Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Telur gosong


__ADS_3

🌹Telur gosong


Setelah mengambil telur didalam kulkas, Reihan kembali celingak-celinguk mencari keberadaan garam.


"Dimana sih garamnya" Ucap Reihan masih membuka satu-persatu lemari dapur.


"Tuan, kenapa tuan disini. Apa tuan ingin sesuatu? Atau ingin saya masakan sesuatu?" Tanya Bik Ina, yang baru sampai kedapur.


"Tidak Bik, dimana garamnya?" Tanya Reihan


"Garam? Ohh ya, garam ada disini tuan" Bik Ina dengan sigap mengambilkan sebuah garam untuk Reihan.


"Tuan, apa tuan ingin membuat telur dadar? Biarkan saya saja tuan yang memasaknya" Ucap Bik Ina lagi


"Jangan Bik, biarkan saya masak sendiri. Bibik pergi saja dulu" Ucap Reihan


Bik Ina berlalu pergi, dengan langkah terpaksa.


"Tumben tuan Reihan ingin memasak sendiri" Batin Bik Ina, sambil sedikit melirik Reihan yang masih sibuk menyiapkan masakannya.


Setelah merasa cukup dalam memberikan garamnya, Reihan menghidupkan kompornya dan sedikit memberikan minyak kepada sebuah kuali kecil khusus untuk menggoreng telur.


Setelah merasa sudah panas, Reihan langsung memasukan telur yang sudah iya kocok tadi.


"Sayang, apa makanannya sudah siap" Ucap Aliya


"Haaaahhhh" Teriak Reihan, sedikit terkejut. Suara Aliya langsung mengagetkan Reihan yang sedang fokus memasak telurnya.


"Sayang kenapa kesini, nanti kamu kecapekan" Ucap Reihan yang sudah menghampiri Aliya yang berada di meja makan.


"Nggak kok, tadi aku naik Lip" Balas Aliya dengan senyuman manjanya.

__ADS_1


"Udah lapar banget ya? Sampai nyusul kesini" Tanya Reihan, sedikit mengusao lembut rambut Aliya.


"Hmmmm" Balas Aliya dengan senyuman imutnya.


Aliya seketika mendengus-dengus mencium sesuatu yang berbau gosong, "Sayang telurnya" Teriak Aliya


"Astaga" Ucap Reihan dengan bergegas berlari menuju kompor dan mematikan kompor itu.


Reihan mengangkat telur itu dari dalam kuali dan memindahkannya kedalam piring, nampak Reihan menatap telur itu dengan penuh kecewa.


"Sayang, ada apa" Tanya Aliya, padahal Aliya tahu bahwa telurnya itu gosong.


Tanpa menjawab, Reihan menyodorkan telur dadar itu dengan wajah kecewanya kehadapan Aliya.


Aliya melihat telur itu dengan seksama, "Sini aku makan" Jawab Aliya


"Ehhh, jangan ini gosong" Ucap Reihan


Aliya mencicipi telur dadar itu sedikit demi sedikit, sementara Reihan menatap Aliya dengan mata tegangnya.


Aliya terus memakan telur itu, ya walaupun rasanya pas namun sedikit pahit karena gosong, Aliya memakan telurnya hingga habis tanpa sisa.


"Maaf ya, pasti rasanya gak enak" Ucap Reihan penuh rasa bersalah.


"Gak kok telurnya enak" Balas Aliya, sedikit memaksakan senyumannya.


"Ya udah, ayo kita kekamar" Sambung Aliya lagi.


"Hmmmm" Reihan nampak masih tidak bersemangat dengan wajah murungnya.


Aliya yang menyadari itu langsung mencium pipi kanan Reihan secara spontan, Reihan nampak sangat terkejut, dia yang tadinya sedikit menundukan kepalanya kini menatap Aliya penuh cinta.

__ADS_1


"Kamu berani mencium ku ya" Ucap Reihan dengan wajah bahagianya, Aliya nampak tertawa kecil.


Tanpa menunggu lama, Reihan berlari menghampiri Aliya dan langsung menggendong tubuh Aliya dan membawanya kelantai atas dengan menaiki tangga.


Setelah berada didalam kamar, Reihan menurunkan Aliya dari gendongan nya.


Kini mereka saling berhadapan tanpa suara, dan saling menatap satu sama lain dengan senyuman bahagianya.


Dengan napas yang masih ngos-ngosan akibat menggendong istrinya itu, Reihan memandang bibir tipis Aliya yang nampak begitu seksi, dengan polesan sedikit lipstik berwarna Pink muda di bibirnya.


Reihan mulai mendekati tubuh Aliya, dengan kedua tangannya sudah berada dibahu sisi kanan dan kiri Aliya.


Dengan tatapan matanya mempesona, Aliya terus saja merasa getaran hebat dihatinya dikala Reihan menatapnya dengan dalam.


Reihan mendekatkan wajahnya perlahan, hingga bibirnya dan juga Aliya saling bertemu dan bermain lembut disana.


Aliya menutup matanya sambil menikmati sentuhan demi sentuhan yang Reihan lakukan.


Reihan yang memang menyadari bahwa istrinya itu sedang hamil, melakukannya dengan langkah perlahan dan dan tidak tergesa-gesa agar istrinya akan tetap baik-baik saja.


Hingga akhirnya malam itu mereka melakukannya, dengan 2 jam lamanya dengan penuh gairah. Hingga mereka sama-sama tumbang dengan saling berpelukan diatas ranjang.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga

__ADS_1


__ADS_2