Menikahi CEO Yang Kejam 1

Menikahi CEO Yang Kejam 1
Salah Mengira


__ADS_3

🌹Salah Mengira


"Rei jangan" Teriak Kairo, memegang tubuh Reihan dengan kuat.


"Lepaskan aku, akan aku habisi dia dengan tanganku sendiri" Bentak Reihan tidak kalah kuatnya. Dengan masih meronta-ronta ingin terus memukul orang itu.


"Rei berhenti, bukan dia pelakunya" Teriak Kairo lagi, seketika Reihan menghentikan tangannya dengan masih mengepal.


"Maksud kamu apa" Ucap Reihan dengan wajah bingungnya.


"Sebaiknya kamu duduk dulu, aku akan membantu Sahman bangun dulu" Ucap Kairo, ya nama pria itu bernama Sahman, sementara Reihan masih terdiam dengan rasa bingungnya akan perkataan Kairo.


Setelah kembali mendudukkan Sahman, Kairo menarik tangan Reihan menuju ruangan kerjanya.


"Duduk dulu" Ucap Kairo, Reihan duduk dibangku yang ada didalam ruangan itu.


"Apa maksud kamu dia bukan pelakunya, bukankah kamu mengatakan bahwa pelakunya sudah ketemu" Ucap Reihan membuka suara.


Kairo menyernyitkan sebelah alisnya, "Apa maksud kamu, aku belum memberitahu kamu bahwa pelakunya sudah ketemu" Balas Kairo yang juga bingung.


"Bukankah kamu mengirim pesan kepadaku dan mengatakan bahwa pelakunya sudah ketemu" Jelas Reihan


"Apa? Aku tidak memberitahumu, apa lagi mengirimi mu pesan" Balas Kairo


"Apa maksudmu, lalu dia siapa? dan siapa yang memberitahuku" Ucap Reihan dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


"Dia memang pelaku penabrakan itu, tapi ada orang lain juga yang ada dibalik Kecelakaan ini. Dan aku masih menyelidiki ini, itu sebabnya aku belum memberitahumu. Apa kamu mengenali Jorhan" Jelas Kairo.


"Jorhan?" Ucap Reihan lirih sambil mengingat-ingat siapa itu Jorhan.


"Aku tidak mengenalinya" Sambung Reihan lagi.


"Lalu apa yang membuatnya ingin mencelakai keluarga kita" Balas Kairo yang juga berpikir keras.


"Ehh, bukankah kamu memiliki pesan dari seseorang yang mengaku bahwa itu adalah diriku" Sambung Kairo lagi setelah lama dalam berpikir.


"Iya"


"Boleh aku melihat nomornya" Pinta Kairo, Reihan mengangguk dan memberikan sebuah Handphone kepada Kairo.


Kairo melihat isi pesan itu, dan melihat nomor telepon tanpa nama yang tertera diatas layar itu.


Kairo melihat posisi orang yang membawa nomor itu berada dirumah sakit, tempat Aliya dirawat.


Kairo menyernyitkan sebelah alisnya, "Rei, orang itu berada dirumah sakit" Ucap Kairo.


"Jangan-jangan ini jebakan, dan orang itu mengecohkan kamu agar kamu berada jauh dari Aliya" Sambung Kairo lagi.


Reihan yang mendengar itu tidak kalah terkejutnya, Reihan mengambil handphone miliknya dan menelpon mami, namun nomor handphone mami sama sekali tidak tersambung.


Reihan berlari keluar ruangan itu dengan rasa cemas dan disusul oleh Kairo. Reihan masih mencoba menghubungi seseorang melalui handphone miliknya, hingga pengawal yang khusus menjaga ruangan Aliya pun tidak bisa dihubungi sama sekali.

__ADS_1


"Cih, ada apa ini" Reihan mendecah kesal, dan diiringi rasa hawatir nya akan Aliya dan mami.


Reihan mencoba menghubungi Dokter Risa, dan Alhamdulillah tersambung.


Tuutttt


Tuutttt


"Halo"


"Risa, tolong periksa ruangan Aliya sekarang" Perintah Reihan dengan suara yang bergetar.


"Baik" Tanpa bertanya lagi Dokter Risa langsung pergi dari ruangan kerjanya menuju ruangan rawat Aliya. Menurut suara Reihan, terdengar jelas bahwa sesuatu sedang terjadi. Begitulah yang Dokter Risa simpulkan.


Dokter Risa terus berlari menuju ruangan Aliya, hingga tidak memperdulikan lagi tatapan heran yang semua orang tujukan kepada dirinya.


Sesampainya diruangan Aliya, Dokter Risa terhenti dengan mata membulat sempurna dan mulut menganga.


Biasakan Like and vote ya sesudah membaca🙏🌺🌺🌺 jangan lupa komen dan Sarannya juga ya.


Terimakasih ❤️


Baca juga novel aku yang lainnya berjudul


- Kuntilanak Berwujud Manusia

__ADS_1


- Reinkarnasi putry Lili


- Jodoh Tak Terduga


__ADS_2