
🌹Duka mendalam
Sementara Reihan juga menghampiri mami, dengan sedikit mengangkat kepala mami dengan tangannya.
Alira mulai geram, dengan wajah penuh amarah. Alira masih melihat sebuah pistol yang masih Heru pegang.
Alira mengambil pistol itu dengan kecepatan penuh, dan mengarahkan pistol itu kepada Reihan, dan akan menembak Reihan tanpa Reihan sadari.
Tiba-tiba Bruakkkkkk, suara pintu didobrak, seketika Alira terperanjat.
"Jangan bergerak,. letakan senjata mu dibawah" Teriak Kairo dengan sudah mengarahkan pistolnya kearah Alira, dengan sedikit memandang geram kepada Alira dan melihat sendu kepada Mami yang sudah terbaring. Serta polisi lainnya juga mengarahkan sebuah pistol kepada Alira.
Walaupun semua pistol mengarah padanya, tidak membuat Alira takut akan hal itu. Ditambah lagi kekasihnya yang sudah terluka tidak sadarkan diri, tentu itu akan membuat amarah Alira semakin menjadi, dan membuat keberanian Alira bertambah.
"Jangan mendekat, jika kalian mendekat maka Reihan akan mati" Ucap Alira yang sudah mengarahkan pistolnya tepat dikepala Reihan.
"Apa yang kakak lakukan" Tanya Aliya dengan nada marahnya.
"Kamu sudah dikepung, menyerah saja" Teriak Kairo yang juga memasang kuda-kuda kewaspadaan agar Alira tidak bertindak gegabah dan lebih jauh lagi.
"Aku tidak akan menyerah, jika kalian mendekat maka peluru ini akan tertanam dikepala Reihan" Teriak Alira yang juga dengan nada kasarnya.
Kairo masih menatap Alira dengan tajam, berpikir bagaimana cara melumpuhkan Alira tanpa melukai Reihan.
__ADS_1
Alira terus mengarahkan pistolnya kepada Reihan, Sementara Roi sedang menatap Alira dengan tatapan mematikan.
Reihan mengedipkan sebelah matanya sembari memberi kode kepada Roi, setelah menerima kode dari Reihan..Roi yang juga merupakan mantan tentara dan juga merupakan salah satu menembak jitu pasti akan melakukan yang terbaik untuk tuannya itu.
Roi mengarahkan pistolnya kepada Alira dengan tetap fokus memperhatikan gerak-gerik Alira, dan memastikan tembakan itu tidak meleset.
Dorrrrrrrrrrrrrrrrrrr
Sebuah tembakan kembali terdengar dari arah Roi tanpa Alira sadari, dan na'as tembakan itu benar-benar tepat mengenai Alira.
Bruuakkkkk
"Akkkhhh" Alira terjatuh dengan sudah bersimbah darah.
Aliya membulatkan matanya, menatap nanar Alira yang mulai tumbang dengan banyak darah yang keluar dari sisi kanan bahunya.
"Kakak" Teriak Aliya
"Kakak, kakak" Panggil Aliya yang sudah meronta-ronta disebuah bangku dengan tangan yang masih terikat.
"Jangan tinggalkan aku lagi kak, hik hik" Isak tangis Aliya terdengar begitu memilukan.
Kairo memberi kode kepada anak buahnya, untuk mengevakuasi semua korban.
__ADS_1
Reihan membantu Aliya untuk melepaskan ikatan tali ditangan dan kakinya, serta Kairo dan juga anak buahnya membawa mami, Heru dan juga Alira kerumah sakit.
Setelah sampai dirumah sakit, mami dan juga Heru dinyatakan sudah meninggal. Sementara Alira masih dalam keadaan koma.
Roi yang sudah menembak Alira tanpa perintah dari pihak berwajib diberikan sebuah sangsi dan kompetensi yang sesuai dengan peraturan.
Setelah kejadian yang menimpa Aliya, Aliya merasa begitu tertekan.
Hingga akhirnya Aliya memilih untuk mengurung dirinya didalam kamar, hingga dia benar-benar merasa tenang.
Walaupun demikian, Aliya berusaha untuk menguatkan dirinya. Tentunya dengan dukungan Reihan disampingnya.
Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.
Terimakasih ❤️
Baca juga novel aku yang lainnya berjudul
- Kuntilanak Berwujud Manusia
- Reinkarnasi putry Lili
- Jodoh Tak Terduga
__ADS_1