Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Keracunan 2


__ADS_3

🌹Keracunan 2


"Dari mana saja kalian, kenapa sampai seperti ini" Teriak Reihan menggema disana.


Namun tidak ada satupun diantara mereka yang mau dan berani menjawab.


Reihan nampak sangat kesal, iya menendang salah satu bangku rusak yang ada disana, sehingga bangku itu lepas landas dari hadapan Reihan.


Setelah meluapkan semua emosinya, Reihan kembali berdiri tegak dengan sedikit mengatur nafasnya.


"Urus cepat mayat ini, jangan tinggalkan jejak apapun buat dia seolah sedang bunuh diri" Ucap Reihan dingin.


"Ba-baik tuan" Jawab mereka serempak.


Reihan berlalu pergi dari sana, dan kembali kekantor dengan menggunakan mobil mewah miliknya. Sementara Roi masih mengurus mayat Bram bersama para penjaga tadi.


Dikantor,,,,,,,,,,,


Reihan nampak sedang duduk di bangku singgasananya, dengan sedikit memegang kepalanya dengan sebelah tangannya.


"Siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini, aku yakin sekali Bram tidak akan bisa sampai sejauh ini jika tidak ada orang yang membantu dirinya" Batin Reihan


Sementara ditempat lain,,,,,,,,,,


"Bagaimana? Apa pekerjaan mu sudah selesai" Tanyanya kepada anak buahnya, sedikit dengan wajah seriusnya.


"Sudah bos, Bram sudah mati" Balasnya sedikit membungkuk.

__ADS_1


"Bagus,,,,,dengan begitu Reihan tidak akan mendapatkan bukti apapun. Ternyata dia tidak sebodoh yang aku pikirkan, bahkan dia bisa menemukan Bram sebagai pelakunya. Sepertinya aku harus mengubah rencananya" Ucapnya sedikit dengan wajah meringainya.


Sore harinya, Reihan kembali kerumah dengan wajah sedikit murung. Begitu banyak masalah kantor yang berdatangan akhir-akhir ini.


Ketika sudah berada dirumah pun, dia masih fokus bekerja dan melihat dokumen-dokumen kantor.


Selama dirumah, Reihan tidak pernah bercerita kepada Aliya perihal kesibukan yang menyita waktunya akhir-akhir ini.


Aliya yang memang tidak mengerti tentang masalah kantor, dia hanya melihat dan diam saja. Karena memang, Reihan terlihat begitu sibuk membenahi sistem keamanan perusahaan miliknya. Hingga dia juga harus sering pergi keluar kota demi untuk memperbaiki kerja sama yang sempat terputus akibat ulah Bram kemarin.


Dikamar,,,,,


Reihan nampak masih duduk disofa sambil menghadap sebuah Leptop miliknya. Aliya yang tadinya berada di kasur, kini bangun dan melihat jam dinding.


"Pukul 01.00 malam, Reihan masih bekerja" Batin Aliya


Dia pandang lekat wajah suaminya itu, nampak banyak kecemasan dan juga beban. Aliya mendekati Reihan dengan duduk disamping Reihan.


Reihan hanya tersenyum dan mencium lembut kening Aliya, lalu kembali fokus bekerja.


"Sayang, apa pekerjaan mu sesibuk itu? Sampai dirumah saja masih bekerja, ini udah jam 1 malam loh" Ucap Aliya sedikit merengek.


"Iya, sebentar lagi selesai" Jawab Reihan


"Sayang" Panggil Aliya lirih


"Hmmm" Balas Reihan

__ADS_1


"Besok aku ada jadwal USG, apa kamu bisa nemenin" Tanya Aliya, masih memeluk lengan Reihan.


Reihan sedikit menoleh ke arah Aliya, "Apa Dokter Risa gak bisa kesini saja untuk memeriksa kamu" Tanya Reihan balik.


"Dia bilang gak bisa, Dokter kandungannya ada jadwal operasi" Jelas Aliya.


"Ya udah, besok kamu siap-siap aja ya" Balas Reihan


"Hmmm"


"Sekarang tidur gih, udah malem" Ucap Reihan lembut


"Aku nunggu kamu aja" Balas Aliya manja


"Jangan, udah ayo. Sekarang tidur, jangab sampai kamu sakit" Reihan membawa Aliya ketempat tidur. Setelah Aliya berbaring disana, Reihan menyelimuti tubuh Aliya. Setelah itu iya mengecup lembut kening dan bibir Aliya.


"Good night, have a nice dream. I love you so much" Ucap Reihan, Aliya tersenyum bahagia.


"I love you to" Balas Aliya dan memejamkan matanya perlahan setelah Reihan kembali mencium keningnya.


Reihan kembali kesofa, dimana tempat dia duduk tadi dengan ditemani sebuah Leptop didepannya.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia

__ADS_1


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2