Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Kemenangan Berpihak Kepadaku


__ADS_3

🌹Kemenangan Berpihak Kepadaku


Reihan beserta mami dan juga Sarah kini sudah berada di Bandara. Terlihat sangat banyak orang-orang yang menunggu kabar Keluarga nya beserta para polisi yang bertugas mengamankan tempat itu di depan meja informasi.


Sarah berlari kecil ketika melihat sosok Bram yang sudah lebih dulu berada disana. Tepatnya duduk dipojok bangku itu dengan kepala tertunduk.


"Bagaimana mas, apa ada kabar lagi" Tanya Sarah hawatir yang sudah berada disamping Bram.


Bram mendongakkan wajahnya menatap Sarah "Pesawat yang ditumpangi mama sama papa sudah hancur, dan sudah dipastikan tidak ada korban yang selamat" Jelas Bram dengan sudut mata yang sudah memerah, nampaknya sudah sejak tadi Bram menangis.


"Apa" Sarah benar-benar syok sekaligus terkejut dengan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Mama, papa" Sarah sudah menangis sejadi-jadinya disana. Mami merasa sangat kasihan melihat Sarah, hingga akhirnya iya memutuskan untuk memeluk Sarah.


"Tenanglah sayang, masih ada mami disini dan juga Reihan yang akan selalu ada untuk mu, iyakan Reihan" Mami menyenggol lengan Reihan pelan, berharap Reihan menjawab pertanyaan nya.


"Ii-iya Sarah" Ucap Reihan terbata-bata


"Baru kali ini aku melihat tuan Reihan ragu-ragu dalam memutuskan sesuatu" Batin Roi, yang sengaja melihat sorot mata Reihan yang nampak sangat bingung.


"Sebenarnya aku tidak ingin mengiyakan itu, tapi aku juga kasihan melihat Sarah. Apalagi dia sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain Bram" Batin Reihan, sesekali menggarukkan kepala nya yang tidak gatal.


"Kamu lihatkan Sarah, Reihan akan selalu ada untuk mu. Jangan bersedih lagi ya" Ucap mami, mencoba menenangkan Sarah.


Sarah kini sudah jauh lebih tenang, tidak lama setelah itu. Reihan beserta yang lainnya pergi untuk pulang kerumah.


Setelah sampai di depan rumah, Aliya beserta para pelayan menunggu didepan rumah. Untuk menyambut kedatangan Reihan beserta yang lainnya.

__ADS_1


Reihan berlari kecil menghampiri Aliya, "Sayang, kenapa menungguku" Reihan mencium lembut kening Aliya.


"Tidak suamiku, aku menyambut kalian semua" Jawab Aliya tersenyum ramah.


Sarah menatap Aliya tajam, "Tidak akan aku biarkan Reihan menjadi milikmu" Batin Aliya, tersenyum licik menatap Sarah.


"Tadinya aku hanya pasrah, namun setelah aku pikir-pikir, dan Reihan pun juga mencintai aku jadi aku memutuskan untuk tidak membiarkan suamiku direbut oleh orang lain" Sambung Aliya lagi didalam hatinya.


"Cih, Aku tidak butuh sambutan mu, ayo Sarah mami antar kamu kekamar" Ucap mami, mulai memapah Sarah untuk kembali kekamar.


"Kasihan sekali Sarah" Batin Reihan, ketika melihat wajah menyedihkan Sarah.


"Mami, biar Reihan yang antar" Tawar Reihan, Aliya sangat terkejut sekaligus jengkel. Wajahnya berubah menjadi cemberut.


Sementara Sarah kembali tersenyum dan mengangguk, Reihan menggantikan mami untuk membawa Sarah menuju kamarnya.


Sarah tersenyum manis kepada Reihan, sementara Aliya menatap mereka berdua dari belakang dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Jangan bersedih Aliya, kamu harus sedikit lebih sabar" Ucap Aliya didalam hatinya, mencoba menyemangati dirinya sendiri.


Sarah berbalik menatap Aliya kebelakang. Sarah tersenyum licik menatap Aliya, seperti mengatakan kemenangan berpihak kepada ku.


"Hei, Aliya" Bentak mami, seketika Aliya terperanjat.


"Iya mami"


"Ambilkan aku air minum dan antar kekamar ku, dan satu lagi, bawakan beberapa cemilan ya" Perintah mami

__ADS_1


"Baik mami" Ucap Aliya sambil mengangguk


Setelah mengambilkan air minum dan beberapa cemilan untuk mami, Aliya kini sudah kembali kekamar miliknya.


Disana ternyata Reihan sudah berbaring dikasur miliknya. "Sayang, kau sudah disini" Tanya Aliya


"Iya kenapa? Apa kamu berharap aku berlama-lama dikamar Sarah" Tanya Reihan balik


"Jadi kamu mau berlama-lama disana" Ucap Aliya memasang wajah cemberutnya.


Reihan nampak terkekeh kecil, "Kamu cemburu? Maaf ya, jangan cemberut lagi dong" Ucap Reihan sedikit menggoda Aliya.


"Sayang, bagaimana kabar kedua orang tuanya Sarah" Sambung Aliya kembali yang sudah duduk disamping Reihan.


"Pesawat yang mereka tumpangi sudah dipastikan tidak ada korban yang selamat, karena seluruh bagian pesawat itu hancur dan kini semua Tim SAR sedang mencari korban dan puing-puing pesawat itu" Jelas Reihan, dengan wajah sedikit sedih atas kejadian yang menimpa orang tuanya Sarah.


"Kasihan sekali Sarah, harus kehilangan kedua orang tuanya" Aliya menjadi murung, dengan kepala menunduk.


"Walaupun Sarah begitu jahat, tapi aku juga tidak tega jika harus membenci orang tuanya" Batin Aliya


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili

__ADS_1


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2