
🌹Tujuan Mami
Reihan membuka pintu kamar tamu dengan pelan, terlihat disana sosok Aliya sedang mengerjakan sholat.
Reihan berdiri cukup lama dipintu itu, memandang lekat setiap gerakan sholat yang dilakukan Aliya.
Terselip dibenak Reihan, dengan pikiran yang mengganggunya, perihal kedatangan ibunya itu dari Amerika.
Diruang kerja tadi, Roi sudah menyampaikan bahwa ibunya Reihan yang biasa dipanggil nyonya Adelia itu, ingin menjodohkan Reihan dengan Sarah. Wanita pilihan ibunya itu, lulusan terbaik di Amerika. Dan Sarah juga merupakan teman masa kecil Reihan dulu sewaktu masih tinggal di Amerika.
"Suamiku, kenapa berdiri disitu" Tanya Aliya yang sudah menyelesaikan sholat nya tanpa Reihan sadar.
"Masuklah" Sambung Aliya
"Tidak kenapa-kenapa" Jawab Reihan, sembari berjalan mendekati Aliya
"Ohh ya, kenapa kamu kekamar ini? Aku mencarimu dari tadi, bukankah ibu sudah mengantar mu kekamar kita tadi" Sambung Reihan kembali.
"Tidak suamiku, aku hanya ingin disini saja" Jawab Aliya
"Kenapa? Kau masih marah padaku, perihal malam itu" Tanya Reihan memastikan
"Reihan sepertinya tidak tau bahwa ibunya sendiri yang mengantarku kesini" Batin Aliya
"Aku tidak marah suamiku, menurutku kamar ini lebih nyaman" Ucap Aliya tersenyum senang
"Benarkah" Tanya Reihan
"Hmmm"
__ADS_1
"Jika seperti itu maka aku juga akan pindah kesini dan tidur bersamamu" Ucap Reihan
"Apa" Aliya benar-benar terkejut
"Kenapa kau terkejut seperti itu, kau melupakan peraturan yang aku buat waktu itu" Tanya Reihan
"Ti-tidak suamiku, aku masih mengingatnya" Jawab Aliya terbata-bata
"Tenanglah, aku tidak akan melakukan apapun" Tegas Reihan
"Suamiku" Panggil Aliya
"Hmmmm"
"Apa aku boleh bertanya"
"Bertanya apa, katakanlah" Jawab Reihan
Reihan menyernyitkan alisnya, "Kenapa? kau ingin aku jahat lagi" Ucap Reihan malah berbalik bertanya.
"Tidak suamiku, aku hany....." Ucapan Aliya sudah terpotong karena Reihan sudah mencium pucuk bibir Aliya.
"Itu jawaban nya" Ucap Reihan yang sudah melepas ciumannya. Dan berlalu pergi.
Sementara Aliya masih mematung, berusaha berpikir dan mencerna maksud dari perkataan Reihan.
"Apa maksud dia, aku bertanya dengan sungguh-sungguh, tapi dia bilang ciuman adalah jawabannya. Aku sungguh tidak mengerti dirinya. Bagaimana bisa dia menjawabnya seperti itu" Batin Aliya kesal
"Sudahlah, sebaiknya aku istirahat saja. Dia benar-benar ingin melihat aku gila, kenapa dia tidak mengatakan yang sebenarnya saja" Ucapnya masih dengan wajah marahnya.
__ADS_1
Sementara Reihan berjalan menuruni tangga, Reihan berniat menghampiri ibunya yang masih duduk santai didepan tv itu.
"Reihan kau disini" Tanya ibunya
"Mami, aku ingin bicara" Jawab Reihan dan mulai duduk di sofa
"Hmmm"
"Kenapa mami tiba-tiba kesini, bukankah mami bilang tidak ingin kerumah ini lagi. Karena ini adalah rumah peninggalan Papi" Tanya Reihan
"Mami awalnya tidak ingin kesini, tapi mami mendengar bahwa kamu menikahi wanita lajang itu. Kenapa kau merahasiakan hal seperti ini" Tanya ibunya dengan sorot mata sudah memerah.
"Mami, jangan bicara seperti itu. Aku awalnya juga tidak berniat menikahi Aliya, tapi......"
"Tapi apa? Karena sekarang kau sudah mulai menyukainya bukan?" Tanya ibunya sedikit menekan.
Reihan memang orang yang selalu ditakuti di dunia luar, namun Reihan selalu kalah jika ibunya yang berbicara.
"Mi tolong restui kami, Aliya tidak salah. Ayahnya yang salah" Ucap Reihan
"Tidak bisa seperti itu Reihan, mami tidak akan pernah merestui kalian" Tegas ibunya
"Dan satu lagi Reihan, mami ingin kau menikahi Sarah. Sarah lebih pantas daripada Aliya" Sambung ibunya
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
__ADS_1
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga