapa sih yang ribut-ribut dibawah" Ucap Reihan lirih, dan berlalu pergi dari sana menuju ke arah suara yang iya dengar tadi.
"Mami dia mengatai aku seperti itu loh" Ucap Sarah manja dan sudah menggelayut di lengan mami.
Mami menatap tajam kepada Aliya, "Dengar Aliya, kamu itu bukan siapa-siapa dirumah ini. Jika kamu berani menghina calon menantuku lagi kamu akan tau akibatnya.
"Mi ada apa" Tanya Reihan bingung, yang sudah sampai didekat mereka.
Mami tidak menggubrisnya, Sementara Sarah berpindah alih mengejar Reihan, dan menggelayut memeluk Reihan.
"Reihan, aku sedih banget. Aliya mengatai aku wanita penggoda, katanya aku menggoda dirimu dan merebut dirimu dari dia. Mami membelaku tadi, tapi dia malah semakin marah kepada mami dan juga aku" Ucap Sarah dengan manja, sedikit menatap licik kepada Aliya.
"Dasar wanita bermuka dua, jelas-jelas dia yang duluan mengatai aku seperti itu" Batin Aliya tidak kalah tajamnya menatap Reihan dan Sarah.
Sementara, dibalik pintu agak jauh dari Aliya dan yang lainnya. Sudah ada seseorang yang berdiri dan menyaksikan pertengkaran ini.
"Huh, hebat juga ekting Sarah" Batin orang itu.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga
__ADS_1